Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
137. Permintaan Maaf Jessica


Sesampainya di kantor polisi, Angga langsung menemui pengacara keluarga Wicaksono yang sedang mengurus pembebasan dan pencabutan laporan terhadap Jessica. Hanya tinggal menunggu tanda tangan persetujuan dari Angga karena Angga yang melaporkan Jessica karena sudah menculik putrinya.


" Bagaimana? " tanya Angga pada pengacara itu.


" Sudah selesai, Tuan. Hanya menunggu tanda tangan persetujuan dari Anda " jawab pengacara itu.


Angga menganggukkan kepalanya lalu segera menandatangani beberapa berkas yang dibutuhkan untuk pembebasan Jessica.


Setelah semuanya selesai, Angga memutuskan untuk langsung pulang karena ia sudah tidak memiliki urusan lagi di kantor polisi. Tapi saat Angga akan masuk ke dalam mobilnya, Victor memanggilnya. Victor menghampiri Angga bersama dengan Jessica dan kedua orang tuanya.


Angga menatap tajam Jessica karena rasa marah dan emosi masih ada ketika melihat wajah wanita yang sudah menculik dan mencoba melukai putrinya.


" Tuan Angga, saya ucapkan banyak terima kasih. Setelah ini kami akan langsung kembali ke Singapura dan saya berjanji jika kami tidak akan mengganggu keluarga Anda lagi " ucap Victor sangat berterima kasih karena Angga sudah membebaskan istrinya.


Angga hanya menganggukkan kepala untuk menjawabnya.


" Terima kasih, Tuan. Saya memohon maaf atas semua yang putri kami lakukan pada keluarga Anda " ucap ayah Jessica pada Angga.


" Semoga Tuhan selalu memberikan keluarga Anda kebahagiaan. Kami sangat berterima kasih pada Anda dan keluarga Anda " tambah ibu Jessica yang sedang merangkul putrinya itu.


Angga menganggukkan kepalanya. " Ini semua saya lakukan untuk istri dan putri saya " jawab Angga dengan wajah datar tanpa ekspresi.


" Saya pergi dulu " pamit Angga pada mereka.


Angga membalik tubuhnya dan hendak membuka pintu mobilnya, tetapi terhenti saat mendengar suara Jessica.


" Angga, tunggu " ucap Jessica menghentikan Angga.


Angga berhenti tetapi ia tidak membalikkan tubuhnya karena ia akan kembali marah jika melihat wanita itu. Mendengar suaranya saja ia sudah cukup marah dan kedua tangannya mengepal kuat.


" Angga, tolong maafkan aku. Aku telah melakukan kesalahan dengan menculik dan mencoba melukai putrimu, tapi itu semua aku lakukan karena aku mencintaimu. Aku... " ucapan Jessica terhenti saat Angga membalikkan tubuhnya menatapnya seperti hendak membunuhnya.


Angga sangat marah dan tidak suka saat lagi-lagi Jessica mengatakan jika mencintai dirinya karena yang berhak mencintainya adalah sang istri yaitu Arisa.


" Jangan pernah mengatakan jika mencintai diriku dari bibir kotormu itu karena yang berhak mencintaiku hanya istriku. Aku akan sangat marah jika mendengarnya lagi, apalagi dari bibir wanita seperti dirimu " ucap Angga dengan tegas.


Jessica menundukkan kepalanya karena merasa takut dan juga bersalah. Jessica telah menyadari kesalahannya setelah mendengar jika Victor pergi mendatangi Angga dan memohon untuk membebaskannya, apalagi istri dari Angga membantu membujuk Angga untuk membebaskannya.


" Setelah ini jangan berani mengusik keluargaku lagi dan buang rasa cinta yang salah itu. Belajarlah untuk mencintai suamimu yang rela bersujud di kakiku hanya agar aku membebaskanmu. Jika sampai berani mengganggu keluargaku lagi, maka aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu dan semua orang yang penting di hidupmu " ucap Angga dengan semua ancaman.


Jessica menganggukkan kepalanya. " Aku mengerti dan aku tidak akan mengganggu keluargamu lagi. Aku benar-benar meminta maaf kepadamu dan istrimu " jawab Jessica.


Jessica memberanikan mengangkat kepalanya dan menatap wajah Angga yang masih terlihat marah.


" Apa aku boleh bertemu dengan istrimu? Aku ingin meminta maaf dan berterima kasih kepadanya " ucap Jessica ingin bertemu dengan istri Angga dan mengetahui siapa wanita yang sangat dicintai oleh pria itu.


" Tidak. Aku tidak akan pernah mengizinkan kamu bertemu dengan istriku " tolak Angga.


Aku tidak ingin mengambil resiko jika nanti Jessica berniat jahat dan membahayakan istrinya.


" Sudahlah, kamu tidak perlu meminta untuk bertemu dengan istri Tuan Angga. Mereka sudah memaafkan dan membebaskan kamu saja kita sudah sangat bersyukur, jangan meminta lebih " ucap Victor pada Jessica.


Victor sudah sangat berterima kasih dengan Angga dan ia tidak ingin jika Jessica akan membuat Angga marah serta melakukan kesalahan yang lain.


Biarlah Angga terlihat kejam karena ia melakukan itu untuk melindungi orang-orang yang sangat ia sukai.


" Baik Tuan, kami akan segera pergi " jawab Victor.


Setelah itu Angga segera masuk ke dalam mobil tanpa memperdulikan mereka karena Angga ingin cepat pulang. Angga melajukan mobilnya meninggalkan area kantor polisi dan menuju rumahnya.


***


Angga memasuki kamar dan ternyata Arisa masih terjaga. Sepertinya istrinya itu menunggu dirinya pulang. Angga pun segera menghampiri Arisa setelah menutup dan mengunci pintu kamar mereka.


" Kenapa belum tidur? " tanya Angga setelah mencium kening sang istri.


" Aku sengaja menunggu kamu pulang " jawab Arisa.


" Aku akan mengganti pakaian dan bersih-bersih terlebih dahulu " ucap Angga pada Arisa.


Arisa pun menganggukkan kepalanya.


Setelah itu Angga segera masuk ke dalam kamar mandi dan melepaskan pakaian di tubuhnya. Angga mencuci tangan dan kakinya, tidak lupa juga ia membasuh wajah dan menggosok giginya.


" Ini, Mas " ucap Arisa memberikan setelan piyama setelah Angga keluar dari kamar mandi.


Angga mengambilnya dan segera memakainya langsung di depan sang istri.


Kemudian Angga menghampiri box bayi untuk melihat putrinya yang ternyata masih tertidur pulas.


" Apa dia bangun saat aku pergi? " tanya Angga sambil memandangi wajah sang putri yang sangat mirip dengan dirinya.


" Iya Mas, tapi hanya sekali. Dia haus dan setelah menyusu dia tidur lagi " jawab Arisa karena putrinya memang sempat terbangun saat merasa lapar.


Setelah puas memandangi wajah sang putri, Angga mengajak Arisa untuk naik ke atas tempat tidur dan beristirahat.


" Gimana tadi, Mas? " tanya Arisa ingin tahu apa yang terjadi di kantor polisi.


" Wanita itu sudah bebas dan mereka akan kembali ke Singapura " jawab Angga.


" Mulai sekarang jangan membahasnya lagi karena aku akan memastikan mereka tidak akan mengganggu keluarga kita lagi " lanjut Angga yang tidak ingin sang istri memikirkan tentang hal itu.


" Iya Mas " jawab Arisa.


Arisa sebenarnya ingin bertanya lagi dan mengetahui siapa sebenarnya wanita yang mencintai suaminya, tetapi ia memilih menurut dan tidak membahasnya lagi.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Menikahi Ayah Nadia, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘


Tolong follow ig saya @tyaningrum_05 dan akun NT saya Gadis Taurus ya 😘