
Setelah dirawat selama tiga hari di rumah sakit, akhirnya sore ini Arisa diizinkan pulang oleh dokter dengan beberapa catatan. Arisa tidak boleh terlalu lelah dan harus banyak beristirahat karena usia kandungannya masih berada di trimester pertama sehingga rentan sekali terjadi keguguran. Oleh karena itu, Angga menjadi lebih protektif terhadap istrinya itu.
Sepertinya saat ini Arisa hanya bisa pasrah saat Angga menggendongnya menuju mobil padahal ia masih bisa berjalan sendiri.
" Mas, turunin aku. Aku malu dilihat orang-orang " ucap Arisa pelan karena mereka menjadi pusat perhatian.
" Diam dan jangan pedulikan orang lain " ucap Angga dengan tegas.
Alhasil Arisa hanya bisa menghela napasnya dan membiarkan Angga menggendongnya hingga sampai di mobil.
" Sudah nyaman? " tanya Angga memastikan istrinya duduk dengan nyaman.
" Iya Mas " jawab Angga.
Setelah itu Angga langsung menutup pintu mobil dan ia masuk dari pintu yang lain. Angga duduk di kursi kemudi dan melajukan mobil itu untuk menuju rumah mereka. Angga mengemudikan mobil itu dengan pelan dan penuh kehati-hatian karena ia tidak ingin terjadi sesuatu pada istrinya dan calon buah hati mereka.
***
Sesampainya di rumah, Angga ingin menggendong Arisa lagi tapi dengan tegas Arisa menolaknya. Akhirnya Angga pun mengalah dan memilih memapah Arisa saja walaupun Arisa bisa berjalan sendiri. Ia benar-benar takut terjadi hal buruk pada Arisa dan ia ingin menjaganya.
" Assalamualaikum " ucap Angga dan Arisa bersamaan.
" Walaikumsalam " jawab Mama Mutia yang sudah menunggu mereka di teras rumah.
Angga dan Arisa menghampiri Mama Mutia lalu mencium tangannya.
" Gimana keadaan kamu, Sayang? " tanya Mama Mutia pada Arisa.
" Alhamdulillah, Arisa sudah baik-baik aja, Ma " jawab Arisa tersenyum.
" Kalau begitu sekarang kita masuk, kamu harus banyak istirahat " ucap Mama Mutia.
Mereka pun memasuki rumah dan Angga membawa Arisa ke kamar mereka untuk beristirahat.
Saat melewati dapur, tiba-tiba Arisa mencium wangi harum omelet sayur dan ia sangat ingin merasakan omelet sayur buatan Angga. Angga pernah membuatkannya lima tahun yang lalu dan ia pernah menginginkannya saat hamil anak pertamanya dan sekarang ia menginginkannya lagi.
" Kenapa, Sayang? " tanya Angga karena Arisa tiba-tiba menghentikan langkahnya.
" Mas, aku kayaknya ngidam deh. Aku pengen omelet sayur buatan kamu, kamu mau gak buatin omelet itu buat aku? " ucap Arisa pada Angga.
Arisa memasang wajah yang menggemaskan dan puppy eyes agar Angga mengabulkan keinginannya karena ia memang sangat menginginkan omelet sayur buatan suaminya itu.
Mendengar itu, Angga malah sangat antusias karena ini adalah ngidam pertama Arisa dan ia pasti akan menuruti apa keinginan istrinya itu.
" Baiklah, aku akan membuatkan omelet sayur untukmu. Sekarang aku antar kamu ke kamar " ucap Angga pada Arisa.
" Gak mau, aku mau liat kamu masak omelet sayur itu kayak dulu " tolak Arisa.
" Boleh ya, Mas " lanjut Arisa dan Angga tidak bisa menolaknya.
" Baiklah " jawab Angga akhirnya.
Arisa pun tersenyum senang dan segera menarik tangan Angga untuk pergi ke dapur.
" Kamu duduk di sini dan jangan melakukan apapun " ucap Angga membantu Arisa untuk duduk di kursi bar dapur.
Angga tersenyum melihat tingkah istrinya itu yang menurutnya semakin menggemaskan.
" Jangan lupa pakai celemeknya, Mas " ucap Arisa mengingatkan Angga.
" Iya Sayang " jawab Angga.
Angga segera mengambil celemek dari dalam lemari dan memakainya. Entah mengapa Arisa merasa Angga terlihat sangat tampan saat memakai celemek seperti itu.
Kemudian Angga mengambil bahan-bahan untuk membuat omelet sayur dan mulai membuatnya. Angga begitu cekatan walaupun sudah sangat lama ia tidak memasak. Arisa begitu antusias melihat suaminya yang sedang memasak itu.
" Wah, gak sabar " ucap Arisa saat Angga mengangkat omelet sayur yang sudah matang.
Air liur Arisa rasanya hendak menetes hanya mencium aroma harum dari omelet itu. Ia benar-benar tidak sabar untuk mencobanya.
" Makanlah, tapi pelan-pelan karena masih panas " ucap Angga meletakkan omelet sayur serta nasi hangat di hadapan Arisa lalu ia duduk di sampingnya.
Mata Arisa pun berbinar melihat itu dan ia semakin tidak sabar.
" Terima kasih, Suamiku Sayang " ucap Arisa memberikan sebuah kecupan di pipi Angga sebagai ucapan terima kasih.
Angga tentu saja sangat terkejut karena Arisa tidak pernah mencium dirinya lebih dulu. Ia memeganginya pipinya lalu menatap Arisa tidak percaya. Sedangkan Arisa langsung menyantap omelet sayur buatan Angga itu.
" Mas, ini bener-bener enak " ucap Arisa sambil mengunyah omelet sayur itu.
" Habiskan jika kamu menyukainya " ucap Angga mengusap kepala Arisa.
Arisa pun menganggukkan kepalanya lalu melanjutkan kegiatannya memakan omelet sayur itu.
" Saat hamil Anjani, apakah kamu merasakan ngidam seperti ini? " tanya Angga setelah Arisa menghabiskan sepiring omelet dan nasi hangat.
" Iya Mas, tapi hanya sekali dan baru keturutan sekarang " jawab Arisa.
" Kenapa seperti itu? " tanya Angga.
" Karena aku ngidam masakan kamu dan saat itu kamu gak ada. Tapi gak papa, di hamil yang sekarang ini ngidam aku keturutan buat makan masakan kamu " jawab Arisa mengingat kehamilan pertamanya.
Angga menjadi merasa bersalah mendengar itu. Ia benar-benar menyesal tidak berada di samping Arisa saat hamil Anjani.
" Maafkan aku, Sayang. Aku akan menuruti semua keinginanmu dan anak kita, apapun itu. Aku akan menebus apa yang tidak bisa aku lakukan saat kamu hamil Anjani " ucap Angga menggenggam tangan Arisa.
Arisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" Tolong ceritakan semuanya saat kamu hamil tanpa aku di sisimu. Aku ingin mengetahuinya " ucap Angga pada Arisa.
Arisa pun menceritakan semua tentang kehamilan pertamanya. Dimana saat itu ia yang mengalami morning sickness dan selalu mual hingga kandungannya berusia tiga bulan. Bahkan ia tidak bisa mencium bau bumbu-bumbu dapur dan akan langsung mual jika menciumnya. Arisa benar-benar tidak bisa melakukan apapun dan memilih cuti kuliah untuk beberapa bulan karena tubuhnya sangat lemas ketika pagi hingga siang hari. Benar-benar sangat berbeda dengan kehamilan keduanya ini.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Menikahi Ayah Nadia, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π