
Pada siang harinya, Arisa sudah merasa lebih baik dan ia bersiap-siap untuk pergi ke menghadiri acara tujuh bulanan kehamilan Siska. Arisa akan pergi bersama dengan Papa Hari dan Mama Mutia. Papa Hari sengaja pulang saat jam makan siang dan meminta izin tidak datang lagi ke kantor karena ingin menghadiri acara kakak ipar Arisa itu.
" Kamu sudah baik-baik saja, Sayang? " tanya Mama Mutia saat melihat Arisa sudah rapi dengan gamis berwarna biru muda di tubuhnya dan hijab pashmina dengan warna senada.
" Iya Ma. Arisa sudah merasa jauh lebih baik sekarang " jawab Arisa karena memang tubuhnya sudah tidak terlalu terasa lemas lagi dan rasa pusing di kepalanya juga sudah jauh berkurang.
Papa Hari dan Mama Mutia yang melihat keadaan Arisa sudah membaik pun bernafas lega, mereka juga bisa melihat jika wajah Arisa sudah tidak sepucat tadi pagi.
" Kalau begitu kita berangkat sekarang saja agar kita sampai sebelum acara dimulai " ucap Papa Hari pada Arisa dan Mama Mutia.
Arisa dan Mama Mutia pun menganggukkan kepala mereka.
Setelah itu mereka pun langsung berangkat ke rumah Reno dan Siska dengan menggunakan taksi online yang sudah dipesan oleh Papa Hari sebelumnya. Jarak rumah Reno dan Siska dari rumah Angga dan Arisa lumayan cukup jauh sehingga membutuhkan waktu sekitar empat puluh lima menit untuk sampai di rumah Reno dan Siska dengan kecepatan sedang.
***
Sesampainya di rumah Reno dan Siska, terlihat sudah cukup ramai dan tamu sudah mulai berdatangan. Arisa serta Papa hari dan Mama Mutia pun langsung menghampiri Reno dan Siska yang sedang menyambut tamu dan ditemani oleh Daddy Smith dan Mommy Amelia.
" Assalamualaikum " ucap Arisa serta Papa Hari dan Mama Mutia bersamaan.
" Walaikumsalam " jawab mereka tersenyum.
Arisa menyalami tangan Daddy Smith dan Mommy Amelia baru setelah itu ia memeluk Reno dan Siska.
" Silahkan masuk, Om, Tante " ucap Reno mempersilahkan Papa Hari dan Mama Mutia untuk masuk ke dalam rumah.
Reno dan Siska memanggil mereka demikian karena mereka sudah menjadi sebuah keluarga besar sekarang.
" Sayang, kamu masuk ke dalam aja ya sama Arisa " ucap Reno pada Siska.
" Iya Mas " jawab Siska.
Setelah itu Arisa dan Siska pun memasuki rumah menyusul Papa Hari dan Mama Mutia yang sudah masuk lebih dulu.
" Bagus banget dekorasinya, Kak. Sesuai banget sama baby twins " ucap Arisa saat melihat dekorasi tempat acara sangat bagus.
" Iya, Ris. Kakak sengaja pilih semua ini dan hasilnya memuaskan " jawab Siska.
" Pantes aja Kakak yang pilih jadi hasilnya bagus banget " puji Arisa pada Siska.
Siska pun tersenyum mendengar itu.
Kemudian arisa dan Siska menghampiri Abi Umar dan Ummi Fatimah yang juga datang di acara itu. Arisa mencium tangan Ummi Fatimah dan menanyakan kabar mereka karena cukup lama mereka tidak bertemu.
" Abi dan Ummi turut berduka cita ya, Sayang. Semoga kamu selalu diberikan ketabahan dan kesabaran " ucap Ummi Fatimah yang juga mendengar berita tentang Angga dan baru bisa mengucapkan untuk bela sungkawa sekarang.
" Aamiin, Ummi. Terima kasih " jawab Arisa tersenyum.
Tak lama kemudian, tamu-tamu lain pun mulai berdatangan termasuk teman-teman Siska dan juga anak-anak yatim yang mereka undang ke acara itu.
" Apa kabar, Arisa? " tanya Yeni setelah memeluk Arisa.
" Alhamdulillah, aku baik Kak " jawab Arisa tersenyum.
Setelah itu acara tujuh bulanan kehamilan Siska pun dimulai. Acara itu dimulai dengan salam dan pembukaan dari pembawa acara dan juga sambutan serta ucapan terima kasih dari pihak keluarga yang disampaikan oleh Reno. Lalu dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Alquran serta tausiyah dari Abi Umar yang ditunjuk langsung oleh Reno dan Siska. Di akhir acara ada pembacaan doa untuk kelancaran dan keselamatan Siska dan calon bayi kembar mereka hingga lahir di dunia.
Saat semua rangkaian acara itu selesai dilanjutkan dengan makan bersama dan juga memberikan santunan kepada anak yatim dan piatu dari panti asuhan yayasan Wicaksono Group. Baru setelah itu para tamu dan anak-anak dari panti asuhan pun pergi dan kembali ke rumah masing-masing. Hanya tersisa anggota keluarga mereka saja yang ada di sana untuk membantu membereskan bekas acara.
" Arisa, ini Abang ambilkan kamu makanan. Abang lihat dari tadi kamu gak makan apapun " ucap Reno memberikan sepiring makanan kepada adiknya itu.
Dari tadi memang Reno memperhatikan Aris sayang tidak memakan apapun dan ia tentu saja khawatir jika adiknya itu akan mogok makan lagi.
" Nanti aja, Bang. Aku juga belum lapar " tolak Arisa yang sebenarnya merasa tidak enak karena Rena sudah repot-repot mengambilkannya makanan tetapi memang ia merasa mual mencium bau makanan itu.
" Jangan nanti-nanti. Kalau kamu gak mau makan, nanti kamu sakit lagi " ucap Reno yang khawatir dengan kesehatan adiknya.
Reno memaksa Arisa untuk makan dan menyuapkan makanan ke mulut Arisa walaupun Arisa sudah menolaknya. Hingga sendok berisi makanan itu berada tepat di depan mulut Arisa, Arisa merasa perutnya bergejolak hebat. Arisa segera berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.
" Huek, huek, huek " Arisa benar-benar memuntahkan isi perutnya yang sempat ia makan tadi pagi.
Arisa membasuh mulutnya dengan air dan menyandarkan tubuhnya di wastafel karena merasa lemas.
" Arisa, kamu kenapa? " tanya Reno yang menyusul dan terlihat sangat panik.
Arisa yang merasa tidak memiliki tenaga lagi pun tidak menjawab pertanyaan dari Reno.
Melihat itu, Reno pun semakin panik. Reno segera menghampiri Arisa dan mengangkat tubuh adiknya itu lalu membawanya keluar dari kamar mandi.
" Arisa kenapa, Mas? " tanya Siska yang melihat Arisa digendong oleh suaminya.
" Mas juga gak tau tapi tadi dia muntah-muntah " jawab Reno.
Reno dan Siska segera membawa Arisa ke kamar Arisa yang ada di rumah itu. Para orang tua yang sedang berkumpul dan mengobrol di ruang tamu pun bingung melihat Arisa. Mereka tentu saja panik dan khawatir melihat Arisa di dalam gendongan Reno dan terlihat lemas. Para orang tua pun menyusul Reno dan Siska yang membawa Arisa ke kamar untuk mengetahui keadaannya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π