
Arisa baru sadarkan diri pada pagi harinya. Arisa memegang kepalanya yang terasa sedikit pusing dan mencoba mendudukkan tubuhnya. Tapi beberapa detik kemudian air matanya kembali jatuh saat mengingat apa yang membuatnya tidak sadarkan diri.
" Mas Angga, kamu gak mungkin ninggalin aku kan? " ucap Arisa pelan.
Hati Arisa terasa sangat sakit dan begitu hancur karena semua ini terjadi pada suaminya yang sekarang tidak tahu dimana keberadaannya dan bagaimana keadaannya. Apalagi saat ia menyadari jika semua itu bukan mimpi. Dunia Arisa terasa hancur, baru saja ia memulai kebahagiaan di keluarga kecil mereka tetapi sekarang ia harus menerima ujian seberat ini.
" Aku gak bisa tanpa kamu, Mas. Kita baru mulai kebahagiaan kita dan kamu gak boleh pergi ninggalin aku. Hati kecil aku yakin kalau kamu pasti kembali seperti yang kamu bilang " ucap Arisa berharap Angga segera kembali kepadanya.
Arisa selalu meyakini jika Angga pasti kembali walaupun itu benar atau tidak. Ia masih belum bisa menerima jika Angga pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya.
" Aku harus mencari Mas Angga. Mas Angga pasti selamat " ucap Arisa turun dari tempat tidur walaupun tubuhnya terasa sangat lemas.
Arisa ingin mencari Angga karena ia yakin jika Angga akan selamat dari kejadian ini. Ia yakin jika Angga tidak meninggalkannya dengan cara seperti ini. Tapi baru saja ia berdiri, kepalanya terasa pusing. Arisa bahkan hampir terjatuh ke lantai jika Tya tidak datang ke kamar yang di tempati Arisa dan menangkap tubuhnya.
" Arisa " pekik Tya langsung berlari dan menangkap tubuh Arisa.
Tya ingin memeriksa keadaan apakah masih tidak sadarkan diri tetapi malah ia melihat Arisa yang hampir terjatuh.
" Astaghfirullah Arisa, kamu mau kemana? Badan kamu tuh masih lemah " ucap Tya mendudukkan tubuh Arisa di tepi tempat tidur dan ia duduk di sampingnya.
" Aku mau cari Mas Angga, Kak. Aku yakin Mas Angga pasti selamat dan dia juga bilang sama aku kalau dia pasti kembali " jawab Arisa dengan air mata yang terus mengalir.
Tya menghela napasnya panjang. Ia paham apa yang dirasakan oleh Arisa tetapi ia tidak mungkin membiarkan Arisa pergi untuk mencari Angga.
" Kita juga berharap seperti itu tapi lebih baik kamu tetap di sini. Badan kamu masih lemas dan kamu harus banyak istirahat. Ayah juga sudah memerintahkan orang-orangnya untuk mencari Kak Angga dan dibantu juga sama pihak kepolisian. Mas Ardi dan yang lainnya juga nanti akan ke sana buat cari Kak Angga. Jadi kita tunggu aja di rumah ya dan sekarang kamu istirahat " ucap Tya pada Arisa.
" Enggak Kak, aku harus cari suami aku sekarang " ucap Arisa hendak beranjak pergi tetapi Tya mencegahnya.
" Jangan, Arisa. Keadaan kamu belum bisa pergi sekarang " ucap Tya menahan tangan Arisa.
" Maaf Kak, tapi aku mau cari suami aku " jawab Arisa menghempaskan tangan Tya.
Arisa segera pergi keluar dari kamar walaupun dengan tubuh yang sempoyongan karena memang ia masih lemah setelah tidak sadarkan diri. Tya segera mengejar Arisa karena ia tidak ingin Arisa pergi dengan keadaan seperti dan nanti terjadi sesuatu kepadanya.
" Arisa, tunggu " teriak Tya mengejar Arisa yang mencoba berlari menuju pintu utama.
Arisa tidak memperdulikan teriakan Tya karena dalam pikirannya sekarang adalah ia harus pergi untuk mencari suaminya.
Teriakan Tya itu membuat semua orang yang ada di rumah itu keluar dari kamar mereka masing-masing. Mereka langsung menghampiri Tya yang sedang berlari menuju pintu utama.
" Sayang, ada apa? " tanya Ardi pada Tya.
" Arisa pergi mau cari Kak Angga, Mas " jawab Tya.
Mendengar itu, Ardi langsung berlari keluar untuk mengejar Arisa. Ardi melihat Arisa hampir keluar dari gerbang, beruntung beberapa pengawal menahannya.
" Kalian tolong minggir, aku ingin mencari suamiku " ucap Arisa pada para pengawal itu.
" Maaf Nona, kami tidak bisa membiarkan Anda pergi tanpa ada izin dari Tuan Gunawan ataupun Tuan Muda Ardi " jawab salah satu pengawal itu.
" Arisa, kamu mau kemana? " tanya Ardi saat sudah berada di dekat Arisa.
" Kak tolong izinin aku cari Mas Angga, Kak. Aku yakin Mas Angga selamat dan aku harus cepet ketemu sama dia " ucap Arisa pada Ardi.
" Enggak sekarang, Arisa. Keadaan kamu masih lemah dan kamu harus istirahat dulu. Kita bisa cari Angga sama-sama tapi sekarang kamu di rumah dulu. Kakak akan pergi cari Kak Angga sampai ketemu " jawab Ardi yang tidak mengizinkan Arisa untuk pergi mencari Angga.
Arisa menjatuhkan tubuhnya di tanah. Ia ingin sekali pergi mencari Angga tetapi tidak ada yang membiarkannya untuk pergi. Sedangkan Ardi sebenarnya tidak tega melihat betapa hancurnya Arisa saat ini tapi menurutnya itu yang terbaik. Biar dirinya dan yang lainnya yang mencari Angga. Ardi menunggu Tya untuk menghampiri mereka dan membawa Arisa masuk kembali ke dalam rumah karena ia tidak bisa menyentuh Arisa.
Terlihat Tya serta Tuan Gunawan dan Nyonya Dewi menghampiri Arisa dan Ardi. Nyonya Dewi segera memeluk Arisa dan meminta untuk berdiri.
" Bangunlah, Sayang " ucap Nyonya Dewi membantu Arisa untuk berdiri.
" Bu, Mas Angga. Aku mau cari Mas Angga " ucap Arisa dalam tangisnya.
" Iya Sayang, Ayah sama Ardi akan mencari Angga. Sekarang kita masuk karena kamu harus istirahat sekarang " jawab Nyonya Dewi.
Akhirnya Arisa pun mau untuk kembali masuk ke dalam rumah bersama dengan Nyonya Dewi dan Tya.
" Lebih baik sekarang kita pergi untuk mencari Angga " ucap Tuan Gunawan pada Ardi.
" Iya Ayah " jawab Ardi. Setelah itu Tuan Gunawan dan Ardi pun segera bersiap-siap untuk mencari Angga yang sampai saat ini belum ditemukan.
***
Setelah kepergian Tuan Gunawan dan Ardi serta Teno untuk mencari Angga, Nyonya Dewi dan Tya terus membujuk Arisa untuk makan tetapi Arisa selalu menolaknya.
" Arisa gak lapar, Bu " tolak Arisa untuk kesekian kalinya.
" Baiklah, tapi nanti kamu makan ya. Kamu bisa sakit kalau gak makan, Sayang " ucap Nyonya Dewi menyerah membujuk Arisa untuk makan.
Arisa pun hanya menganggukkan kepalanya.
Nyonya Dewi beranjak pergi dari kamar itu dengan membawa sebuah nampan yang berisi makan untuk Arisa.
" Gimana, Bu? " tanya Tya yang baru masuk.
" Arisa masih belum mau makan " jawab Nyonya Dewi.
Tya menghela napasnya dan melihat Arisa yang bersandar di tempat tidur dengan tatapan kosong. Jika ia berada di posisi Arisa mungkin ia akan sama hancurnya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π