
Arisa merasa tidurnya terganggu saat merasa ada yang menepuk-nepuk pipinya berkali-kali meski dengan begitu lembut. Arisa perlahan membuka matanya dan hal yang pertama kali ia lihat adalah wajah tampan Angga. Ternyata Angga lah yang menepuk-nepuk pipinya agar ia terbangun.
" Bangunlah, ini sudah subuh " ucap Angga pada Arisa setelah Arisa membuka matanya.
" He'em " jawab Arisa yang masih mengantuk, terlebih lagi tubuhnya terasa sangat lelah dan pegal karena apa yang terjadi antara dirinya dan Angga tadi malam.
Walaupun terasa sangat berat, Arisa berusaha untuk tetap bangun karena ia harus segera melaksanakan kewajibannya menghadap sang pencipta.
Saat ia hendak turun dari tempat tidur, tiba-tiba tubuhnya terasa melayang dan itu karena Angga yang tanpa aba-aba menggendongnya ala bridal style. Arisa sebenarnya sangat terkejut tapi saat ia ingin minta diturunkan, Angga sudah berkata sesuatu lebih dulu.
" Aku tahu pasti masih sakit jadi diam dan aku akan menggendongmu ke kamar mandi " ucap Angga saat Arisa baru saja ingin membuka mulutnya.
Akhirnya Arisa pun hanya bisa pasrah dan membiarkan Angga menggendongnya ke dalam kamar mandi. Tadi malam saat hendak membersihkan tubuh mereka setelah kegiatan panas, Arisa mengeluh jika bagian intinya terasa sangat sakit sehingga sejak saat itu Angga selalu menggendongnya kemanapun karena ia merasa bersalah sebab Arisa seperti itu karena ulahnya.
" Keluarlah Mas, aku mau sekalian mandi " usir Arisa saat Angga sudah mendudukkan tubuhnya di atas closet.
Arisa tidak ingin merasa malu lagi seperti tadi malam, Angga memandikannya hingga selesai karena mengetahui jika Arisa merasakan sakit di bagian intinya. Arisa tentu saja sangat malu walaupun mereka sudah melakukannya.
" Kamu yakin? Apa kamu bisa melakukannya sendiri? " tanya Angga khawatir karena Arisa cukup kesulitan untuk bergerak.
" Iya Mas, yakin. Ini juga sudah enggak terlalu sakit kok " jawab Arisa ingin Angga segera pergi dari kamar mandi.
" Baiklah. Jika sudah selesai kamu bisa panggil aku " ucap Angga pada Arisa.
Arisa pun langsung menganggukkan kepalanya.
Setelah itu Angga keluar dan menutup kamar mandi itu. Arisa bernapas lega karena Angga tidak memaksa untuk memandikannya seperti tadi malah sehingga ia tidak harus menahan malu lagi.
" Untung Mas Angga cepet keluar " ucap Arisa merasa lega.
Arisa pun mulai membersihkan tubuhnya sendiri. Beruntung sakit di bagian intinya sudah berkurang sehingga ia bisa lebih leluasa bergerak.
Saat sudah selesai, Arisa baru menyadari jika ia tidak membawa pakaian ganti ataupun bathrobe. Hanya ada dua buah handuk di kamar mandi itu yang biasanya ia siapkan.
" Aduh, kok bisa lupa. Gimana dong " ucap Arisa bingung.
Arisa sedikit ragu keluar hanya dengan menggunakan handuk saja terlebih di dalam kamar ada Angga.
" Ya sudahlah, Mas Angga suamiku juga kan. Lagipula kita sudah gituan juga " ucap Arisa mengesampingkan rasa malunya walaupun pipinya tetap terlihat memerah.
Arisa meraih salah satu handuk yang ada di sana dan langsung memakainya untuk menutupi sebagian tubuh. Arisa langsung keluar dari kamar mandi tanpa memanggil Angga seperti yang Angga pinta tadi karena ia merasa sudah bisa melakukannya sendiri. Lagipula ia sudah mengambil air wudhu sehingga jangan sampai ia bersentuhan dengan Angga dulu.
" Kenapa tidak memanggilku? " tanya Angga saat melihat Arisa keluar dari kamar mandi.
" Sekarang biar aku bantu " ucap Angga berjalan mendekati Arisa.
" Stop " ucap Arisa mengangkat tangannya dan menghentikan langkah Angga untuk mendekati dirinya.
" Aku sudah berwudhu Mas, jadi Mas Angga jangan pegang aku sebelum kita selesai sholat subuh " lanjut Arisa.
Angga pun paham dan tetap berdiri di tempatnya.
" Sekarang mending Mas Angga cepet ambil ai wudhu " ucap Arisa pada Angga.
Angga menganggukkan kepalanya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Selagi Angga mengambil air wudhu di kamar mandi, Arisa dengan segera melangkah menuju lemari untuk memakai pakaiannya walaupun dengan sedikit terlatih. Ia harus cepat berpakaian sebelum Angga selesai. Arisa juga menyiapkan peralatan sholat untuk mereka gunakan sholat subuh berjamaah.
Setelah Angga selesai mengambil air wudhu dan keluar dari kamar mandi, Angga dan Arisa pun melaksanakan sholat subuh berjamaah seperti yang hampir tiga bulan ini mereka lakukan setelah menikah. Arisa segera mencium tangan Angga sebagai penghormatan kepada suaminya dan tidak lupa juga Angga mencium kening Arisa.
Walaupun hampir setiap hari melakukannya tetapi kali ini terasa sangat berbeda. Mungkin karena mereka telah menjadi pasangan suami istri yang seutuhnya dan mereka juga sudah saling mencintai. Senyum tidak lepas dari bibir Arisa karena ia merasa sangat bahagia, begitu juga dengan Angga yang sebenarnya jarang tersenyum tetapi sekarang selalu menampilkan senyumnya di depan sang istri.
" Mas, terima kasih ya. Kamu membuktikan ucapan kamu buat mengganti semuanya dengan yang lebih indah dan agar aku hanya mengingat kamu, semua itu terbukti Mas. Sekarang dalam pikiran dan ingatan aku hanya kamu dan semua hal indah yang kita lewati bersama " ucap Arisa menatap Angga penuh cinta.
Angga tersenyum dan menganggukkan kepalanya. " Aku akan melakukan apapun untuk kebahagiaanmu dan aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti dan merusak kebahagiaanmu " jawab Angga membalas tatapan penuh cinta Arisa.
" Bukan hanya kebahagiaanku, tapi kebahagiaan kita. Karena aku ingin bahagia bersama kamu, suamiku " ucap Arisa ingin bahagia berdua bersama Angga.
Angga tersenyum lalu menarik Arisa ke dalam pelukannya. Tak tahu lagi bagaimana ia harus berterima kasih kepada Tuhan karena telah memberikan seorang istri seperti Arisa. Angga bisa merasakan kebahagiaan yang sebenarnya setelah kedua orang tuanya pergi meninggalkannya sendiri.
" Aku mencintaimu dan jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aku " ucap Angga yang sangat takut jika harus kehilangan orang yang dicintainya lagi.
" Tidak pernah terpikirkan sedikit pun untuk aku meninggalkan kamu, Mas. Karena aku juga mencintai kamu " jawab Arisa yang merasa sangat nyaman di dalam pelukan Angga.
Sepasang pengantin yang sebenarnya tidak baru lagi itu sedang merasakan kebahagiaan yang baru mereka dapatkan. Mereka saling memeluk dengan penuh perasaan dan menyalurkan rasa cinta masing-masing.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π