Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
53. Harus Pergi


Angga dan Teno masuk ke dalam rumah utama dan menemui Tuan Gunawan dan Ardi yang sedang menunggu mereka di ruang kerja Tuan Gunawan. Mereka akan bergerak jika sudah mendapatkan perintah dari Tuan Gunawan.


" Kita berangkat sekarang atau perusahaan kita akan benar-benar hancur " ucap Tuan Gunawan pada mereka bertiga.


" Baik Tuan " jawab Angga dan Teno bersamaan.


Setelah itu Angga serta yang lainnya pun segera bersiap dan mengambil senjata yang mungkin saja akan sangat dibutuhkan. Tuan Gunawan sudah mendapatkan izin untuk menggunakannya oleh pihak kepolisian.


Sebelum pergi, Angga berpamitan dulu kepada Arisa yang sedang bersama dengan Tya dan Nyonya Dewi.


" Arisa, aku harus pergi " ucap Angga saat sudah berada di hadapan Arisa.


Walaupun sangat khawatir dan takut Angga kenapa-napa tetapi Arisa tidak bisa melarang Angga untuk pergi, walaupun sangat ingin. Ini semua sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Angga jauh sebelum Angga menikah dengan dirinya. Arisa juga yakin pasti ada hal yang sangat buruk sehingga banyak sekali anak buah Angga yang ikut serta bersama mereka dan ini bukan masalah kantor biasa.


" Iya Mas. Mas Angga harus selalu berhati-hati " jawab Arisa meraih tangan Angga dan menggenggamnya.


Angga pun menganggukan kepalanya dan mengusap lembut pipi Arisa.


" Kamu jangan pergi kemana pun sebelum salah satu dari kita kembali. Kamu juga harus bisa menjaga diri kamu " ucap Angga pada Arisa.


Hati Arisa terasa sesak dan sakit saat Angga mengatakan itu, ia merasa ada hal yang akan terjadi pada mereka tetapi Arisa harus bisa berpikir ke hal yang positif.


" Iya Mas, Mas Angga juga harus cepat kembali. Aku gak akan bisa tidur kalau gak dipeluk sama Mas Angga " jawab Arisa yang sekarang akan sudah tidur jika tidak berada di dalam pelukan Angga.


Angga tersenyum mendengar ucapan istrinya itu. " Aku pasti akan kembali, cepat atau lambat untuk memelukmu saat kamu tidur. Jadi kamu tidak perlu khawatir " ucap Angga meyakinkan Arisa.


" Iya Mas " jawab Arisa tersenyum menutupi rasa khawatirnya.


Arisa memeluk tubuh Angga dengan erat karena ia merasa sangat berat melepas suaminya pergi, begitu juga Angga yang berat meninggalkan Arisa karena ia tidak tahu nasibnya bagaimana kedepannya. Bisakah ia kembali dan bisa memeluk Arisa lagi, ia tidak yakin dengan itu karena yang akan mereka hadapi ini adalah orang yang sangat bahaya. Angga membalas pelukan Arisa tidak kalah eratnya.


Angga melepaskan pelukan itu karena harus segera pergi sebelum keadaan perusahaan semakin memburuk dan musuh-musuh mereka berhasil untuk menghancurkan Wicaksono Group.


" Aku harus pergi sekarang, Arisa " ucap Angga pada Arisa lalu mencium kening Arisa.


" Iya Mas " jawab Arisa meraih tangan Angga dan menciumnya.


Angga mengusap kepala Arisa sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan rumah utama bersama dengan yang lainnya.


Arisa hanya bisa melihat kepergian Angga dengan hati yang berat. Jujur saja ia sangat khawatir jika terjadi apa-apa kepada suaminya. Air mata yang Arisa tahan dari tadi akhirnya jatuh juga tetapi dengan cepat Arisa menghapusnya.


" Sayang, ayo kita masuk " ajak Nyonya Dewi merangkul tubuh Arisa.


" Iya Bu " jawab Arisa.


Arisa dan Nyonya Dewi pun masuk ke dalam rumah menyusul Tya yang sudah masuk lebih dulu bersama dengan Aditya yang kebetulan sedang rewel.


" Coba sama aku, Kak " ucap Arisa yang tidak tega melihat Aditya yang terus menangis.


Tya pun memberikan Aditya yang masih menangis ke dalam gendongan Arisa.


" Adit jangan nangis lagi ya, Sayang. Adit kan anak pintar dan hebat. Nanti kalau Adit gak nangis lagi, Tante Arisa beliin permen deh " ucap Arisa mencoba untuk menenangkan Aditya yang terus memanggil ayahnya.


" Yah, Yah " ucap Aditya terus memanggil ayahnya.


" Ayah sebentar lagi pulang sama Om Angga sama Opa. Jadi Adit jangan nangis lagi dan pintar-pintar di rumah sama Tante Arisa, Bunda dan Oma ya " ucap Arisa mengusap-usap punggung Aditya.


Setelah sekitar satu jam Arisa mencoba menenangkan Aditya, akhirnya Aditya berhenti menangis dan mulai tertidur dalam gendongan Arisa. Arisa segera membawa Aditya ke kamar Ardi dan Tya untuk menidurkannya bersama Tya.


" Terima kasih ya Ris, sudah bantu menidurkan Adit " ucap Tya setelah Arisa meletakkan Aditya di atas tempat tidur.


" Iya Kak " jawab Arisa tersenyum.


" Kamu tidur di sini aja ya, temenin Kakak sama Adit " ucap Tya pada Arisa.


Arisa cukup terkejut mendengar Tya meminta tidur bersama dengan mereka. Arisa merasa tidak pantas karena mereka adalah majikan suaminya


" Cepatlah naik ke atas tempat tidur. Lagipula sepertinya mereka tidak pulang malam ini " ucap Tya pada Arisa.


Arisa akhirnya pun naik ke atas tempat tidur dan malam ini ia akan tidur bersama dengan Tya dan Aditya, tanpa pelukan dari Angga. Mengingat itu, Arisa menjadi bertambah khawatir bagaimana keadaan Angga sekarang.


" Kak " panggil Arisa pada Tya.


" Iya Ris " jawab Tya menoleh pada Arisa.


" Sebenarnya ada apa? Aku yakin ini bukan hanya masalah kantor biasa, Kak. Apa ada yang ingin berbuat jahat kepada kita? " tanya Arisa yang ingin tahu ada apa sebenarnya.


Tya menghela napasnya panjang karena ia juga sebenarnya tidak tahu tentang apa yang terjadi sekarang karena suaminya hanya mengatakan hal yang sama seperti yang Angga katakan dan berkata tidak perlu khawatir.


" Kakak juga sebenarnya gak tau, Ris. Suami kita itu sama-sama kita gak ingin mengatakan apapun " jawab Tya.


Arisa pun terdiam karena ternyata Tya juga sama dengan dirinya yang tidak mengetahui apa-apa.


" Kita bisa tanyakan pada Ibu besok. Sekarang tidurlah dan jangan khawatir. Kita harus yakin jika mereka akan baik-baik saja " ucap Tya pada Arisa.


" Iya Kak " jawab Arisa.


Arisa pun mencoba untuk memejamkan matanya dan tidur tetapi tetap saja tidak bisa karena ia terus memikirkan Angga yang entah bagaimana sekarang keadaannya, begitu juga dengan Tya yang mengkhawatirkan Ardi.


Akhirnya sepanjang malam Arisa dan Tya sama-sama saling terdiam tanpa bisa tertidur.


" Semoga kamu baik-baik aja dan cepat kembali, Mas " ucap Arisa dalam hati.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘