
"Iya dan dia akan tumbuh besar nanti"
"Astaga.."
Metta memejamkan matanya, dia tak menyangka Farrel akan bersikap berlebihan seperti anak kecil.
"Dasar bocil"
"Dasar boo doo hh" ucap anak laki laki itu dengan bergumam jelas kemudian mengulurkan lidahnya lagi pada Farrel.
Membuat Farrel membulatkan kedua matanya dengan tajam.
"Sudah.."ucap Metta menenangkan Farrel.
"Astaga, perasaan gue nenangin mulu. Kapan ditenangkan nya kalo gini"
Metta kemudian menyandarkan kepalanya pada bahu Farrel dengan sengaja, agar mereka berhenti saling mengganggu satu sama lain dan meskipun akan membuat dia malu jika bersikap begitu di tempat umum, namun itu lebih baik dari pada malu atas kelakuan Farrel yang sama sama menanggapi anak kecil itu.
Benar saja tubuh Farrel mundur seketika begitu kepala Metta bersandar pada bahunya. Membuat Metta menyinggungkan bibirnya.
"Apa kakak cape" Metta mengangguk.
"Begini lebih baik bukan"
"Tidurlah, nanti kubangunkan" Metta mengangguk lagi.
Akhirnya perdebatan yang tidak berarti itu berhenti, mereka sama sama tertidur. Dan Metta bernafas lega,
"Berpura pura tidur boleh juga ternyata"
Sesaat kemudian dia ikut tertidur, dengan kepala yang menyandar pada bahu Farrel.
.
.
Terdengar suara isak tangis yang tak jauh dari tempatnya, Farrel mngerjap melihat anak laki laki yang duduk dihadapan nya itu tengah menangis sendirian, sedangkan ibunya tidak ada entah kemana. Farrel langsung berhambur, duduk disebelah anak itu dan berusaha menenangkan nya.
"Mami.. hiks...mami...huaaaa"
"Udah yaa udah jangan nangis," Farrel menepuk lembut punggungnya.
"Mami...huaaaa"
"Nanti kita cari mami yaa..cup cup udah adek sama kakak dulu yaa"
Anak kecil itu tidak juga berhenti menangis, Farrel mengangkat dan memindahkannya dipangkuan nya, tangan nya terulur memeluk anak itu.
"Anak laki laki gak boleh cengeng, harus kuat yaa. nanti kita cari sama sama,"ucap Farrel dengan lembut, membuat tangisannya mulai mereda.
"Hiks..Hiks.. hiks"
"Kalo nangis terus, malah nanti gak bisa cari maminya"
"Mami hiks...gak ninggalin aku kan?"anak kecil itu menatap lekat Farrel.
Farrel tersenyum,"Enggak, mami nya adek sebentar lagi juga akan dateng,"
"Tapi mami kemana hiks.. ?Huwaaaa..aa"
"Mungkin mami nya lagi ke toilet, udah cup cup yaa"
Farrel menepuk punggung anak yang belum lama ini mengajak ribut dirinya.
"Sebentar lagi mami nya pasti kesini, mami kan sayang sama adek, jadi gak mungkin ninggalin adek" tangan Farrel beralih mengelus lembut kepala dan punggungnya.
Anak kecil itu mengangguk " Tapi kan adek kan hiks.. nakal, suka bikin kesel mami hiks..hiks.. Adek takut ditinggalin disini..hiks hiks...."
"Meskipun bikin kesel tapi kan pasti mami sayang adek, jadi adek gak boleh nakal"anak kecil itu mengangguk lagi.
"Seperti kakak sayang kakak cantik yaa hiks.." ucap nya lirih.
Farrel sontak melirik Metta yang sedari tadi memperhatikan. Dengan senyuman paling manis yang memperlihatkan deretan gigi yang berjajar rapi, lalu beralih kembali menatap anak itu.
"Iya, seperti kakak yang sayang kakak cantik, jadi gak mungkin kakak akan ninggalin orang yang kakak sayang" ucap nya dengan lembut.
"Astaga, yang ada dia yang bikin kesel"
"Iya meskipun kakak cantik bikin kesel, kakak cantik bikin kakak marah, bikin kakak nangis, tapi kakak sayang kakak cantik. Gitu juga sebaliknya"
Anak itu mengernyit "Sebaliknya apa?"
"Astaga malah ditanya lagi"
"Sebaliknya itu, misalnya meskipun kakak yang nakal, kakak yang suka bikin kakak cantik kesel, bikin kakak cantik marah, tapi kakak cantik sayang kakak. Jadi kakak cantik gak akan ninggalin kakak, Gitu." Farrel menjelaskan dengan pelan pelan.
"Benarkan kak?" Farrel tiba tiba mengalihkannya pada Metta. Membuat Metta yang tengah memperhatikan interaksi mereka pun gelagapan.
"Hah,,,apa?"
"Benar kakak cantik gak akan ninggalin kakak ini?,
"Eunm.."
"Jawab kak, sama anak kecil gak boleh bohong lho, nanti ditiru" Farrel terkekeh.
"Iya..kan?" Ucap Farrel pada anak itu.
Dia mengangguk, " Benar gitu kak?"
Metta yang tadinya kagum akan sikap Farrel yang bisa menenangkan anak itu, kini malah merasa dia masuk perangkap.
"Astaga gue malah merasa dijebak begini"
"Iiiiya..." Metta akhirnya mengangguk.
Farrel tersenyum dengan mengusap kepala bocah itu.
"Meskipun kakak ini jelek,?"
"Hei..apa itu?" bilang kakak jelek segala" Farrel mulai menggelitik pada ketiak anak itu.
"Huaaahaah..iya ya iyaaa, geli kak geli"
"Lalu siapa yang ganteng?Kamu gitu hah.."
"Iya aku lah" Anak kecil itu mulai tertawa lgi dan Farrel menggelitiknya dengan leluasa.
"Ternyata dia bisa juga menenangkan anak anak"
.
Tak lama kemudian celoteh anak kecil itu tidak terdengar lagi. Dia terlelap dalam pangkuan Farrel yang terpaksa duduk dibangunnya, sementara sang ibu yang baru kembali dari toilet duduk bersama Metta mengganti kan Farrel.
"Makasih yaa mas, udah nenangin anak saya sampai tidur begitu"
"Sama sama bu, tak perlu sungkan." Ucapnya.
Sementara Metta dibuat terpesona dengan Farrel yang dapat menenangkan.
"Seperti apa sebenarnya kamu itu?"
.
.
.
Jangan lupa like, komen yaa, rate 5, masukan juga karya ini di Rak buku Fav kalian yaa.. 🤗
Makasih😘
Oiya...
karya ini juga sebenernya aku daftar in lomba update tim. Mungkin tertera ya dibagian detail didepan. Tapi aku selow, 🤣🤣 Gak mikirin lomba, aku dah ngerasa seneng banget ada yang baca dan dukung aku. apalagi ada yang nunggu.
Tapi kalo tidak keberatan boleh Vote karya aku dengan mengklik Vote di bar tulisan -karya ini ikut lomba- bisa vote pake poin yaa🤭
🍁Banyak mau othornya ini🤧🤧