
Farrel, pajak jadian lagi pajak jadian lagi" ucap Metta heran akan kelakuan konyol pacarnya itu.
" Jadi benar kakak pacaran sama dia?" ucap Andra.
Metta beralih menatap Farrel yang tengah tersenyum beralih pada Andra adiknya.
" Ayo kak bilang jangan malu malu" Farrel terkekeh.
Semburat merah terlihat di pipi Metta sekarang, dia tersipu malu.
" Wah ternyata kakak benar benar dapat berondong " ujar Nissa berteriak.
Pletak..
Andra menyentil dahi adiknya itu dengan keras, " Gak mesti teriak juga kali, woi" tukas Andra dengan kesal.
Pasalnya dia tidak menyangka kakaknya mempunyai perasaan yang sama dengan Farrel.
" Gue hanya takut kakak akan kecewa lagi" batun Andra dengan menatap Metta yang salah tingkah.
" See, benarkan yang aku bilang, jadi bagaimana ndra?"
" Ok, ok calon kakak ipar " sahut Andra.
Farrel tergelak mendengar apa yang Andra katakan, sementara Metta yang sedang menyuap roti kemulutnya malah tersedak.
" Uhuk..."
" Kakak pelan pelan saja, lagian tidak akan ada yang merebut sarapan kakak" Farrel menepuk nepuk punggung Metta.
" Apa tadi loe bilang nyon?"
" Apa?"
" Tadi loe bilang apa, panggil apa?
" CALON KAKAK IPAR" tukas Andra dengan penuh penekanan serta sorot mata menajam ke arah Farrel yang sedang terkekeh.
Farrel beralih menatap Metta yang tengah membulatkan matanya penuh kearah dirinya.
" Aku yang minta kak," tukas Farrel dengan senyum yang terukir di wajahnya.
Metta menghela nafas, entah kenapa dia seakan tidak bisa berkata apa apa ketika Farrel memperlihatkan wajah imut dan menggemaskan nya itu.
Andra memutar matanya malas saat melihat Farrel dan Metta saling menatap.
" Gue pergi dulu, ayo Nis nanti kita terlambat" Andra beranjak dari duduknya, dan berlalu tanpa menunggu ibunya yang belum juga kembali.
" Tunggu bang" teriak Nissa menyambar tasnya.
" Kak Sha, bang Farrel aku pergi "
" Hati hati ndra, Nis" ujar Metta.
.
.
" Bang, kok abang kayak gak suka gitu sama Bang Farrel? tanya Nissa.
" Bukan gak suka tapi gimana yaa!"
" Keliatan nya bang Farrel baik kok orang nya,"
" Dulu juga bang Faiz orang nya baik, awalnya" Andra menekan kan kata terakhirnya.
" Tapi akhirnya hanya menyakiti kak Sha kan"
" Jadi maksud abang, bang Farrel juga bakalan nyakitin kakak? gitu..?" sahut Nissa dengan polosnya.
" Gue gak mau kak Sha sakit hati lagi, menderita lagi kayak waktu sama bang Faiz dulu!" sahut Andra menatap adiknya yang tengah melepas helm dikepalanya.
" Tapi gue lihat bang Farrel yang cinta banget sama kakak, baik pula.. bawain sesuatu buat kita juga buat ibu kan"
" Gak gitu juga, tapi gue khawatir onyon" Andra menjitak kepala adiknya yang masih terlalu polos itu.
" Aaisshh, abang sakit tau!" Nissa meringis, dan mengusap kepalanya yang sakit.
" Semua cowo juga baik pada awalnya kan, apalagi dia masih muda gitu, gak beda jauh dari gue, astaga" tukas Andra meraup wajahnya.
" Gue mah beda, gak bakal nyakitin cewe duluan kalo gak cewe itu yang nyakitin gue" tukas Andra.
"Lah kemaren apa? bikin Nissa nangis" sahut Nissa dengan bibir yang mengerucut.
" Udah deh loe gak bakalan ngerti" tukas Andra berlalu pergi menuju kelasnya meninggalkan Nissa yang masih mematung.
Andra hanya tidak ingin hal yang menyakitkan yang dialami oleh kakak nya dulu harus terulang kembali, masalahnya terletak pada usia Farrel yang masih jauh di bawah Metta, dan merasa kalau cinta yang Farrel rasakan untuk kakaknya tidak mungjin serius.
Lagi lagi Andra menghela nafas, hingga dia tidak bisa konsentrasi belajar.
" Woi ngapain loe ngelamun aja" ucap jaka teman sebangku sekaligus sahabatnya itu.
" Tau nih bocah, ngapa loe tumben banget jadi pendiem gini, biasa nya juga loe heboh." sahut Irfan yang duduk ditepi meja Andra.
" Sariawan kali" timpal jaka
" Diputusin pacar kali ya, ketauan kan loe selingkuh" tanya irfan.
" Jiiaah, ketauan..buaya buntung ketauan niih" ucap jaka setengah teriak,membuat teman teman sekelasnya seketika menatapnya.
Irfan dan jaka tertawa terpingkal pingkal.
" Bisa diem gak loe loe pada, gue lagi gak mood bercanda" Andra terlihat kesal, menyandarkan tubuhnya ke kursi dan menghela nafas.
" Gue mau tanya sama kalian berdua?"
" Loe kalau punya pacar loe bakal serius gak loe kalo pacar loe lebih tua dari loe" Andra menunjuk pada Irfan.
" Gue, gue mah ogah nyari cewe lebih tua dari gue" gidik Irfan.
" Kenapa?"
" Yaa, enggak lah kalau cewenya lebih tua dari kita mana asyik, udah gak bisa diajak seru seruan, pasti cewe nya juga udah ngebet pengen kawin terus kalo kita kawin, wah wah ogah dah kita masih kuat dia udah loyo aja" Jawab Irfan dengan tertawa.
" Kalo loe?" Andra beralih menatap Jaka yang berada disampingnya.
" Gue mah sebenernya simple, kalo toh kita udah jodohnya mau di kata apa juga ya pasti berjodoh! bener gak, tapi kalo misalkan boleh milih sih mending cari cewe yang seumuran aja kalo gak dibawah kita, jadi kalo kita tua nanti kita yang di urusin, bukan kita yang ngurusin cewe kita yang tua duluan, bener gak?"
" Lagian loe ngapain sih nanya yang beginian, dah mau kawin loe,?"
" Nikah bego" jaka menoyor kepala Irfan.
" Yaa sama aja, udah nikah nanti nya juga kawin nantinya kan" jawab Irfan seenaknya.
" Otak loe udah geser ngab" seru Jaka.
" Masih jadi beban orang tua juga loe mikirin cewe mulu, gak puas loe udah macarin 3 cewek sekaligus.?" ucap Irfan sarkas.
Lantas keduanya tertawa lagi, sementara Andra hanya diam memikirkan bagaimana nasib kakak nya nanti.
Memang ada benarnya juga apa yang sahabat sahabatnya itu katakan.
Gimana nanti kalau seandainya Farrel juga berpikir seperti itu, hingga akhirnya akan membuat kakaknya menderita lagi jika suatu hari nanti ditinggalkan Farrel seperti apa yang dilakukan Faiz dulu, meski sampai sekarang pun mereka tidak tau apa yang menyebabkan Faiz meninggalkan Metta tepat dihari pernikahannya.
Andra berkali kali menghela nafas nya dengan berat,
" Gue gak akan tinggal diam kalo itu semua terjadi" Andra mengepalkan tangannya dan menggebrak meja, membuat irfan dan Jaka sontak kaget.
" Wey, tenang bro tenang" ucap Jaka mengangkat kedua tangannya ke dada.
" Loe gak lagi di minta kawin sekarang kan?"
" Makanya loe belajar setia dulu loe baru nanti fikirin lagi tentang kawin, kalo kita udah gak jadi beban juga " timpal Irfan
Andra beranjak meninggalkan mereka berdua yang masih saling bercanda,
" Woi kemana woi, maen pergi aja! dia yang nanya dia juga yang sewot " ujar Irfan, dan jaka hanya tertawa melihat kepergian sahabatnya itu kemudian merekapun keluar menyusul Andra.
.
.
Semangat sedang naik turun niih😁, ilham suka dateng telat, malah dateng pas lagi gak bisa ngetiknya ..hadeeuh
Jangan lupa like dan komen nya yaa, semoga suka karya receh remahan ranginang sisa lebaran ini 😘😘