Berondong Manisku

Berondong Manisku
Bahagia tidak?


Mereka berdua kini duduk saling berdampingan, dalam hamparan luas beralaskan rumput hijau, menatap kerlap-kerlip lampu kota yang menjadi view tersendiri bagi mereka, inilah tempat pertama mereka saling mengungkapkan hati.


Berkali-kali Metta menghela nafas, mengeluarkan sesak yang menyeruak didalam dada.


"El, apa kita tidak sedang bermimpi?"ucap Metta memeluk lutut.


"Sepertinya tidak,"


"Aku tidak habis fikir kenapa mereka bermain-main dengan perasaan kita."


Farrel mengangguk,"Maafkan keluargaku ya, Mereka memang sangat berlebihan menanggapi sesuatu!"


"Aku juga tadi bersikap berlebihan, aku hanya kaget. Bahkan sahabatku sendiri ikut terlibat."


Farrel menghembuskan nafasnya perlahan,"Mereka hanya ingin yang terbaik untuk kita, aku sadar karena dulu aku selalu menghindar jika ada suatu masalah, aku selalu lari daripada menghadapinya."


Metta menoleh dan menangkup wajah kekasihnya itu." Bagaimana bisa kekasih ku ini berfikir sedewasa ini, hem?anak siapa sih ini, hem?" menggoyangkan kedua tangannya diwajah Farrel.


Farrel meringis. "Kakak, hentikan!" ucapnya dengan bibir yang mengerucut.


Metta masih menguyel-uyel wajah Farrel yang membuatnya gemas, "Kamu siapa sih sebenarnya, hem! kenapa gemes sekali aku..."


"Kakak hentikan, jangan memancingku yaa!"


Metta terkikik, "Katakan dulu siapa kamu sebenarnya?"


"Aku adalah kunci kebahagiaan kakak!" kedua tangannya menyerbu pinggang Metta, menggelitiknya hingga Metta tertawa terpingkal.


"Hiyaa..haha....iya...aa..haha...sudah El hentikan!" teriaknya, "Nanti ada penjaga keamanan yang datang!"menutup mulutnya sendiri.


"Kedewasaan kakak sepertinya yang menular padaku!"


"Menular!kau kira penyakit, menular segala..."melepaskan tangan Farrel dari pinggangnya.


Farrel terkekeh," Penyakit cinta itu namanya,"


"Istilah apa itu, kau selalu aneh-aneh!" memukul lengan Farrel.


"Kak, apa boleh aku tanya sesuatu?" meraih tangan Metta dan menggenggamnya.


"Tanya saja..."


"Apa kakak bahagia denganku?"


"Apa pertanyaan itu penting untuk dijawab?"


"Sangat penting," Farrel menatap Metta dengan lekat.


Hingga netra mereka saling beradu, Metta menarik bibirnya keatas, dengan rona merah yang tiba-tiba muncul dikedua pipinya,


"Kakak bahagia tidak denganku?"


"Tidak!" Metta terkikik.


"Kakak...!"


"Apa...?"


"Serius lah, aku ingin mendengar apa yang kakak rasakan saat ini."


Metta mengangguk," Aku bahagia bisa bertemu denganmu yang manis ini, ya...walaupun sedikit menyebalkan." Metta menjulurkan lidahnya.


"Ih, kakak gak pernah serius, katakan yang benar, atau aku gelitikan lagi."


"Kamu cerewet sekali El!"


"Katakan yang benar!"


Metta berdiri dan merentangkan tangannya, "Aku bahagiaaaa..."


Farrel ikut berdiri, dia tertawa melihat reaksi Metta yang diluar dugaan. "ffpptt, kakak lucu sekali,"


"Astaga, gue bisa berlebihan begini."


Farrel melangkah mendekati Metta, melingkarkan kedua tangannya dipinggang Metta.


"Aku bahagia jika kakak bahagia, dan aku akan terus membuat kakak tertawa sepanjang waktu,"


Metta melingkarkan tangannya di leher Farrel, "Memangnya Kamu mau jadi badut ya?"


"Kok badut, hem!" mengeratkan pelukannya.


"Itu membuat aku tertawa sepanjang waktu,"


"Ih, kakak. itukan hanya perumpamaan saja!" Farrel merengut.


Metta tertawa, "Iya aku tahu, aku hanya menggodamu!"


Metta terkesiap, saat Farrel tiba-tiba mendekatkan wajahnya hingga saling berhadapan. "Ayo goda dengan cara yang benar!"


"Apa yang kau fikirkan hem, pasti mesum kan! Dasar..." Metta mencubit leher Farrel.


"Aww...Kakak!" membulatkan matanya. Sebab cubitan di lehernya membangunkan sesuatu yang selama ini menyeruak penasaran dalam dirinya.


"Apa...?"


"Kenapa mencubitku...!"


"Makanya jangan berfikiran macam-macam,"


Farrel menarik tubuh Metta lebih erat, "Aku hanya berfikir satu macam, yaitu kakak!" menunjuk hidung Metta, "kalau macam-macam berarti kakak-kakak dan kakak." tunjuknya pada hidung, pipi, dan bibir Metta dengan telunjuknya.


"Apa sih El gak jelas banget!"


"Terima kasih sayang, karena selalu percaya sama aku yang gak jelas ini." Metta mengangguk.


"Terima kasih juga sayang karena selalu meyakinkan aku yang gak jelas ini,"


"Aku akan terus meyakinkan kakak, sampai kakak benar-benar yakin."


Farrel meraih dagu Metta dan mendekatkan wajahnya dengan miring.


Kruyuuukk


Farrel menarik wajahnya kembali, "Kakak lapar?"


Metta terkekeh dengan memegangi perutnya yang memang belum diisi. "Emosi membuatku kelaparan El, maaf."


"Hei, kenapa minta maaf. Ayo kita pergi makan. Aku tidak mau disalahkan ibu mertua gara-gara telat memberi makan anaknya." Tukas Farrel panjang lebar dengan menarik tangan kekasihnya yang terlihat pasrah mengikutinya.


"Lain kali, Kalau kakak lapar. Kakak bilang sama aku! jangan menahannya, Kalau kakak sakit bagaimana.?"


"Ya tinggal ke dokter." Metta mengerdikkan bahu.


Farrel mencubit pelan hidung Metta, " Jangan memancingku lagi, yang tadi saja aku harus menahannya sedemikian rupa!"


"Menahan apa?"


"Sudah lupakan...!"


"Ya sudah kalau begitu...!" Ucap Metta datar, dia memasang seat belt pada tubuhnya.


"Kakak benar-benar tidak peka,"


Metta menoleh lagi, "Memangnya kenapa, hem?"


"Lupakan... Ayo kita pergi!"


Metta menatap penuh heran pada Farrel yang tiba-tiba aneh seperti itu.


"El itu apa ...? teriak Metta menunjuk ke arah samping hingga Farrel seketika mengikuti arahan Metta.


"Apa... tidak ada apa-"


Cup


Bibir Farrel menabrak wajah Metta yang dengan sengaja dia memajukan wajahnya saat Farrel memalingkan wajahnya kearah samping. Metta mencium kilat bibir Farrel.


"Jangan kesel-kesel lagi yah..." ucapnya dengan membelai lembut pipi Farrel.


"Kakak sudah pintar menggoda ya sekarang," Farrel menarik bibirnya keatas dan mendekati Metta.


"Apa..sudah sana El...!" Metta mendorong tubuh Farrel yang semakin mendekat.


"El ayo sana, aku lapar!"


Tapi Farrel tetap bergerak mendekati Metta yang semakin memundurkan tubuhnya.


"El....!"


.


.


.


Jangan lupa like dan komen yaa❤


Terima kasih atas semua dukungan kalian yang begitu luar biasa buat Author remahan ini.❤❤


Berhubung hari senin, hayoo vote karya Author yaa.🤭🤭🤪❤


Selamat Hari senin dan selamat beraktifitas.