Berondong Manisku

Berondong Manisku
Panggil dia Kekasihnya Farrel


Farrel menunggu Metta yang sedang berkemas, mondar mandir didepan kamar hotel Metta dengan cemas.


" Apa yang kamu lakukan?" Tanya Metta ketika membuka pintu, melihat Farrel masih berada disitu sedari tadi.


" Besok aku akan mengajak kakak ke suatu tempat, kakak harus mau yah!"


" kau ini mengajak atau memaksa?" tukas Metta menaikkan salah satu sudut bibirnya ke atas.


Farrel menggaruk tengkuknya yang tak gatal, "Aku mengajakmu dan juga memaksa kakak untuk ikut ".


" Kau ini, dasar.."


Metta pulang bersama rombongan tim, yang sebelum nya akan direncanakan akan pulang keesokan harinya, tentu saja setelah Alan mengaturnya, rombongan tim pulang sore itu juga.


" Ayolah kak,!" besok kakak kan libur."


Metta memicingkan matanya dan menatap Farrel.


" Kau ini, tahu sesuatu terlalu banyak."


" Aku mendengarnya barusan, mereka bilang setelah selesai perusahaan memberi mereka gaji berlipat dan juga libur selama 2 hari "


Metta mengangguk, membenarkan apa yang dikatakan Farrel itu benar.


" Iyaa tumben tuh manekin hidup baik, hahhaha"


" Heh, manekin hidup?" tanya Farrel heran.


" Ah lupakan, tidak baik untuk otakmu jika terlalu banyak tahu sesuatu" Metta menarik tipis bibirnya.


" Kakak nakal"


" Heh, kau bilang apa!?"


" Tidak, aku tidak bilang apa apa!"


" Jadi besok mau yaa?"


" Kemana..? "


" Pokonya ikut aja, nanti kakak pasti akan suka"


" Aku tidak yakin,!"


" Kakak.." Farrel mengerucutkan bibirnya.


" Ya sudah aku pulang duluan yaa,"


" Kak..?" Farrel memanggil Metta yang baru melangkah.


Metta menoleh, " Apa.."


Farrel menempelkan telunjuk untuk menepuk pipinya sendiri, dan tersenyum pada Metta.


" Apa...?" Metta pura pura tidak mengerti tingkah Farrel adalah meminta cium pipi.


" Ini..." masih dengan menepuk nepuk pipinya sendiri dengan jari telunjuknya.


" Ini apa..?" sorot mata memicing ke arah Farrel.


" Kakak pura - pura tidak mengerti."


Metta menelisik, mengingat sesuatu.


" Jangan jangan tadi pagi kamu bermimpi mesum yah!?


Farrel gelagapan, " Hah, eh apa enggak kok!"


" Kau ini " Metta memukul lengan Farrel dengan keras.


" Itu baru anak nakal, sudah aku pulang dulu yaa." tukas Metta.


Farrel meringis namun akhirnya terkekeh.


"Jangan lupa besok aku jemput "


" Apa jadinya kalo kakak tau dengan siapa?" batin Farrel


Metta menoleh dan mengangguk.


Sementara di ujung sana.


" Cih lagaknya " cibir Tasya ketika kedua bola matanya melihat Farrel dan Metta berjalan bersama.


" Loe liatin siapa?" Tanya Doni yang baru datang.


" Tuh mereka, tuh cewe keganjenan banget deket deket Farrel" gerutu Tasya


" Bukannya yang keganjenan tuh loe yaa?" cibir Doni.


Tasya membulatkan kedua matanya ke arah Doni dengan berkacak pinggang.


" Doniii "


" Kamu liat dong, mereka kayak udah deket aja gitu "


" Gak mau liat gue, dan bodo amat! Dia kan udah gede, mau deket mau enggak juga bukan urusan gue!" Doni mengerdikan bahunya tak perduli.


" Iih..Doni nyebelin deh "


" Udah deh, loe mending makan nih! kalo gak mau gue abisin!" seru Doni.


Tasya mengerucutkan bibirnya dan mulai menyuap makanan nya.


.


.


Doni memanggil Farrel saat dia melihat Farrel memasuki lobi hotel.


" Kebetulan," gumamnya.


Farrel pun langsung terduduk disebelah Doni.


" Ada apa?"


" Lah, emk harus ada apa apa kalo gue manggil loe."


" Gak juga, tiap ketemu loe juga manggil gue"


Tasya menggeserkan kursi nya lebih mendekat pada Farrel.


" Sudah" Farrel menjawab datar.


Sementara Doni terlihat cemas, takut Farrel mengatakan yang sebernarnya bahwa barang itu diberikan Farrel untuknya.


" Jadi bagaimana?"


" Em..terima kasih."


" kok gitu doang."


" Emangnya loe mau nya apa Sya?" Tukas Doni menyela.


Tasya mengerlingkan mata ke arah Doni dan melingkarkan tangan nya di lengan Farrel, " Besok pergi denganku yaa."


Farrel melepaskan tautan Tasya dengan lembut, " Maaf Sya aku udah ada janji."


" Dengan kakak- kakak itu?" Tasya menghentakkan tangan ke pangkuannya sendiri.


Farrel tak ingin menjawab, dia malah mencuil makanan yang ada diatas meja.


Dreet..


Dret..


Ponsel Tasya berbunyi, dia segera mengangkatnya dan akhirnya pergi karena harus menyelesaikan tugasnya.


" Aku pergi dulu yaa " Tasya menatap Farrel dengan penuh damba.


Farrel menghembuskan nafas , sedangkan Doni terkekeh.


" Ppfftt..." Doni menahan tawanya melihat raut wajah Farrel.


Sesaat kemudian Farrel dan Doni keluar dari sana dan duduk dikursi taman disamping hotel.


" Jadi loe tiba tiba aneh gara gara loe nganggep gue suka sama kak Sha" ujar Doni setelah Farrel menceritakan semuanya.


" Heh, yang boleh panggil dia Kakak Sha itu cuma gue!" tukas Farrel sambil berjalan.


" Astaga Rel, Rel !" Doni menepuk jidatnya sendiri.


" Jadi gue harus panggil dia siapa? Mbak, ibu, siapa?" Doni menggelengkan kepala nya heran.


" Terserah yang penting bukan kakak, Kakak itu panggilan sayang gue sama dia"


" Aneh loe sumpah, mendingan gue tungguin loe berjam jam dikampus dari pada gue liat keanehan loe ini Rel, ngeri" Doni bergidik.


" Sialan emang loe" sahut Farrel.


" Dan Loe salah faham sama gue, loe kenapa gak tanya langsung sama gue,"


" Iyaa gue kan gak tau," sahut Doni.


" Jadi karena gak tau, loe mau rebut kakak dari gue gitu" Farrel bersidekap dada.


" iyaa harusnya loe tanya dulu baik baik bego sama gue!" ucap Doni dengan intonasi tinggi.


" Mana mungkin juga gue suka sama kak Sha, loe fikir aja" ketus Doni.


" Kakak lagi" Farrel menyentil kepala Doni.


" Sakit bego, iyaa sorry gue keceplosan"


" Gue gak mungkin mau ngerusak persahabatan kita gara gara perempuan." lanjut Doni.


Farrel menatap hamparan rumput didepannya,


" Iyaa juga si, lagian kakak gak mungkin suka sama loe" Farrel tergelak.


" Kok loe bisa suka sama bibi itu si?" tukas Doni mendaratkan tubuhnya di kursi.


" Gak bibi juga peak"


" Iya gue bingung panggil apa?"


" Ya udah panggil dia kekasih Farrel" ucap Farrel dengan bangga.


" Cih lebay loe"


" Loe gak tau gimana Kak Sha."


" Yaa mana gue tau Rel ta api,"


" Lagian, gue heran sama loe ada banyak cewe cantik yang seumuran kita, loe malah suka sama kekasih loe itu!" Doni bergidik setelah mengucapkan nya.


" Gak cuma loe yang heran, semua orang juga juga pasti heran"


" Loe yakin?"


" Kau sudah seperti Alan saja, dia bahkan tidak percaya aku udah dewasa"


" Mana ada pria dewasa yang masih menyukai es cream" Doni mendelik mengikuti langkah seorang pelayan yang menghampiri mereka dengan membawa 1 cup besar es cream dan meletakkan nya di atas meja.


" Memangnya orang dewasa tidak boleh lagi menyukai es cream?" Mata Farrel membinar saat menyendokkan Es cream rasa Vanila yang dicampur rasa strobery di sebelah sisinya.


"Memangnya kenapa kalo aku masih suka es cream?"


" Cih, kau pikirlah sendiri" Doni berlalu meninggalkan Farrel.


" Jadi loe yakin suka sama kekasih loe itu" Doni mengulang pertanyaannya untuk memastikan.


" Iyaa gue yakin gue suka sama kakak Sha"


.


.


.


" Farrel?"


🍁🍁


Pengen nya aku Up itu pagi pagi yaa secara teratur, tapi karena RL jadi nya masih belum bisa


Jangan lupa like dan komennya,


makasiih😘