
Area dewasa, hati-hati tekanan darah naik! Author tidak bertanggung jawab, jika kalian pusing kepala.
.
.
Farrel tergelak, "Beneran mau turun?"
"Iya aku mau turun,"
Byurrr
Farrel menceburkan Metta kedalam kolam renang, lalu diapun ikut menceburkan dirinya sendiri.
"Astaga... sayang aku sudah mandi!!" sungut Metta.
Farrel tergelak dengan memeluk tubuh Metta dalam kolam renang, sementara Metta tersungut-sungut menyipratkan air pada wajah Farrel dengan sengaja,
"Tahu gitu kan aku gak usah mandi tadi,"
Terus memeluk tubuh Metta dalam air lalu membalikkan tubuhnya menjadi berhadapan, "Harusnya sih iyaa ..." ucap nya terkekeh.
Metta memukul dada bidang Farrel, "Nyebelin ... kamu bikin aku basah lagi kan!"
Tanpa sadar ucapannya malah memancing Farrel kembali, memancing fikiran-fikiran konyol tentang kegiatan nya semalam.
"Memang seharusnya kan kita sama-sama basah, malah dari sejak malam." Farrel tergelak.
Metta mengernyit, sedetik kemudian kedua matanya membulat, dan memukul bahu Farrel bertubi-tubi.
"Iihh... bukan itu maksud ku!!"
Namun bukan Farrel namanya jika tidak bisa merubah suasana hati Metta yang tengah kesal berubah menjadi gelakan.
Farrel menggelitik bagian pinggang Metta, dalam kolam yang dalamnya hanya sedadanya saja, sementara Metta harus bersusah payah menahan kepalanya agar tidak tenggelam. Karena air kolam itu penuh sebatas leher.
"Iihh...udah ih...hahaha geli ...udah...geli...geli...El...ih!!"
"Bilang suamiku sayang dulu baru aku berhenti!" ujar Farrel masih dengan tangan yang menggelitik,
"Iya ...hahaha...iyaa...udah lepas dulu!"
Farrel melepaskan tangannya dari pinggang Metta, dan menunggu Metta yang tengah mengatur nafasnya karena terus tertawa.
"Ayo bilang? Kalau enggak, aku gelitikin lagi,"
"Iya tunggu, gak sabaran banget ih." ujar Metta dengan tangan yang berpegangan pada bahu Farrel.
Lalu dengan cepat dia menarik kepala Farrel lalu membenamkan kepalanya kedalam air, sementara dia langsung berenang menjauh lalu tertawa hingga terpingkal.
"Kakak ...!"Ucap Farrel.
Dia yang langsung berenang mendekat dan menarik pinggang Metta ke atas. Lalu menggendongnya didepan, bak menggendong anak kecil.
"Mau kabur begitu saja hem?"
"Aaahhh...lepaskan!! aku mau naik, mau makan, aku lapar!!" seru Metta.
"Inikan udah naik, kurang naik?" ucap Farrel menepuk pahanya, hingga Metta melingkarkan tangan di leher Farrel karena takut jatuh.
"Naik kemana ih, orang aku mau naik keatas!" ucap Metta dengan menggigit bibir bagian bawahnya sedikit.
Saat benda keras milik Farrel terasa mengeras dibawah air. Farrel pun mengeratkan tangan yang melingkari pinggangnya.
Dengan mata saling memandang, Farrel kembali melu matt bibir Metta yang basah, bak candu yang membuatnya ketagihan lagi dan lagi. Proses belajar yang terbilang paling cepat tanpa buku panduan apapun.
Saat kedua benda kenyal itu bertemu, saling menyisir setiap inci didalamnya, mengabsen satu persatu lalu saling membelit, menari-nari dengan lihai. Hingga decakan terus tercipta, Farrel menyusuri leher putih yang basah itu dengan sesekali menyesapnya, menimpa titik berwarna kemerahan yang sudah ada disana terlebih dahulu.
Kedua tangan Farrel yang mengeratkan dipinggang kini naik merayap ke punggung Metta, menyusuri mulusnya punggung yang basah itu. Hingga Tubuh Metta mengelinjang, gelanyar-gelanyar aneh yang baru saja dia rasakan itu menyeruak bebas.
Tangan Farrel tidak berhenti begitu saja, tangannya terus menyusuri pinggang dan kembali menyusup, melepaskan pengait hingga terlepas, sementara tangan satunya menahan tubuh Metta, yang bergelayut dengan kedua kaki yang membelit pinggangnya.
"El... nanti ada yang melihat kita!" Ucapnya dengan suara disertai de sa han.
Aaagghhkk
"Tidak akan." jawab pria yang kini tengah menyesap bak seorang bayi dengan suara berat.
"Sa--yang aahh."
Kolam renang yang dingin itu membantu tubuh keduanya semakin panas meningkatkan hormon testosteron dan estoteron bekerja sama saling mengait, membuat keduanya diburu oleh sensasi yang ingin mereka rasakan lagi.
Setelah puas dengan benda bulat yang dicecapnya, kini tangannya bergerilya ditempat lain, menyusup di pinggang bagian bawah, dimana terdapat setumpuk daging dan mere masnya dengan gemas, hingga tubuh itu semakin menggelinjang.
Aaahhgggkk
"Aku sudah tidak bisa menahannya lagi." bisik Farrel
Persis seperti mimpi bodoh saat pertama kali dia melihat tubuh Metta yang tidak sengaja tersingkap. Namun kini dia dengan leluasa menyingkap benda yang menghalangi tujuannya.
Farrel melesak kan sepotong daging yang mengeras miliknya kebalik celah kain yang dia singkap kan sedikit. Dan daging itu menyusup sendirinya, melewati gerbang sempit itu lagi, dengan susah payah karena posisi Farrel yang berdiri. Hingga dia mengangkat sedikit tubuh Metta.
Eeugggghhh
Dan bisa ditebak, akhirnya daging keras itu berhasil menyusup kembali, memberikan sensasi berbeda karena adanya air kolam yang membuat mereka seperti tenggelam di dasar samudera atlantik, dan menari-nari disana.
Berenang bersama ribuan ikan berwarna-warni, yang menjadi pengiring mereka saat tenggelam ke dasar. Kedua tangan memegangi empuk nya tumpukan daging panggul milik Metta dan membuat dia leluasa menguasainya.
Eeugghhh...
Gelombang air bak menggulung mereka hingga ke dasar samudera dan tenggelam bersama. Saat gerakan itu berubah menjadi cepat membawa mereka.
Aaaagghhhh saaayang
Yes I'm coming honey
Aagghhhh
Suara geraman dan lengguhan lembut kini terdengar. mereka sama-sama membenamkan kepalanya diceruk leher.
"Kamu ternyata nakal sekali El!" ujar Metta dengan nafas terengah-engah.
Farrel mencium ceruk lehernya, "Aku hanya nakal padamu!"
"Aku lapar sekali...."
Sementara pakaian Metta hanya menyisakan kain penutup bagian bawah saja, sementara yang lain entah kemana.
.
.
Farrel naik duluan dengan bergeleng kepala, mengambil handuk lalu memakainya dipinggang, dan membawa bathrobe untuk Metta.
"Naiklah...."
"Tidak mau, aku malu! Kamu masuk saja duluan, simpan jubah itu disitu saja," ucapnya dengan menenggelamkan dirinya yang setengah polos dengan tangan di dadanya.
Farrel berdecak, "Aku kan sudah melihatnya kak, dari semalam lagi, ayo naik, katanya lapar!"
"Ya udah tapi kamu hadap sana, jangan lihat!! Awas kalau ngintip." Ancamnya.
"Iya kakak sayang ...ayo cepet,"
Metta akhirnya naik dan langsung menyambar bathrobe itu dari tangan Farrel yang membelakanginya,
"Kakak ini aneh, kenapa masih malu, bukan kah baru saja aku melihat semua nya dengan jelas." gumam Farrel.
Setelah naik dari kolam renang, mereka menuju meja makan dengan sarapan pagi yang kesiangan. Metta menarik kursi lalu duduk dalam keadaan rambut yang basah.
"Sarapannya jadi dingin kan!" ucap Metta dengan menggigit sepotong apel.
Farrel terkekeh, "Ini sudah masuk jam makan siang sayang!"
Lalu dia meraih telepon yang berada diatas meja dan menelepon layanan kamar. Untuk meminta menu makan siang lebih cepat.
Setelah itu dia meraih handuk kering dan menggulungkannya di kepala Metta, dengan lembut dia menggosok rambut Metta hingga sedikit mengurangi air yang masih menetes.
"Makasih sayang, tapi aku mau mandi dulu." ucap Metta saat rambutnya setengah mengering.
"Nanti saja, nanti juga basah lagi." ucap Farrel.
"Iiih... kamu yaa gak ada cape nya!!"
Metta masuk kedalam kamar dan dengan segera masuk kedalam kamar mandi.
Sementara Farrel meraih ponsel yang diletakkan diatas meja dan memberikan nofikasi yang amat banyak. yang paling banyak dari Alan dan juga Mac.
Satu jam sebelumnya
Mac datang dengan dua koper yang yang ditarik oleh pelayan hotel kearah kamar tempat Farrel menginap.
Mereke sudah menunggu didepan pintu hampir satu jam lamanya, menelepon namun tidak juga diangkatnya, hingga dia menghubungi Alan untuk mengabarinya.
Alan langsung menyusul Mac karena takut terjadi apa-apa. Namun nihil Farrel tak kunjung mengangkat teleponnya.
"Lebih baik tuan-tuan menitipkan barangnya saja pada kepala pelayan," ucap salah satu pelayan yang sepertinya sudah kelelahan.
"Sepertinya mereka masih akan lama Mac, kita kembali saja. Titipkan barang nya pada mereka." Lalu mereka pun segera kembali.
.
.
Mereka udah bahagia dan author dibuat mengiri selama 3 hari plus pusing, hanya bisa berkedut di pojokan.
Like nya jangan di loncat-loncat. gak kasian apa sama authorr 😑