
"Benarkah? Apa mereka mau?" Tanya Windi merasa senang. Jika dijaga oleh Daniel dan Naina sepertinya Windi cukup merasa tenang dibandingkan harus menitipkan Arthur pada orang lain.
"Tentu saja mereka mau. Mereka juga ingin membalas kebaikanku yang selalu menjadi baby sister dadakan mereka." Jawab Marvel.
"Baiklah kalau begitu." Ucap Windi yang telah memutuskan untuk mengikuti permintaan suaminya.
Marvel tersenyum senang mendengarnya. Setelah cukup berbincang di taman samping, Marvel mengajak Windi kembali masuk ke dalam rumah.
Di ruangan tamu Mama Belinda, Papa Bagas dan Ayah Amri terlihat tengah memperhatikan Arthur yang sedang memainkan mainan mobil-mobilannya yang baru.
"Mas, lihatlah Mama, Papa dan Ayah terlihat begitu senang melihat Arthur." Ucap Windi.
"Ya. Keberadaannya di sini membuat kesenangan tersendiri untuk orang tua kita." Jawab Marvel.
Windi mengangguk membenarkannya. Tidak ada rasa cemburu di dalam hatinya karena Arthur telah berhasil merebut perhatian kedua mertuanya. Yang ada hanyalah rasa senang dan bahagia karena telah membuat Arthur merasa nyaman tinggal bersamanya dan kedua mertuanya dapat menerima Arthur dengan baik.
*
Sore harinya, setelah mempersiapkan barang-barang Arthur yang akan dibawa ke rumah Naina dan Daniel, Marvel dan Windi langsung membawa Arthur untuk pergi ke kediaman Naina dan Daniel.
"Kita akan bertemu Kak Zeline lagi, Tante?" Tanya Arthur pada Windi yang tengah duduk di kursi sebelah kemudi.
Windi menoleh ke arah belakang lalu mengangguk sebagai jawaban. "Ya. Apa Arthur senang bertemu Kak Zel?" Tanya Windi.
"Iya, Tante." Arthur mengangguk-anggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Selama Tante dan Om tidak ada, Arthur bermain bersam Kak Zel dan adik Ziko dulu ya. Tante janji tidak akan lama meninggalkan Arthur." Ucap Windi lembut.
"Baik, Tante." Jawab Arthur dengan tersenyum.
Windi turut tersenyum lalu kembali menatap ke arah jalanan di depannya.
Tiga puluh lima menit berlalu, mobil milik Marvel telah tiba di depan kediaman keluarga Daniel. Marvel segera turun dari dalam mobil dan membukakan pintu untuk Arthur. Setelahnya Marvel mengeluarkan koper kecil milik Arthur.
Arthur menganggul lalu melangkah masuk ke dalam rumah sambil memegang tangan Windi karena kini Marvel sudah bertugas menarik koper Arthur.
Kedatangan Arthur ke kediaman Daniel dan Naina tentu saja membuat gadis kecil yang bernama Zeline itu merasa sangat senang. Ia bahkan sampai melompat-lompat saat mengetahui Arthur akan menginap di rumahnya untuk nanti malam hingga dua hari ke depan.
"Kenapa tidak selamanya saja tinggal di sini?" Tanya Zeline malu-malu pada Arthur yang kini duduk di sebelahnya.
"Jika kau ingin Arthur tinggal selamanya di sini maka kau harus cepat dewasa." Sahut Marvel yang mendengarkan ucapan Zeline pada Arthur.
"Kenapa harus cepat dewasa, Om?" Tanya Zeline bingung.
"Tentu saja harus cepat dewasa agar kau bisa menikah dengan Arthur dan bisa membawanya tinggal di rumah ini selamanya." Kelakar Marvel.
Puk
Sebuah bantal sofa mendarat di punggung Marvel. Daniel pelakukanya. Pria beranak dua itu nampak menatap kesal pada sahabatnya yang telah sembarangan berbicara.
"Jangan berbicara sembarangan!" Sembur Daniel.
"Haha. Aku kan hanya bercanda. Lagi pula jika perkataanku serius tak apa bukan?" Tanya Marvel dengan tatapan menggoda.
"Tak masalah. Yang jadi masalah kenapa kau membahasnya ketika mereka masih kecil seperti saat ini!" Sembur Daniel lagi.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.