Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Menginginkan seorang anak


"Aku tidak perduli dengan wajah anak itu yang sangat mirip dengan ayah kandungnya. Yang aku perdulikan saat ini hanyalah keutuhan keluargaku." Pungkas Marvel.


"Baguslah kalau begitu." Wajah Dio nampak lega setelah mendengarnya.


"Sudahlah, kalau begitu aku pergi dulu. Aku sudah sangat merindukan istriku yang saat ini pasti tengah menungguku untuk pulang." Pamit Marvel lalu bangkit dari duduknya.


"Pergilah dan jangan kembali lagi ke sini." Usir Dio.


Marvel tertawa-tawa lalu melangkah keluar dari apartemen Dio. Saat ini hatinya sudah merasa sedikit lega karena telah bercerita pada Dio dan mendapatkan sedikit pencerahan dari Dio.


*


Satu minggu berlalu, kini Marvel sudah tak lagi memikirkan tentang masa lalunya justru memikirkan tentang pernikahannya dan Windi yang belum dikaruniai seorang anak. Bukan tanpa alasan Marvel tiba-tiba saja memikirkannya. Mengingat Kevin dan Daniel yang tak lama setelah menikah langsung dikaruniai seorang anak membuatnya berpikir apa ada yang salah dengan dirinya hingga membuatnya belum juga dikaruniai seorang anak dengan Windi.


"Apa bibit yang aku taburkan tidak berkualitas hingga Windi belum hamil sampai saat ini? Atau cara yang aku lakukan selama ini itu salah hingga bibit yang aku tabur tidak melaju ke tempat yang seharusnya?" Marvel dibuat berpikir seorang diri di apartemennya. Niatnya yang tadi hanya sekedar mengambil beberapa helai baju kerjanya di apartemen kini justru menjadi lama karena Marvel larut dalam pemikirannya tentang pernikahannya dan Windi.


Di tengah kebingungan yang Marvel rasakan saat ini, ternyata Windi juga turut merasakan hal yang sama. Hari ini untuk pertama kalinya ia mencoba mengetes alat kehamilan karena sampai saat ini ia belum merasakan ada tanda-tanda kehamilan di dalam tubuhnya.


"Garis satu." Windi tersenyum kaku menatap hasil tes kehamilan di tangannya saat ini. Sepertinya sampai hari ini ia belum bisa mewujudkan keinginan suami dan mertuanya yang menginginkan seorang anak dari rahimnya. "Sudahlah, aku bisa mencobanya lagi di lain hari." Gumam Windi tidak ingin bersedih dengan apa yang dilihatnya saat ini.


Setelah menyimpan alat tes kehamilan di dalam lemari miliknya, Windi pun segera keluar dari dalam kamarnya lalu menuju dapur untuk membantu pelayan menyiapkan masakan untuk makan malam.


*


"Apa kau sangat menginginkan seorang anak dariku?" Tanya Windi setelah menutup tubuhnya yang telan-jang dengan selembar selimut.


"Sangat. Aku sangat menginginkannya." Jawab Marvel seraya tersenyum.


Windi ikut tersenyum mendengarnya. Sama seperti yang Marvel harapkan, Windi pun turut menginginkan seorang anak dari rahimnyas saat ini. Terlebih saat ini ia sudah menyadari perasaannya jika ia sudah jatuh cinta pada suaminya dan Windi sangat mengharapkan bisa memberikan seorang keturunan pada suaminya itu.


"Kenapa kau begitu menginginkan kehadiran seorang anak dari dalam rahimku?" Tanya Windi.


"Itu karena aku mencintaimu." Jawab Marvel singkat namun berhasil membuat Windi begitu terkejut mendengarnya.


"Men-mencintaiku?" Lirih Windi.


"Ya." Marvel mengangguk tanpa ragu. Lagi pula tidak memerlukan waktu lebih lama untuknya mencintai Windi setelah apa yang mereka lewati beberapa bulan belakangan ini. Walau ia sempat menaruh rasa trauma dengan seorang wanita karena pengkhianatan yang telah dilakukan mantan kekasihnya, namun entah mengapa bersama Windi ia bisa menghilangkan rasa trauma itu dan percaya jika Windi bukanlah wanita yang sama seperti mantan kekasihnya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.