
"Jika kau ingin mengetahui siapa dirinya maka berkenalanlah." Ucap Marvel pada Zeline.
Zeline menggeleng malu-malu. "Malu Zel tuh." Jawabnya.
"Astaga..." Marvel menggeleng-geleng melihat sikap Zeline.
"Arthur, kemarilah." Windi mengajak Arthur mendekat pada mereka.
Arthur mengiyakannya lalu mendekat pada Marvel dan Zeline.
"Zeline, perkenalkan ini Arthur anak dari teman Tante." Ucap Windi memperkenalkan Arthur pada Zeline.
"Arthur..." ucap Zeline sambil tersenyum malu pada Arthur.
"Dan Arthur, ini Zeline anak dari Om Daniel." Ucap Windi lagi.
"Kak Zeline..." ucap Arthur pada Zeline.
Zeline mengangguk-anggukkan kepalanya tanpa bersuara karena kini hatinya tengah merasa senang karena Arthur menyebutkan namanya.
"Marvel, Windi, kalian sudah datang?" Daniel terlihat keluar dari dalam rumah dengan pakaian santai.
"Ya. Kami baru saja sampai." Jawab Marvel.
Daniel mengangguk paham lalu meminta mereka untuk masuk. Tak lupa ia memberikan pesan pada putrinya agar tidak membuat keributan nantinya. Zeline pun mengangguk saja mengiyakan ucapan Daniel sambil terus melangkah masuk ke dalam rumah.
Sesampainya di ruang tamu mereka sudah disambut oleh Naina dan Ziko yang baru saja turun dari lantai dua.
"Windi, Marvel." Sapa Naina lalu berjabat tangan dengan Windi dan Marvel.
"Hai, tampan. Apa kau baru saja mandi?" Tanya Windi menatap gemas pada Ziko yang terlihat sangat tampan.
"Ya, aunty." Balas Ziko dengan suara khas cadelnya.
"Ayo silahkan duduk dulu." Ajak Daniel.
Marvel dan Windi mengangguk lalu duduk di atas sofa. Windi pun meminta pada Arthur untuk duduk di sofa kosong yang ada di sebelahnya.
"Benar. Sudah lama aku tidak diminta menjadi pengasuh dadakannya." Balas Marvel lalu tertawa.
Daniel turut tertawa mendengarnya. Selama ini ia akui memang sering merepotkan Marvel dan Dio untuk menjaga kedua anaknya di saat ia dan Naina ingin berduaan.
"Jadi apa sekarang kau berniat menjadi pengasuh kedua anakku lagi?" Tanya Daniel dengan sebelah alis terangkat ke atas.
Marvel nampak terdiam dan berpikir. Ia mengerti kemana arah pembicaraan Daniel saat ini. Jika dipikir-pikir tawaran Danie cukup menarik karena ia bisa menjaga dan mengajak bermain kedua anak Daniel bersama dengan Windi.
"Baiklah. Aku mau untuk hari ini." Jawab Marvel.
"Benarkah?" Daniel tersenyum senang mendengarnya. Niatnya yang ingin berudaan bersama Naina sejak kemarin akhirnya bisa terwujud di hari ini.
"Tapi ini semua tidak gratis." Ucap Marvel penuh maksud.
"Baiklah... aku akan mengirimkan apa yang kau inginkan." Jawab Daniel santai. "Sayang, kalau begitu ayo persiapkan barang-barang Zel dan Ziko karena Marvel dan Windi akan mengajak mereka bermain di luar." Pinta Daniel pada Naina.
"Emh, baiklah." Balas Naina lalu bangkit dari duduknya. "Oh ya, Windi. Apa kau ingin ikut denganku ke kamar anak-anak?" Tawar Naina.
"Boleh." Balas Windi lalu bangkit dari duduknya. "Arthur, kau bermain di sini saja bersama Zel dan Ziko ya." Ucap Windi lembut pada Arthur.
"Baik, Tante." Jawab Arthur tanpa berat hati.
Naina dan Windi pun segera beranjak menuju lantai dua dimana kamar Zeline dan Ziko berada. Daniel pun meminta pada anak-anaknya dan Arthur untuk bermain di ruang tengah karena ada yang ingin ia bicarakan dengan Marvel sebentar saja.
"Marvel, aku lihat kau belum sepenuhnya menerima keputusan Windi mengajak Arthur tinggal bersama kalian." Ucap Daniel tanpa basa-basi pada Marvel.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.