Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Perubahan sikap Windi


Windi tak melanjutkan perkataannya saat merasakan dadanya tiba-tiba sakit. "Tenanglah Windi..." gumam Windi mencoba tetap berpemikiran positif.


Malam itu Windi berusaha memejamkan kedua kelopak matanya sambil berusaha membuang segala pemikiran buruknya tentang Marvel dan masa lalunya. Walau sebisa mungkin Windi berusaha menghilangkan bayang-bayang foto yang ia lihat di ponsel Jasmin, namun bayangan itu masih saja terus berputar di pemikirannya hingga akhirnya ia terlelap dengan sendirinya.


*


Keesokan harinya, Windi terbangun dari tidurnya dengan wajah murung saat kembali mengingat apa yang ia pikirkan tadi malam. "Huft... kau tidak boleh seperti ini Windi." Gumam Windi sambil mengelus dadanya. Dilihatnya ke arah samping dimana Marvel masih terlelap.


"Marvel... aku tahu kau adalah pria yang baik. Aku harap kau tidak akan menyakitiku." Gumam Windi penuh harap. Windi pun turun dari atas ranjang dengan hati-hati agar pergerakannya tidak mengganggu Marvel yang sedang terlelap lalu melangkah ke arah kamar mandi.


Tak berselang lama setelah Windi masuk ke dalam kamar mandi, Marvel nampak membuka kedua kelopak matanya. Dilihatnya ke arah samping dimana Windi sudah tidak terlihat di sebelahnya. "Dia sudah bangun dan meninggalkanku begitu saja." Ucap Marvel dengan parau. Padahal ia sangat ingin terbangun dari tidurnya dan melihat wajah cantik istrinya namun yang ia dapat justru sebaliknya. Tak ingin mempermasalahkan keinginannya yang tidak terwujud, Marvel segera meraih ponselnya yang tergeletak di atas nakas lalu memainkannya.


Ceklek


Lima menit berlalu Windi terlihat sudah keluar dari dalam kamar mandi. Dilihatnya ke arah ranjang dimana Marvel sudah bangun dan sedang memainkan ponselnya.


"Marvel." Panggilnya pada suaminya yang seperti tidak sadar dengan kehadirannya.


Marvel mengalihkan pandangan dari layar ponselnya ke arah Windi. Ia memberikan senyuman manis pada Windi yang tengah berjalan ke arahnya.


"Ada apa denganmu?" Tanya Marvel saat menangkap ekspresi wajah istrinya yang terlihat murung.


"Memangnya ada apa denganku?" Windi balik bertanya.


"Kau terlihat murung dan tidak bersemangat." Jawab Marvel apa adanya.


Windi mencoba menormalkan ekspresi wajahnya namun ia tidak bisa. "Aku tidak apa-apa."


Marvel tak percaya begitu saja. Ia pun meminta Windi untuk duduk di sebelahnya. "Apa ada hal yang berat sedang mengganggu pemikiranmu saat ini?" Tanya Marvel.


Windi terdiam tak langsung menjawab pertanyaan Marvel.


"Emh ya. Ada sesuatu hal yang sedang aku pikirkan saat ini." Jawab Windi pada akhirnya.


"Apa itu?" Marvel mencoba mengorek isi hati istrinya.


"Maaf. Saat ini aku belum bisa mengatakannya padamu. Namun aku janji setelah hatiku sedikit tenang aku akan mengatakannya kepadamu."


"Windi..." panggilan Marvel berubah tanda ia tidak setuju dengan perkataan istrinya.


"Aku harap kau tidak memaksaku untuk menjawab." Balas Windi.


Marvel memilih mengalah tak memaksa istrinya untuk menjawab apa yang ia rasakan saat ini.


Perubahan sikap Windi pun mulai terasa saat sarapan pagi mereka telah selesai dimana Windi terlihat lebih banyak diam dengan pandangan kosong.


"Apa kau ingin mengantarkanku berangkat bekerja?" Tanya Marvel karena melihat Windi yang hanya diam saja.


"Emh. Ya. Apa kau ingin berangkat sekarang juga?" Tanya Windi.


Marvel menganggukkan kepalanya. "Kau terlihat lebih banyak melamun hingga tidak sadar jika waktuku sudah lewat dari jam biasanya untuk berangkat bekerja." Ucap Marvel sambil mengarahkan pandangan pada jam dinding.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.