Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Membayar kesalahan


Tiga bulan tanpa terasa berlalu. Namun Jasmin belum menunjukkan tanda-tanda akan sadar dari komanya. Wanita itu masih setia memejamkan kedua kelopak matanya seakan enggan untuk membukanya. Selama tiga bulan terakhir Windi pun memulai aktivitasnya yang baru dengan bolak-balik ke rumah sakit untuk mengunjungi Jasmin atau sekedar menemani Arthur menemui Mommynya.


Ya, satu bulan berlalu sejak Jasmin dinyatakan koma, Windi dan Marvel bersepakat memberitahukan keadaan Jasmin pada Arthur karena mereka tidak tega melihat Arthur yang selalu menanyakan keberadaan Mommya. Dan seperti apa yang mereka perkirakan, Arthur langsung menangis sejadi-jadinya mengetahui Mommynya tidak sadarkan diri di atas ranjang rumah sakit.


Windi dan Marvel pun hanya bisa menenangkan Arthur dengan mengatakan jika semuanya akan baik-baik saja pada Arthur. Untung saja Arthur bukanlah anak yang rewel seperti anak seusianya dan mau menerima dan mendengar apa yang Windi dan Marvel katakan.


Setiap harinya Marvel dan Windi selalu mengajak Arthur untuk berdoa agar Jasmin segera sadar dari komanya dan dapat berkumpul kembali bersama-sama dengan mereka.


"Mommy, Arthur merindukan Mommy..." di dalam kamarnya Arthur menangis sendiri karena sangat merindukan kasih sayang Mommynya. Di saat anak-anak seusianya sedang menikmati kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya, Arthur justru harus merasakan peliknya hidup tanpa merasakan kasih sayang dari Mommy dan Daddynya.


Ceklek


Mendengar suara pintu yang terdengar terbuka dari luar membuat Arthur segera mengusap air mata di kedua pipinya.


"Arthur, Nenek dan Kakek sedang menunggu Arthur di luar." Ucap Windi dengan lembut pada Arthur.


Arthur menoleh pada Windi yang sedang berjalan mendekat kepadanya. "Nenek dan Kakek datang, Tante?" Tanyanya.


Windi mengangguk seraya tersenyum. "Ayo kita keluar." Ajaknya.


Arthur mengangguk lalu turun dari atas ranjang dan mengikuti Windi keluar dari dalam kamarnya. Setibanya di ruang tamu, Arthur sudah disambut dengan senyum merekah dari wajah Mama Belinda dan Papa Bagas.


"Arthur, Nenek membawakan mainan untuk Arthur." Mama Belinda menunjukkan hadiah mainan baru untuk Arthur.


Arthur tersenyum senang melihatnya lalu mengambil mainannya dan tak lupa mengucapkan terima kasih pada Mama Belinda dan Papa Bagas.


Windi yang memperhatikan interaksi Mertuanya dengan Arthur hanya bisa tersenyum karena ia turut senang melihat kebahagiaan di wajah Arthur saat ini.


"Mas." Balas Windi seraya tersenyum.


"Ayo ikut aku." Ajak Marvel.


Windi mengangguk dan mengikuti langkah Marvel menuju pintu samping rumahnya yang terhubung dengan taman.


"Ada apa, Mas?" Tanya Windi setelah duduk di kursi taman.


"Sayang, beberapa bulan ini kau terlalu sibuk dengan orang lain hingga mengabaikanku." Ucap Marvel dengan memasang wajah cemberut.


"Maafkan aku, Mas." Sesal Windi. Ia memang cukup merasa bersalah telah mengabaikan Marvel selama ini.


"Sayang, bagaimana sebagai permintaan maafmu padaku kau membayarnya dengan ikut denganku menginap di hotel nanti malam hingga dua hari ke depan." Pinta Marvel.


Windi terdiam dan berpikir. Ia mengerti kemana arah dan tujuan pembicaraan Marvel saat ini, namun ia juga memikirkan Arthur yang akan ditinggal di rumah mereka.


"Kau tenang saja, aku sudah meminta Daniel dan Naina untuk menjaga Arthur selama kau dan aku menginap di hotel." Ucap Marvel menghilangkan kegelisahan Windi.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.