
Setelah pembicaraannya dan Marvel selesai, Windi pun memutuskan turun ke lantai bawah untuk menyusul Arthur yang sudah cukup lama ia tinggalkan sendiri di ruang tamu.
"Kau sangat tampan sekali..." mendengar suara seorang wanita yang sangat dikenaliny membuat pandangan Windi segera tertuju pada lantai bawah dimana tadi Arthur berada.
"Mama, Papa?" Gumam Windi menatap mertuanya yang tengah bercengkrama dengan Arthur. Windi segera mempercepat langkahnya hingga akhirnya tiba di depan kedua mertuanya.
"Mama, Papa." Sapa Windi pada mertuanya yang tengah sibuk berbicara dengan Arthur.
"Eh, Windi?" Mama Belinda tersenyum menatap Windi. Pun Papa Bagas yang turut melakukan hal yang sama.
"Maaf Mama dan Papa datang tidak mengabarimu lebih dulu." Ucap Mama Belinda.
Windi mengangguk saja lalu menatap Arthur yang tengah tersenyum padanya.
"Oh, ya Windi. Bisakah kau jelaskan tentang Arthur? Rasanya Mama baru sekali bertemu dengannya." Ucap Mama Belinda.
"Iya, Windi. Siapa Arthur ini? Kenapa Papa baru melihatnya?" Timpal Papa Bagas.
"Dia..." Windi serasa berat untuk menjawabnya. Terlebih ada Arthur di antara mereka. Melihat menantunya kesulitan untuk menjawab pertanyaan mereka, Papa Bagas dan Mama Belinda pun memilih mengalihkan pembahasan di antara mereka.
"Arthur ini anak yang sangat manis." Puji Mama Belinda merasa senang melihat sikap Arthur saat ini.
"Benar. Walau terbilang masih kecil tapi dia sudah pandai bersikap layaknya orang dewasa." Timpal Papa Bagas.
Windi hanya bisa tersenyum mendengar pujian mertuanya untuk Arthur. Tidak dapat ia pungkiri jika Arthur memang terlihat lebih dewasa dari umurnya dalam bersikap. Terbukti dari cara berbicara Arthur serta kepandaiannya yang sudah bisa mandi sendiri layaknya orang dewasa.
Setelah cukup lama berbincang dengan Arthur, Marvel terlihat menuruni anak tangga dengan pakaian yang sudah rapi.
"Mama, Papa?" Tak berbeda dengan Windi, Marvel pun terkejut melihat keberadaan orang tuanya di sana.
"Mama dan Papa datang untuk sarapan bersama dengan kalian." Ucap Mama Belinda sebelum Marvel bertanya.
Mama Belinda dan Papa Bagas mengiyakannya lalu mengajak Arthur untuk ikut dengan mereka ke meja makan.
"Apa tidak apa jika Arthur ikut, Tante?" Tanya Arthur merasa takut.
"Tidak masalah, Sayang. Anggap saja Nenek Belinda dan Kakek Bagas adalah Nenek dan Kakek Arthur sendiri." Jawab Windi.
Arthur mengangguk saja lalu mengikuti Windi menuju ruang makan. Selama sarapan berlangsung, pandangan Mama Belinda terlihat tak lepas dari Arthur yang sedang makan dengan tenang tanpa bersuara. Sesekali Mama Belinda melebarkan senyumannya melihat Arthur yang begitu pintar menghabiskan sarapan paginya.
"Windi, ayo kita bicara di taman." Ajak Mama Belinda setelah sarapan mereka selesai.
Windi mengangguk mengiyakannya lalu meminta Arthur untuk ikut bersama Papa Bagas, Ayah Amri dan Marvel menuju ruang tamu.
"Sekarang bisakah kau jelaskan siapa anak itu?" Tanya Mama Belinda yang sejak tadi sudah sangat penasaran.
"Dia adalah anak dari teman Windi, Ma. Namanya Jasmin." Jawab Windi.
"Jasmin?" Mama Belinda nampak tidak asing mendengar nama itu. Mama Belinda pun mencoba mengingat-ingat kembali siapakah orang yang memiliki nama yang sama dengan Jasmin.
Windi mengangguk lalu mulai menjelaskan alasan dirinya membawa Arthur tinggal di rumah mereka. Sedangkan Mama Belinda yang tidak terlalu fokus mendengarkan penjelasan Windi terlihat tertegun saat sudah mengingat jika Jasmin adalah wanita dari masa lalu putranya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.