
Marvel segera membalas pesan dari Jhoni dan mengatakan jika ia akan masuk bekerja esok hari dan mengatakan pada Jhoni untuk menyampaikan pada direktur baru untuk menemuinya besok pagi di dalam ruangannya. Setelah mengirimkan pesan balasan pada Jhoni, Marvel segera melangkah masuk ke dalam rumahnya.
"Apa ada sesuatu yang tertinggal?" Tanya Windi pada Marvel yang baru saja masuk ke dalam rumah.
"Tidak. Aku baru saja membalas pesan dari Jhoni." Jawab Marvel.
"Ohh.." Windi mengangguk paham lalu mengajak Marvel untuk duduk di sofa bersama dengan ayahnya.
Marvel dan Windi pun berbincang barang sejenak dengan Ayah Amri menceritakan tentang keseruan liburan mereka selama berada di villa dan sesekali tertawa saat mengingat tingkah konyol yang mereka lakukan di sana.
Ayah Amri pun tersenyum senang mendengarkan cerita dari anak dan menantunya. Rasanya saat ini ia merasa begitu bahagia karena telah melihat Windi menemukan sosok pria yang bisa menjaganya dengan baik di saat waktunya telah habis dan ia tak bisa lagi merawat putrinya.
Setelah selesai berbincang dengan Ayah Amri, Marvel dan Windi pun berpamitan untuk naik ke kamar mereka untuk beristirahat barang sejenak.
*
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Windi sudah disibukkan dengan berkutat di dalam dapur bersama pelayan yang lainnya mempersiapkan sarapan untuk suami dan ayahnya. Walau pelayan memintanya untuk diam saja dan membiarkan mereka saja yang melakukan pekerjaanya, namun Windi memilih tetap membantu mereka menyiapkan sarapan pagi.
Setelah hampir satu jam berkutat di dalam dapur, Windi pun kembali ke dalam kamarnya berniat untuk membangunkan Marvel dari tidurnya.
"Marvel... ayo bangun." Ucap Windi sambil menepuk pelan lengan suaminya.
"Eugh..." Marvel melenguh saat merasa tidurnya terganggu. Kedua kelopak matanya yang tertutup perlahan terbuka hingga kini ia dapat melihat jelas keindahan yang ada di depan matanya saat ini.
"Kau sudah bangun?" Tanya Marvel parau. Marvel hendak meraih tubuh istrinya untuk ia peluk namun Windi dengan cepat menahannya.
"Aku bau." Ucapnya.
"Bau?" Kening Marvel mengkerut bingung mendengar ucapan istrinya.
"Aku baru saja dari dapur menyiapkan sarapan pagi." Terang Windi.
"Emh, tidak. Aku senang melakukannya." Jawab Windi seadanya.
Marvel memilih tak memperpanjang pertanyaan karena ia tahu jika saat ini Windi hanya ingin melakukan perannya sebagai seorang istri dengan baik.
"Ayo mandilah, bukankah hari ini kau sudah harus masuk bekerja." Ucap Windi.
Marvel mengangguk mengiyakannya. "Kalau begitu ayo kita mandi." Ajak Marvel kemudian.
"Tidak, tidak. Kau mandi sendiri saja." Tolak Windi karena tidak ingin kejadian kemarin sore terulanh kembali dimana Marvel mengajaknya bercin-ta di dalam bathup.
"Aku berjanji jika kali ini hanya sekedar mandi." Marvel mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya pada Windi.
Windi pun akhirnya menyetujuinya setelah melihat keseriusan di wajah suaminya.
"Oh ya, Windi, bisakah mulai sekarang kau merubah nama panggilanmu untukku?" Tanya Marvel setelah mereka masuk ke dalam kamar mandi.
"Maksudmu, kau ingin aku memanggilmu dengan sebutan apa?" Tanya Windi bingung.
"Kau bisa memanggilku dengan panggilan sayang, beb, cinta, hany, atau..." Marvel menjeda ucapannya saat memikirkan nama panggilan romantis untuk mereka berdua.
***
Apa nama panggilan yang bagusnya ini?
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.