Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Menatapnya penuh arti


Windi melangkah tergesa-gesa ke arah Jasmin meninggalkan Jhoni yang berdiri di depan pintu lift. "Kau ada di sini?" Tanya Windi sambil memperhatikan penampilan Jasmin dari atas sampai bawah. Jika dilihat dari penampilannya saat ini Windi dapat menebak jika Jasmin bekerja di perusahaan ini.


"Emh ya. Aku ada di sini karena aku bekerja di sini." Jawab Jasmin apa adanya.


Windi sedikit terkejut karena apa yang dipikirkannya ternyata benar adanya. "Kau benar bekerja di perusahaan ini?" Ulang Windi memastikan kembali.


"Ya. Aku bekerja di sini, Windi." Jawab Jasmin. "Oh ya, sedang apa kau di sini?" Tanya Jasmin kemudian karena Windi hanya diam saja.


"A-aku..." Windi nampak meragu ingin menyebutkan tujuannya datang ke perusahaan karena takut Jasmin tidak akan percaya siapa dirinya. "Aku ingin menemui seseorang di sini." Jawab Windi pada akhirnya.


"Siapa itu? Apakah itu—" ucapan Jasmin terputus karena Windi dengan cepat memotongnya.


"Kau tidak akan mengenalinya karena dia hanya seorang OB di sini." Pungkas Windi.


"OB?" Ulang Jasmin dengan kening mengkerut.


"Ya. OB." Jawab Windi cepat.


Jasmin mengangguk saja seakan percaya dengan ucapan Windi. Pandangannya pun beralih pada Jhoni yang terlihat tengah menunggu Windi di depan lift. "Sepertinya Tuan Jhoni sudah menunggumu Windi." Ucap Jasmin.


Windi mengarahkan pandangannya pada Jhoni yang terlihat masih berdiri di depan pintu lift. "Agh, ya." Ucap Windi.


"Pergilah. Kita bisa berbincang lagi di lain waktu." Ucap Jasmin.


"Baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu." Ucap Windi yang diangguki Jasmin sebagai jawaban.


Windi pun melangkah meninggalkan Jasmin dengan pertanyaan di dalam benaknya. "Apa Jasmin tidak curiga dengan kedatanganku ke sini? Apa lagi aku terlihat dekat dengan Jhoni?" Gumam Windi.


"Ayo silahkan masuk, Nona." Jhoni mempersilahkan Windi masuk lebih dulu ke dalam lift.


"Agh, ya." Jawab Windi lalu masuk ke dalam lift. Setelahnya Jhoni pun ikut masuk ke dalam lift.


Dari tempatnya berdiri, Jasmin masih menatap kepergian Windi dengan tatapan yang sulit diartikan. Setelah pintu lift tertutup, Jasmin pun melanjutkan langkah keluar dari dalam perusahaan.


*


"Akhirnya kau datang juga." Ucap Marvel merasa senang.


Windi tersenyum mendengarnya. "Apa kau sudah lama menunggu kedatanganku?" Tanyanya.


Marvel dengan cepat mengangguk. "Aku sudah tidak sabar bertemu denganmu dan menikmati makan siang bersamamu." Jawab Marvel jujur.


Windi kembali tersenyum mendengar perkataan suaminya.


"Ayo duduk dulu." Ajak Marvel lalu menuntun Windi duduk di sofa yang ada di dalam ruangannya. Untuk yang kedua kalinya Windi kembali dibuat takjub saat matanya mengamati keindahan di dalam ruangan kerja Marvel.


"Apa kau menyukai desain ruangan kerjaku ini, Sayang?" Tanya Marvel.


"Emh, ya. Aku sangat menyukainya." Jawab Windi.


"Tentu saja kau menyukainya karena pilihan pria tampan seperti diriku tidak akan pernah gagal." Ucap Marvel dengan pedenya.


Windi mengangguk saja mengiyakan perkataan suami tampannya itu. Windi pun mulai membuka kotak makan yang ia bawa lalu menatanya di atas meja sofa.


"Apa kau ingin makan sekarang?" Tanya Windi setelah selesai menata kotak makan di atas meja.


"Tentu saja. Ayo kita segera makan. Setelah itu aku akan membawamu ke aula untuk diperkenalkan pada karyawanku di perusahaan ini."


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.