
Marvel yang sejak tadi menunggu Windi kembali ke rumah di ruang tamu nampak terkejut melihat Jhoni masuk ke dalam rumahnya sambil menggendong seorang anak laki-laki.
"Jhoni?" Ucap Marvel mendekati Jhoni sambil menatap istrinya yang tengah melangkah di belakang Jhoni.
"Hust..." Windi meletakkan jari telunjuk di bibirnya agar Marvel tidak bersuara.
Marvel mengikuti keinginan istrinya dan mengikuti Windi yang kini menuntun Jhoni membawa Arthur ke ruang kamar tamu rumahnya.
"Ayo ikut aku!" Titah Marvel setelah melihat Jhoni meletakkan Arthur di atas ranjang.
Windi menurut saja dan mengikuti langkah suaminya keluar dari dalam kamar.
"Sekarang jelaskan apa maksudmu membawa anak itu ke rumah ini?" Tanya Marvel terdengar tidak suka.
"Mas..." Windi meraih tangan Marvel dan menggenggamnya. "Izinkan Arthur tinggal di rumah ini. Kasihan Arthur jika dia tinggal sendirian di apartemen. Kau tahu bukan bagaimana keadaan Jasmin saat ini? Dengan kondisinya yang seperti saat ini tidak mungkin bagi Jasmin bisa merawat Arthur dengan baik." Ucap Windi.
Marvel mengusap rambutnya dengan kasar ke belakang menyalurkan rasa kesalnya saat ini. "Kau bisa menitipkannya di tempat lain tidak di rumah ini." Tekan Marvel. Walau turut merasa tidak tega dengan Arthur, ia juga tidak ingin Arthur tinggal di rumahnya karena takut akan menimbulkan masalah nantinya di keluarga kecilnya.
"Tidak ada tempat lain yang bisa Arthur tinggali selain di rumah ini, Mas. Arthur hanya memiliki Jasmin di dalam hidupnya dan sekarang tidak ada Jasmin yang bisa melindunginya. Aku harap kau bisa mengerti maksud ucapanku, Mas. Kasihan Arthur jika harus melewati hari-harinya sendirian." Ucap Windi dan tanpa sadar sudah meneteskan air mata.
Sebelah tangan Marvel yang bebas terulur mengusap air mata yang kini membanjiri pipi Windi. "Jangan menangis. Air matamu membuat dadaku sakit." Pinta Marvel.
"Aku mohon sekali lagi untuk izinkan Arthur tinggal di sini. Aku berjanji tidak akan ada masalah yang ditimbulkan karena Arthur berada di sini. Izinkan aku menjaganya, Mas. Ku mohon..." pinta Windi menghiba-hiba.
"Terima kasih, Mas." Windi segera masuk ke dalam pelukan suaminya.
Jasmin... aku akan menjaga Arthur untukmu. Aku harap akan datang keajaiban agar kau kembali sehat dan bisa merawat Arthur seperti biasanya. Ucap Windi dalam hati.
Setelah berbincang dengan Marvel, Windi pun mengangarkan Jhoni ke depan rumahnya setelah ia berpamitan untuk pulang. "Jhoni, kabari aku jika ada informasi tentang Jasmin dari rumah sakit." Pinta Windi setelah berada di depan rumah bersama Jhoni.
"Baik, Nona. Nona jangan khawatir seperti ini. Saya sudah menugaskan seorang pengawal wanita untuk menjaga Nona Jasmin di rumah sakit. Nona Jasmin tidak akan sendiri di sana." Ucap jhoni menenangkan Windi.
Windi mengangguk mengiyakan. Kali ini ia cukup tenang setelah mendengarkan perkataan Jhoni. Setelah cukup berbicara dengan Windi, Jhoni pun masuk ke dalam mobilnya.
Windi menatap kepergian mobil Jhoni hingga lenyap dari pandangannya. Setelahnya ia kembali masuk ke dalam rumah dan berniat menghampiri Arthur di kamar tamu.
"Apa malam ini kau lebih memilih tidur bersama anak itu dibandingkan tidur bersamaku?" Tanya Marvel yang berhasil menghentikan langkah Windi.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.