Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Tidak akan memaksamu


Marvel semakin dalam memangut manisnya bibir Windi dan tangannya yang kini sudah bekerja menjamah bagian tubuh Windi. Windi dibuat meremang merasakan sensasi yang ia rasakan untuk pertama kalinya. Marvel bukanlah pria yang ahli dalam bercinta. Namun ia cukup ahli jika membuatnya merasa nyaman saat mendapatkan sentuhan darinya.


Terbukti saat ini Windi tak dapat menolak apa yang ia lakukan dan justru terbuai dengan sentuhan lembut dari tangannya. Dengan gerakan perlahan Marvel menggiring tubuh Windi ke atas ranjang dengan ciuman yang semakin memanas di antara mereka.


Rasanya Windi ingin menolak saat sudah menebak apa yang ingin Marvel lakukan selanjutnya karena kini rasa takut mulai menghantui pemikirannya karena membayangkan sesuatu yang akan terjadi kepadanya.


Mengetahui tubuh Windi yang tak lagi nyaman mendapatkan sentuhan darinya membuat Marvel menghentikan sejenak kegiatannya dan membatalkan niatnya menjatuhkan tubuh Windi ke atas ranjang.


"Ada apa?" Tanya Marvel parau sambil mengusap bibir Windi yang basah akibat perbuatannya. "Apa kau belum siap, hem?" Tanya Marvel. Walau hasratnya kini tengah menggebu-gebu ingin bercin-ta dengan istrinya, namun Marvel tidak ingin membuat Windi merasa terpaksa melakukannya dengan dirinya.


"Bukan begitu." Jawab Windi gugup.


"Lalu?" Jemari Marvel kembali menyibak helaian rambut Windi yang menutupi keningnya.


"Aku takut." Jawab Windi jujur sambil menunduk.


Marvel tersenyum mendengarkan jawaban polos dari istrinya. "Apa yang kau takutkan, hem?" Marvel berucap lembut.


"A-aku..." Windi merasa malu untuk mengatakan apa yang ada dalam pemikirannya saat ini.


"Windi... aku tidak akan memaksamu jika kau tak ingin. Aku hanya ingin kita menjalani pernikahan ini layaknya pasangan suami istri pada umumnya. Windi... aku adalah pria normal yang juga ingin merasakan surga dunia yang orang-orang katakan selama ini." Ucap Marvel.


"Aku bukan tidak ingin. Aku hanya takut." Jawab Windi masih menunduk.


Marvel mengangkat dagu Windi agar Windi menatap pada wajahnya. Dan berhasil. Kini pandangan Windi tengah tertuju padanya.


"Kau tidak perlu takut... aku akan melakukannya dengan hati-hati." Ucap Marvel meyakinkan.


"Tapi..." ucapan Windi terbuang begitu saja saat Marvel kembali memangut mesra bibir mungilnya. Melakukan apa yang sejak tadi Marvel inginkan dengan merebahkan tubuh Windi dengan hati-hati di atas ranjang.


Marvel tidak ingin membuat Windi terlalu lama merasakan takut pada apa yang dipikirkannya. Ia hanya ingin membuktikan pada istrinya jika apa yang dipikirkannya tidak akan terjadi. Walau Marvel tahu jika Windi tetap akan merasakan sakit untuk pertama kalinya, namun Marvel akan berusaha membuat istrinya melupakan rasa sakitnya itu dengan sebuah rasa kenikmatan.


Tangan Marvel yang tadi hanya bermain di atas tubuh Windi kini perlahan turun menyentuh dan membelai apa saja yang diinginkannya. Windi tak dapat menolak apa yang diinginkan suaminya itu karena kini ia turut menginginkan apa yang ada di dalam pemikiran Marvel saat ini.


Setelah melihat Windi merasa terbuai dan melayang dengan apa yang dilakukannya, tangan Marvel pun dengan cepat bekerja melepas gaun tidura yang melekat di tubuh Windi hingga hanya memperlihatkan dalaman yang dikenakan Windi.


"Marvel..." Windi menahan tangan Marvel yang hendak melepas da-lamannya.


"Tenanglah..." ucap Marvel lembut lalu kembali melanjutkan kegiatannya saat tangan Windi mulai terlepas menahan tangannya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.