Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Bersikap profesional


"Sama-sama." Jawab Marvel dan dengan cepat melepaskan jabatan tangan mereka.


Jasmin dan Jhoni pun berpamitan keluar dari dalam ruangan Marvel meninggalkan Marvel yang terpaku di posisinya. "Kenapa dia bisa ada di sini? Dan..." Marvel tak melanjutkan ucapannya dan lebih memilih menjatuhkan bokongnya di atas kursi kerjanya. Ia mengusap wajahnya lalu terdiam sambil menatap ke arah langit-langit ruangan kerjanya.


"Kenapa aku begitu ceroboh tidak melihat lebih dulu biodata direktur yang baru? Dan bagaimana bisa Tuan Morgan mengirimkan dirinya sebagai kandidat direktur untuk perusahaanku?" Marvel dibuat bertanya-tanya. Sebelumnya Marvel memang mengetahui jika mantan kekasihnya itu bekerja di salah satu perusahaan besar sebagai direktur keuangan. Namun ia tidak menyangka jika saat ini mantan kekasihnya itu justru bekerja di perusahaan miliknya karena keteledorannya yang menerima begitu saja tawaran dari Tuan Morgan.


Marvel berusaha mengatur kondisi hatinya dan mengeluarkan ponsel dari saku jasnya. Dilihatnya foto Windi yang menjadi walpaper ponselnya. Kedua sudut bibirnya tertarik ke atas saat mengingat wajah cantik istrinya.


"Windi..." gumam Marvel sambil mengusap foto Windi di layar ponselnya. Suasana hatinya yang gundah karena kedatangan mantan kekasihnya kini sirna begitu saja saat mengingat istrinya. "Dia hanyalah masa lalu dan kau adalah masa depanku." Ucap Marvel lirih lalu menempelkan ponselnya di dadanya.


*


"Kenapa kau tidak langsung memberitahukan padaku jika dia adalah direktur baru di perusahaan ini?" Marvel menatap tajam pada Jhoni yang kini tengah berdiri tepat di depannya.


"Saya sudah beberapa kali mencoba memberitahukannya pada Tuan." Jawab Jhoni tenang lalu menjelaskan bagaimana saja tanggapan Marvel saat ia ingin menjelaskan siapa orang yang akan menggantikan direktur keuangan yang lama di perusaahan mereka.


Marvel pun tak bisa menyangkal penjelasan Jhoni karena memang beberapa kali ia selalu memotong pembicaraan Jhoni saat ingin membahas siapakah direktur yang baru di perusahaannya. Bahkan ia juga mengabaikan pesan singkat dan pesan email yang dikirimkan Jhoni padanya karena terlalu asik menikmati waktu bersama istrinya.


"Jika Tuan merasa keberatan kita bisa memindahkannya ke perusahaan cabang." Saran Jhoni.


Setelah berbincang cukup panjang dengan Jhoni, Marvel pun berpamitan untuk pulang karena setengah jam yang lalu sudah memasuki waktu pulang bekerja. Marvel segera keluar dari dalam ruangannya diikuti Jhoni di belakangnya.


Saat sudah berada di loby perusahaan, Marvel menghentikan langkahnya saat melihat Jasmin tengah berdiri di depan loby sambil menelefon seseorang. "Sungguh membuat mataku sakit saja." Gumamnya lalu kembali melanjutkan langkah tanpa menatap pada Jasmin.


Melihat Marvel melewatinya begitu saja tak membuat Jasmin mengubah ekspresi wajahnya. Ia terlihat memasang wajah tenang dan kembali melanjutkan obrolan dengan seseorang di seberang telefon.


"Huft." Marvel menghembuskan nafas kasar di udara saat ingatannya kembali tertuju pada pengkhianatan Jasmin beberapa tahun lalu. "Sungguh menggelikan!" Umpatnya pelan.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.