
"Tapi Tuan..." Jhoni berucap pelan hingga Marvel tak dapat mendengarnya. Hembusan nafas Jhoni terdengar kasar di udara saat membayangkan bagaimana ekspresi atasannya nanti setelah melihat direktur baru di perusahaan mereka.
Marvel yang sudah masuk ke dalam ruangannya pun kembali mengeluarkan ponselnya untuk mengirimkan foto pada Windi jika ia sudah berada di dalam ruangan kerjanya.
"Apa ini yang dinamakan bucin?" Ucap Marvel sambil tertawa menyadari sikapnya saat ini. Setelah selesai dengan dunia perbucinannya dengan Windi, Marvel segera melangkah ke arah meja kerjanya.
*
Setengah jam telah berlalu dari waktu kerja dimulai, Marvel terlihat duduk dengan gagah di kursi kebesarannya sambil menunggu seorang direktur baru di perusahaannya datang menemuinya.
"Kenapa mereka tidak kunjung datang?" Tanya Marvel. Merasa tidak sabar menunggu kedatangan direktur baru karena ia akan mengerjakan pekerjaannya yang lain, Marvel pun segera menghubungi Jhoni untuk menanyakan keberadaan direktur baru.
"Direktur keuangan yang baru sudah berjalan ke arah ruangan Tuan." Jawab Jhoni saat Marvel mempertanyaan keberadaan direktur baru.
"Baiklah." Jawab Marvel lalu mematikan sambungan telefonnya.
Tak berselang lama, pintu ruangan Marvel pun diketuk dari luar. Marvel yang sudah mengetahui siapakah gerangan yang mengetuk pintunya langsung menyuruhnya untuk masuk.
"Silahkan, Nona." Ucap Jhoni pada wanita yang kini berada di belakang tubuhnya.
Wanita itu mengangguk lalu melangkah mendahului Jhoni menuju kursi kebesaran Marvel dengan wajah tenang.
"Selamat pagi Tuan Marvel." Ucap wanita itu saat sudah berada di dekat Marvel.
Marvel yang sedang sibuk mengambil bolpoinnya yang terjatuh pun seketika menghentikan pergerakannya saat mendengar suara yang sangat tidak asing di pendengarannya.
Dengan gerakan perlahan Marvel mengangkat kepalanya hingga kini ia dapat melihat siapakah gerangan sosok yang ada di depannya saat ini.
Jasmin? Ucap Marvel dalam hati dengan wajah terkejut.
Wanita bernama Jasmin itu pun tersenyum pada Marvel. Marvel segera menormalkan ekspresi wajahnya lalu berdehem menormalkan situasi di antara mereka.
"Selamat pagi. Silahkan duduk." Jawabnya kemudian.
"Jhoni, berikan biodata direktur baru pada saya." Titah Marvel pada Jhoni yang masih berdiri di sebelah Jasmin.
Jhoni mengiyakannya lalu memberikan biodata Jasmin pada Marvel.
"Tunggu sebentar." Ucap Marvel lalu membaca sekilas biodata Jasmin. Oh astaga... Marvel merutuki kebodohannya karena selalu menolak membaca biodata diri direktur perusahaannya yang baru. Pantas saja sejak kemarin Jhoni seperti mendesaknya karena wanita yang berada di depannya saat ini adalah wanita dari masa lalunya.
"Ehem." Marvel masih berdehem menormalkan situasi di sekitarnya. "Jadi anda sudah lebih tiga tahun menjadi direktur keuangan di perusahaan cabang milik Tuan Morgan?" Tanya Marvel.
Jasmin mengangguk. Wanita itu pun terlihat bersikap biasa saja pada Marvel layaknya bawahan dan atasan. "Benar, Tuan." Ucapnya.
"Saya lihat kinerja anda selama bekerja di perusahaan cabang Tuan Morgan sangat bagus. Saya harap selama bekerja di sini anda juga menunjukkan kinerja yang bagus dan terbaik." Ucap Marvel.
Jasmin mengangguk. "Saya akan mengusahakannya, Tuan." Jawabnya.
"Bagus. Untuk hari ini Jhoni dan direktur keuangan yang lama akan menunjukkanmu tata cara bekerja di bagian keuangan." Ucap Marvel. Setelah menjelaskan lebih lanjut apa saja tugas Jasmin selama bekerja di perusahaannya, Marvel pun meminta Jhoni mengantarkan Jasmin ke ruangannya.
"Terima kasih, Tuan." Ucap Jasmin sambil mengulurkan tangannya pada Marvel sebelum keluar dari dalam ruangan kerja Marvel.
Deg
***
Tenang... tenang... tidak ada pelakor ya di sini😊
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.