
"Oh astaga..." Windi memasang wajah bersalah pada Marvel. Ia pun segera bangkit dari duduknya dan mengajak Marvel untuk segera keluar dari dalam rumah.
Marvel hanya bisa menghela nafas dan mengikuti permintaan istrinya itu. Saat sudah sampai di depan rumah, Marvel pun berpamitan untuk pergi pada istrinya dan tak lupa memberikan ciuman singkat di kening Windi.
Windi tak melepaskan tatapan matanya dari mobil Marvel hingga lenyap dari pandangannya. "Maafkan aku." Lirihnya masih merasa bersalah. Setelahnya Windi pun masuk ke dalam rumah dengan langkah lunglai tak bersemangat.
"Windi, ada apa denganmu, Nak?" Tanya Amri saat berpapasan dengan Windi di depan pintu kamarnya.
"Windi tak apa. Ayah ingin kemana?" Tanya Windi.
"Ayah ingin ke dapur mengambil minum." Ucap Amri sambil menunjukkan gelas kosong di tangannya.
"Air minum Ayah sudah habis? Sini biar Windi yang mengambilkannya." Ucap Windi lalu mengambil gelas di tangan Amri. Setelahnya ia berlalu pergi dari hadapan Amri dengan membawa gelas menuju dapur.
"Apa apa denganmu, Nak? Kau terlihat murung." Gumam Amri menatap kepergian putrinya.
Setelah Windi kembali dari dapur, Amri pun menanyakan kembali ada apa dengan putrinya itu. Namun ia tetap mendapatkan jawaban yang sama karena Windi tetap menjawab jika ia baik-baik saja dan tidak ada yang harus dikhawatirkan.
Namun Amri tak percaya begitu saja. Nalurinya sebagai seorang Ayah mengatakan jika ada hal yang sedang disembunyikan anaknya itu saat ini. Dan apa yang dipikirkan Amri terbukti di beberapa hari berikutnya dimana Windi masih menunjukkan ekspresi yang sama di hadapannya.
Bukan hanya Amri, Marvel pun turut merasakan hal yang sama. Namun setiap ia meminta pada istrinya itu untuk menjawab ada apa dengannya Windi selalu memilih diam tak ingin mengungkapkan isi di dalam hatiny.
"Sayang, aku ingin siang ini kau mengantarkan makan siang kembali untukku. Sudah tiga hari belakangan ini aku sangat merindukan makan bersama denganmu." Pinta Marvel.
Windi terdiam dan berpikir. Ingin sekali ia menolak ajakan suaminya itu namun hatinya merasa tak tega mengingat sudah beberapa hari ini ia selalu menolak apa yang diminta oleh Marvel.
Marvel pun tersenyum senang mendengarkannya. Setelah mendapatkan jawaban yang diinginkannya dari mulut istrinya, akhirnya Marvel pun berpamitan pada Windi untuk berangkat ke perusahaannya.
*
Saat siang hari telah tiba, Windi nampak sudah berada di dalam mobil yang akan mengantarkannya ke perusahaan Atmajaya. Siang ini ia memilih berangkat lebih awal ke perusahaan Marvel agar bisa lebih lama bersama dengan suaminya itu di dalam ruangan kerjanya.
"Maafkan aku Marvel. Kau pasti kecewa dengan perubahan sikapku akhir-akhir ini." Gumam Windi menyadari kesalahannya yang tidak mau jujur pada Marvel.
Setengah jam berlalu, mobil pun telah sampai di depan perusahaan Atmajaya. Windi segera keluar dari dalam mobil sambil membawa rantang di tangannya. Kedatangan Windi ke perusahaan siang itu disambut dengan senyuman merekah dari karyawan Marvel yang berpapasan dengannya.
Walau merasa canggung dengan perubahan sikap karyawan kepadanya saat ini, namun Windi tetap menjaga dirinya agar tak menundukkan pandangannya seperti apa yang Marvel katakan.
Dan kini tibalah Windi di lantai teratas perusahaan dimana ruangan suaminya itu berada. Windi terus melangkah hingga akhirnya sampai di depan pintu ruangan Marvel. Niatnya yang ingin mengetuk pintu ia urungkan saat mendengar percakapan Marvel dan seorang wanita dari dalam ruangan kerja Marvel.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.