Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Menerimanya dengan baik


"Kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanya Marvel mencoba memancing isi hati anak laki-laki kecil di sebelahnya saat ini.


"Arthur selalu ingat Mommy. Arthur takut Mommy tidak baik-baik saja." Jawabnya sambil tertunduk.


Marvel tertegun mendengarkan jawaban dari anak sekecil Arthur yang begitu takut dengan keadaan Mommynya saat ini.


"Arthur, sebagai anak laki-laki kau harus kuat dan tangguh. Kau tidak boleh bersedih seperti ini." Ucap Marvel sambil memberikan usapan di rambut Arthur.


"Tapi Mommy..." Arthur semakin tertunduk sedih.


"Berdoalah agar Mommymu cepat sehat dan bisa kembali berkumpul bersamamu." Ucap Marvel menenangkan Arthur.


Arthur hanya mengangguk tanpa bersuara. Rasanya saat ini Arthur sangat ingin menangis karena takut dengan kondisi Mommynya.


"Om Marvel, Arthur ingin ikut bersama Mommy saja. Arthur ingin menginap di rumah sakit saja bersama Mommy." Pinta Arthur dengan wajah sedih.


"Kenapa kau meminta seperti itu? Apa kau tidak nyaman tinggal di sini bersama Om dan Tante?" Tanya Marvel.


Arthur menggeleng. "Arthur ingin dekat dengan Mommy dan Arthur tidak mau menyusahkan Om dan Tante." Jawab Arthur dengan parau karena saat ini ia sudah sangat ingin menangis.


Dan benar saja, beberapa saat kemudian Arthur pun menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Marvel yang melihatnya pun hanya bisa menghela nafas dan mencoba menenangkan Arthur. Marvel sangat paham bagaimana kondisi hati Arthur saat ini dan Marvel tidak ingin menyalahkan Arthur untuk itu.


"Arthur, jika Arthur tinggal di rumah sakit bersama Mommy itu akan menyulitkan dokter melakukan pekerjaannya untuk menyembuhkan Mommy. Dan satu lagi, Om dan Tante tidak pernah merasa direpotkan oleh Arthur sama sekali." Ucap Marvel.


Maafkan Om, Arthur. Harusnya sejak awal Om bersikap baik padamu karena saat ini kau sangat membutuhkan dukungan dan kasih sayang dari orang-orang di sekitarmu. Ucap Marvel dalam hati.


*


Setelah hari itu, Marvel nampak menunjukkan perubahan sikap yang sangat pesat pada Arthur. Setiap harinya Marvel mengusahakan untuk memberikan perhatian pada Arthur bahkan sampai mau menemani Arthur untuk tidur.


Semuanya Marvel lakukan atas dasar kemanusiaan dan rasa kasih sayangnya pada anak kecil seperti Arthur. Marvel ingin dengan perubahan sikapnya itu dapat membuat Arthur merasa nyaman tinggal di rumahnya dan dapat dengan perlahan menghilangkan rasa cemasnya pada Mommynya yang sampai saat ini masih terbaring antara hidup dan mati di rumah sakit.


"Mas, terima kasih karena telah mau mewujudkan keinginanmu menerima Arthur di rumah ini." Ucap Windi dengan wajah tersenyum pada Marvel yang baru saja kembali ke dalam kamar setelah menemani Arthur tidur di dalam kamarnya.


"Sama-sama. Maaf telah bersikap buruk selama ini." Sesal Marvel.


Windi menggeleng. Marvel tidak salah sepenuhnya. Semuanya terjadi juga karena kesalahannya yang mengambil keputusan tanpa membicarakannya lebih dulu pada Marvel. Windi sangat tahu jika suaminya adalah pria baik dan sangat mudah menyayangi anak-anak seperti apa yang ia lihat sejak awal mengenal Marvel. Windi tahu alasan Marvel bersikap dingin pada Arthur selama ini hanya semata-mata ingin menjaga hatinya karena Arthur adalah anak dari mantan kekasihnya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.