Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Menyelidiki


Setelah keluar dari dalam ruangan kerja Marvel, Windi langsung bergegas berjalan ke arah lift. Tujuannya kini hanya ada satu, yaitu menuju ke lantai delapan dimana letak ruangan Jasmin berada. Untung saja saat itu ia sempat bertanya pada Jasmin di lantai berapa Jasmin bekerja hingga saat ini memudahkannya untuk menemui Jasmin.


Ting


Pintu lift berhenti tepat di lantai delapan. Windi segera keluar dari dalam lift sambil menenteng rantang kosong di tangannya. Windi terus berjalan melewati lorong yang nampak sepi. Di lantai delapan saat itu memang sepi karena masih menunjukkan jam istirahat dan pasti para karyawan sedang berada di kantin perusahaan atau luar perusahaan untuk mengisi perut mereka yang kosong.


"Semoga saja Jasmin ada di dalam ruangan kerjanya." Gumam Windi penuh harap. Windi menatap satu persatu ruangan yang ia lewati mencari ruangan direktur keuangan berada.


"Itu dia." Gumam Windi membaca nama papan ruangan yang berada tidak jauh darinya. Dengan ragu dan sedikit bergetar Windi mengetuk pintu ruangan. Dan pada ketukan ketiga, tanda Windi duga terdengar sahutan dari dalam.


Ceklek


Windi membuka pintu ruangan dengan perlahan. Jasmin yang sedang sibuk mengusap air matanya tidak sadar siapakah yang masuk ke dalam ruangan kerjanya.


"Jasmin?" Ucap Windi pelan setelah berada dekat dengan Jasmin.


Deg


Jasmin seketika mengangkat kepalanya saat melihat keberadaan Windi di dekatnya. "Windi?" Ucapnya lalu bangkit dari duduknya.


"Kau habis menangis?" Tanya Windi melihat wajah Jasmin yang terlihat sembab.


"Agh, tidak. Aku hanya mengantuk." Kilahnya.


"Mengantuk?" Windi memperhatikan wajah Jasmin dengan intens. "Tapi sepertinya kau habis menangis. Lihatlah air matamu masih berjejak di pipimu." Ucap Windi.


"Tidak..." Jasmin segera mengusap pipinya yang masih menempel jejak air mata. "Ayo duduk dulu, Win." Ajak Jasmin merasa tidak sopan membiarkan istri presdir berdiri terlalu lama seperti saat ini.


Windi mengiyakannya dengan duduk di kursi yang berhadapan dengan Jasmin dan meletakkan rantang yang ia bawa di atas meja.


"Aku datang karena ada hal yang ingin aku tanyakan padamu." Jawab Windi apa adanya.


"Apa itu?" Tany Jasmin.


"Saat aku hendak masuk ke dalam ruangan suamiku, aku sempat mendengar kau dan suamiku berbicara. Dan aku mendengar perintah suamiku padamu untuk menghapus sesuatu di ponselmu. Kalau akau boleh tahu sesuatu apakah itu?" Tanya Windi.


Deg


Jasmin dibuat tertegun mendengar mendengar pertanyaan Windi. Jasmin sebisa mungkin mengatur ekspresi wajahnya untuk tenang agar Windi tidak curiga kepadanya.


"Tapi kenapa tadi aku tidak melihatmu saat keluar dari dalam ruangan?" Jasmin mencoba mencari topik yang lain.


"Itu tidak penting. Yang terpenting sekarang jawaban darimu." Jawab Windi lembut.


Jasmin menghela nafas sesaat sebelum menjawab pertanyaan Windi. "Oh itu... Tuan Marvel memintaku untuk menghapus laporan keuangan yang salah dan menggantinya dengan yang baru." Jawabnya.


"Benarkah begitu? Lalu kenapa suamiku menyuruhmu menghapusnya di ponsel bukan di komputer milikmu? Dan... kau terlihat habis menangis, Jasmin. Apa tangisanmu itu terjadi karena perintah suamiku?" Tanya Windi pelan namun penuh penekanan. Entah mengapa saat ini Windi terlalu berani bertanya seperti itu pada Jasmin. Kecurigaannya tentang hubungan Jasmin dan Marvel membuatnya berani seperti saat ini untuk mencari sebuah kebenaran atas apa yang terjadi.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.