Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Kejadian siang itu


"Aku harap kau tidak akan lagi membahas hal ini." Ucap Marvel setelah pembahasan mereka selesai.


Windi mengangkat kepalanya yang saat ini tertunduk. "Maafkan aku. Aku terlalu anak-anak menyikapi masa lalumu." Sesal Windi.


Marvel menggeleng. "Ini bukan salahmu. Ini salahku karena tidak jujur sejak awal padamu. Jika aku bergerak lebih cepat mungkin ini semua tidak akan terjadi."


Windi kembali diam dengan pemikiran yang melayang kemana-mana. Karena tak ingin istrinya kembali banyak berpikir, Marvel pun memutuskan untuk mengantarkan istrinya pulang ke rumah mereka. Ia bahkan meninggalkan rapat yang harus ia datangi siang ini dan memilih menyusul ke acara rapat setelah selesai mengantarkan Windi pulang.


*


"Windi, kau tidak salah dengan perasaanmu saat ini yang merasa tidak nyaman dengan masa lalu suamimu dan Jasmin karena kau mengetahui apa kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka dulu. Namun kau harus mengingat dengan jelas jika saat ini Marvel telah memilihmu menjadi istrinya. Tidak ada lagi kisah mereka di masa lalu. Tidak peduli bagaimana kisah mereka dulunya berakhir. Yang ada hanyalah tentang dirimu dan Marvel." Ucap Naina saat mereka tengah berkumpul di kediaman Queen siang itu.


Queen yang duduk di hadapan Naina pun mengangguk membenarkan ucapan Naina. "Lagi pula kau bilang Marvel sudah tidak ingin membahas masa lalunya lagi. Itu berarti Marvel ingin menjaga keutuhan rumah tangga kalian tanpa ada bayang-bayangan masa lalu. Semua orang punya masa lalu. Dan semua orang berhak bebas dari masa lalunya dan memulai hidup yang baru dengan pilihan barunya. Kau tidak bisa merubah masa lalu yang terjadi pada suamimu. Kau hanya bisa memulai hidup yang lebih indah bersama suamimu." Tambah Queen.


Windi mengangguk paham. "Aku adalah wanita yang begitu awam dengan urusan cinta. Selama ini aku selalu membatasi hidupku tentang cinta dah hanya fokus pada hidupku dan ayahku." Ucap Windi.


"Kami tahu itu. Semoga saja setelah ini hubungan rumah tangga kalian berjalan dengan damai dan tentram. Tidak ada lagi masa lalu yang membayangi hidup kalian." Harap Queen.


Windi mengangguk mengiyakan. Rasanya hari ini hatinya sudah cukup tenang setelah berbagi cerita dengan Naina dan Queen tentang apa yang ia rasakan saat ini. Setelah ini Windi berjanji tidak akan lagi memperdulikan akhir kisah Marvel dan Jasmin yang sampai saat ini belum diketahui oleh Marvel.


Hari-hari berlalu, hubungan di antara Marvel dan Windi sudah kembali harmonis seperti biasanya. Marvel terlihat semakin menampakkan rasa kasih sayangnya pada Windi begitu pun sebaliknya. Walau kehadiran anak selalu membayangi pemikiran Windi, namun Windi mencoba tetap bersabar menanti kehadiran anak di dalam rahimnya.


*


"Jasmin ada apa denganmu?" Rekan kerja Jasmin yang lainnya nampak cemas melihat keadaan Jasmin yang pingsan dan wajahnya yang pucat.


Karena merasa panik dengan keadaan Windi saat ini, mereka memilih membawa kembali turun ke lantai bawah untuk dibawa ke rumah sakit.


"Ada apa ini?" Jhoni yang melihat kerumunan karyawannya yang baru saja keluar dari lift pun mendekat pada mereka.


"Nona Jasmin pingsan Tuan. Dan kami ingin membawanya ke rumah sakit." Sahut karyawan yang tengah menggendong Jasmin.


"Apa?" Jhoni terlihat begitu terkejut saat melihat dengan jelas wajah Jasmin yang nampak pucat di dalam gendongan beberapa karyawan pria.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.