Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Tidak ada yang perlu disesali


"Hei..." Dio sedikit berteriak agar Marvel menjawab pertanyaannya.


"Menyesal? Apa itu menyesal?" Marvel tersenyum sinis. "Tidak ada yang perlu aku sesali. Aku menuduhnya karena dia tidak menjelaskan apa-apa di saat aku mempertanyakan anak siapa yang ada di dalam kandungannya."


Dio terdiam. Lidahnya mulai sulit untuk bersuara. Tapi ia membenarkan dalam hati apa yang Marvel katakan saat ini. Saat itu Jasmin hanya diam sambil menangis di saat Marvel mempertanyakan anak siapa yang ada di dalam kandungannya. Marvel pun bertambah kecewa saat Jasmin pergi meninggalkannya begitu saja tanpa ingin menjelaskan apa pun lagi.


"Tidak ada yang perlu disesali. Semua telah terjadi. Mungkin itulah jalan agar kami berpisah karena kami tidak berjodoh." Ucap Marvel.


"Sejak kapan kau dewasa seperti saat ini?" Cibir Dio. Ia pikir Marvel akan kembali gundah setelah mengetahui apa yang terjadi ternyata justru sebaliknya.


"Ck. Kau lupa aku siapa dan apa peranku selama ini? Semenjak aku mengenal Zelline jiwa dewasaku mulai meronta-ronta." Kelakar Marvel.


"Pede sekali dirimu." Cibir Dio lagi.


"Tentu saja. Aku bukan kau yang selalu terjebak dengan masa lalu." Marvel balik mencibir Dio.


"Sialan!" Dio menepuk lengan Marvel keras. Ia merasa tersindir karena apa yang Marvel katakan benar adanya.


"Lepaskan jika sudah tidak terlihat sebuah kejelasan di antara kalian." Ucap Marvel dengan tersenyum namun penuh penekanan di dalam ucapannya.


"Aku sedang tidak ingin mendengar nasihat darimu." Timpal Dio.


"Ya, baiklah." Balas Marvel. Ia kembali menghisap rokoknya.


"Marvel, jika kau sudah terjebak dan menyesal dengan masa lalumu bersama Jasmin, lalu kenapa kau datang seperti orang kesetanan seperti tadi?" Tanya Dio merasa bingung.


Marvel memejamkan kedua kelopak matanya. "Aku kesal karena Windi terlalu memikirkan nasib orang lain dari pada aku. Sampai saat ini ia masih saja begitu baik pada Jasmin dan putranya tanpa perduli aku tidak menyukainya. Aku tidak ingin karena rasa ibanya membuatnya nanti berpikiran yang tidak-tidak." Marvel pun melanjutkan ceritanya bagaimana tadi Windi bercerita dengan Jhoni sambil bersedih.


"Sebagai seorang wanita baik hati seperti Naina dan Queen, aku rasa Windi wajar bersikap seperti itu. Dia benar-benar tulus menganggap Jasmin adalah teman baiknya tanpa memperdulikan siapa Jasmin di masa lalumu." Jawab Dio.


"Terlalu berlebihan." Sangkal Marvel.


"Aku rasa tidak. Windi hanya menunjukkan rasa perhatian dan rasa kemanusiaannya pada Jasmin. Memangnya kau tidak merasa iba dengan kondisi Jasmin saat ini? Aku saja cukup merasa iba dan sedih melihatnya sakit seperti itu." Tanya Dio.


"Merasa iba atau tidak itu bukan urusanmu." Balas Marvel yang tidak ingin lagi menceritakan Jasmin. Jujur saja ia merasa iba dengan kondisi Jasmin saat ini. Namun ia tidak ingin karena rasa ibanya itu membuatnya kembali terjebak dengan masa lalu mereka. Ia sadar statusnya saat ini dan siapa yang ada di dalam hatinya saat ini.


"Kau tahu, ada satu hal yang lebih harus aku perhatikan saat ini. Yaitu istriku." Lanjut Marvel kemudian.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.