Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Berniat menemuinya


"Ya, saya baru saja kembali dari sana." Jawab Jasmin.


"Mommy..." rengekan Arthur mengalihkan perhatian Jasmin dan Windi. "Aku ingin coklat itu. Ayo kita membelinya." Ucap Arthur sambil menarik ujung baju yang Jasmin kenakan.


"Baiklah." Balas Jasmin lalu menatap kembali pada Windi. "Maaf Nona Windi, sepertinya saya harus pergi dulu karena anak saya menginginkan coklat yang ada di sana". Ucap Jasmin pada Windi yang terlihat masih penasaran dengan kelanjutan penjelasan Jasmi.


"Agh, ya. Baiklah kalau begitu. Sampai bertemu lagi." Jawab Windi seraya tersenyum. Walau masih merasa penasaran denga sosok Jasmin namun Windi tidak bisa memaksa wanita itu tetap melanjutkan percakapan mereka di saat seperti ini.


Jasmin pun akhirnya berlalu dari hadapan Windi setelah sempat berjabat tangan lebih dulu. Windi terus menatap kepergian Jasmin dengan tatapan yang sulit diartikan. "Bagaimana bisa dia seperti tidak mengenali wajahku? Dia bahkan sempat menabrakku tanpa sengaja waktu itu. Dan..." begitu banyak pertanyaan yang berputar di benak Windi saat ini. Tidak ingin terlalu larut dalam pemikirannya, akhirnya Windi memilih melanjutkan memilih barang-barang yang ia butuhkan.


Sementara di kediamannya dan Marvel, Marvel terlihat tengah menceritakan pada Daniel tentang kembalinya mantan kekasihnya setelah sekian lama mereka tidak bertemu lagi.


"Berarti saat ini dia tinggal di kota ini?" Tanya Daniel.


Marvel mengangguk. "Sepertinya begitu. Jhoni pernah berkata jika dia tinggal di sebuah apartemen sederhana yang terletak tidak terlalu jauh dari perusahaan."


Danie terdiam dan berpikir. "Aku pikir dia tidak memiliki niat buruk padamu." Ucap Daniel kemudian setelah menyimpulkan keseluruhan cerita Marvel.


Marvel mengangguk menyetujui. "Dia bahkan seperti orang yang tidak pernah mengenaliku sebelumnya." Jawab Marvel.


"Apa mungkin dia tidak ingin mengenalmu lagi karena terlalu malu atas perbuatannya di masa lalu." Tebak Daniel.


Marvel mengangkat kedua bahunya. "Entahlah, aku juga tidak mengetahuinya. Tapi jika benar begitu, kenapa dia mau bekerja di perusahaan milikku? Kau tahu jelas jika dia pasti mengetahui tentang perusahaanku dan siapa pemiliknya." Marvel mulai dibuat bingung.


"Aku rasa ada hal yang tidak beres di sini. Walau gerak-geriknya tidak begitu mencurigakan tapi kau harus tetap waspada padanya. Jangan sampai karena kehadirannya membuat permasalahan di dalam rumah tanggamu dan Windi." Saran Daniel.


"Aku tahu itu. Aku tidak akan tergiur dengan pengkhianat seperti dirinya lagi." Marvel memasang ekspresi jijik saat mengatakannya.


"Ck. Jangan terlalu membencinya. Kau tahu arti kebalikan benci bukan?" Tegur Daniel.


"Tunggu dulu." Daniel tak terima begitu saja saat percakapan mereka dipaksa berhenti.


"Ada apa lagi?" Tanya Marvel.


"Bagaimana perasaanmu saat bertemu dengannya lagi? Apa jantungmu masih berdebar-debar saat bertemu dengannya?" Selidik Daniel.


Marvel dengan cepat menggeleng. "Tidak berdebar-debar seperti yang kau pikirkan. Jantungku hanya terkejut saat melihat kedatangannya di perusahaanku." Jawab Marvel.


"Benarkah begitu?" Daniel terlihat tak percaya.


"Sudahlah. Hentikan pembicaraan ini sebelum istriku kembali." Tekan Marvel.


"Baiklah. Lain kali aku akan datang ke perusahaanmu untuk melihatnya." Ucap Daniel.


"Hei, apa yang kau pikirkan hingga kau berniat bertemu dengannya!" Sentak Marvel.


"Kau tidak perlu mengetahuinya. Yang jelas pertemuanku tidak akan membahayakan dirimu." Jawab Daniel. Selain ingin melihat keadaan Jasmin saat ini setelah berpisah dengan Marvel, Daniel juga ingin menyelidiki hal yang tidak beres pada Jasmin saat ini.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.