Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Tidak sadarkan diri


"Dokter... bagaimana?" Windi kembali bertanya karena dokter tak kunjung menjawab pertanyaannya.


"Operasinya berjalan dengan lancar, Nona." Jawab Dokter.


"Syukurlah..." Windi menghembusakan nafas lega. Namun rasa leganya tak bertahan lama saat Dokter melanjutkan perkataannya.


"Tapi saat ini Nona Jasmin dinyatakan koma setelah melakukan tindakan operasi."


"Apa?!" Pekik Windi tertahan. "Jas-jasmin koma?" Ulangnya.


Dokter mengangguk lemah. "Maaf kami tidak berhasil membuatnya sadar setelah operasi." Sesalnya.


"A-apa..." tubuh Windi hampir luruh begitu saja ke atas lantai jika Marvel tidak cepat menahannya. "Jasmin koma? Huu..." Windi mulai menangis.


"Tenanglah, Sayang..." Marvel mengusap-usap punggung istrinya berharap dapat menenangkannya.


"Sampai kapan Jasmin akan koma?" Tanya Marvel pada dokter. Walau pun wajahnya terlihat tenang, namun sebenarnya Marvel juga ikut terkejut mendengar kondisi mantan kekasihnya itu.


"Kami tidak dapat memastikannya, Tuan. Saat ini kita hanya bisa berdoa agar Nona Jasmin bisa melewati masa komanya dengan cepat."


Marvel menghela nafas lalu kembali menenangkan istrinya. Ia tahu saat ini Windi begitu terkejut mendengarnya. Terlebih Marvel dapat melihat jika istrinya itu begitu takut jika kondisi Jasmin semakin memburuk.


"Maaf, kalau begitu saya permisi dulu." Pamit Dokter.


Marvel dan Jhoni mengangguk sedangkan Windi masih menangis di dalam pelukan Marvel.


"Jasmin, Mas... Jasmin koma..." ucap Windi sambil menangis tersedu-sedu. Bayangan ayahnya yang beberapa bulan lalu koma kembali melintas di benaknya. Di umurnya yang sudah dewasa seperti saat ini saja Windi merasa sangat terpukul dengan kondisi ayahnya saat itu. Dan saat ini Windi tak dapat membayangkan bagaimana perasaan Arthur yang masih kecil jika mengetahui keadaan Mommynya.


"Sayang, kita tidak bisa menghindar jika takdirnya seperti ini. Saat ini kita hanya bisa berdoa untuk kesembuhannya." Tutur Marvel.


Windi tak menggubris perkataan Marvel dan terus menangis di dalam dekapan suaminya.


Sore itu Windi pulang ke kediamannya dengan wajah sembab seakan menunjukkan kesedihan hatinya saat ini.


"Arthur..." Windi mencoba tersenyum lalu melangkah mendekati Arthur. Sementara Marvel memilih tetap diam di posisinya memperhatikan gerak-gerik istrinya.


"Arthur sudah mandi, Sayang?" Tanya Windi lembut sambil mengusap rambut Arthur yang terasa lembab.


"Iya..." jawab Arthur sambil mengangguk. "Apa Tante baru pulang?" Tanya Arthur.


Windi mengangguk.


"Apa Tante baru pulang menemui Mommy?" Tanya Arthur lagi.


Windi terdiam. "Emh, tidak. Tante baru saja pulang dari perusahaan Om Marvel." Jawab Windi terpaksa berbohong karena ia tidak ingin Arthur bertanya lebih jauh jika ia mengatakan baru pulang dari rumah sakit.


Arthur mengangguk saja seolah percaya dengan apa yang Windi katakan. Setelah cukup berbincang dengan Arthur di depan kamarnya, Windi pun berpamitan untuk pergi ke kamarnya.


Setelah kepergian Windi, Marvel pun melangkah mendekati Arthur yang terlihat langsung menunduk melihat kedatangannya.


"Apa kau ingin ikut dengan Oom duduk di taman samping?" Ajak Marvel.


Arthur seketika mengangkat kepalanya. "Aku mau." Jawabnya tersenyum.


Marvel turut tersenyum lalu membawa Arthur duduk di taman samping. Setelah berada di taman samping rumahnya, Marvel membantu Arthur untuk duduk di atas kursi kayu yang ada di depan taman.


"Om Marvel... apa Mommy baik-baik saja?" Tanya Arthur dengan wajah polosnya pada Marvel.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.