
"Mas." Pungkas Windi cepat.
"Mas? Oh tidak." Marvel menggelengkan kepalanya tanda penolakan. Lagi pula panggilan Mas tidak terlalu romantis di telinganya.
"Mas saja. Aku tidak tertarik memanggilmu dengan sebutan yang lain." Jawab Windi cepat karena ia merasa tidak nyaman dengan panggilan yang terdengar menggelikan di telinganya.
Marvel menghela nafas kasar. Ingin sekali ia berdebat dengan pernyataan istrinya itu namun ia urungkan karena mengingat waktu sudah menunjukkan pukul enam pagi. Terpaksa Marvel mengiyakan permintaan Windi dengan memanggilnya dengan sebutan Mas dan ia memanggil Windi dengan sebutan nama atau sayang.
Setelah melewati akitivitas mandi mereka yang memang hanya sekedar mandi, Marvel dan Windi keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah dan tubuh yang lebih segar.
"Tunggulah sebentar. Aku akan mengambilkan pakaian untukmu." Windi segera bergegas ke arah lemari untuk mengeluarkan pakaian yang akan dipakai Marvel hari ini untuk bekerja. Tadi ia memang belum sempat menyiapkannya karena Marvel sudah lebih dulu mengajaknya untuk mandi.
Setelah selesai mengambil pakaian untuk Marvel dan memberikan pakaian pada Marvel, Windi segera mengambil pakaian untuk dirinya sendiri dan segera memakainya.
*
"Aku pergi dulu. Jika kau merindukanku kau bisa menelefonku." Ucap Marvel pada Windi sebelum masuk ke dalam mobilnya.
Windi mengangguk saja mengiyakan ucapan suami narsisnya. Setelah mengantarkan kepergian Marvel, Windi pun masuk ke dalam rumahnya dan menghampiri ayahnya di dalam kamarnya.
Sementara Marvel yang kini sedang melajukan mobil menuju perusahaan dibuat terus tersenyum saat membayangkan betapa menggemaskan istrinya yang selalu membuatnya tercandu-candu ingin menggigit dan menerkamnya.
"Windi... Windi..." gumam Marvel sambil tersenyum.
Setelah menempuh tiga puluh menit kurang lebih perjalanan, akhirnya mobil milik Marvel telah sampai di perusahaan. Marvel segera turun dari dalam mobil dan memberikan kunci mobilnya pada seorang security lalu melangkah masuk ke dalam perusahaannya dengan langkah tegap dan gagah.
Siapa pun wanita yang melihatnya selalu dibuat terpesona dengan kharisma yang Marvel miliki. Sambil terus melangkah Marvel terus menahan senyum saat melihat para karyawan wanitanya yang tengah menatapnya penuh kagum.
Ting
"Jangan merindukanku karena itu berat." Ucap Marvel menggoda istrinya saat panggilan telefon hendak berakhir.
Di seberang telefon Windi hanya bisa menahan senyum mendengar ucapan suaminya yang selalu saja membuat wajahnya merona dan malu-malu.
Panggilan telefon pun berakhir tepat dengan pintu lift yang terbuka. Marvel segera keluar dari dalam lift lalu melangkah ke arah ruangan kerjanya berada.
"Apa direktur keuangan yang baru jadi masuk hari ini?" Tanya Marvel pada Jhoni saat berpapasan di depan ruangan Jhoni.
"Jadi, Tuan. Direktur keuangan yang baru bahkan sudah berada di dalam ruangan HRD saat ini, Tuan." Jawab Jhoni.
Marvel mengangguk paham. "Apa kau sudah menyampaikan pesan padanya agar menemuiku pagi ini?" Tanya Marvel lagi.
"Sudah, Tuan."
"Kalau begitu dalam waktu setengah jam lagi minta dia untuk menemuiku." Titah Marvel yang diangguki Jhoni sebagai jawaban.
"Tunggu dulu, Tuan. Apa anda tidak ingin melihat biodata direktur yang baru?" Tanya Jhoni karena sejak kemarin Marvel tidak berniat untuk melihatnya.
"Tidak perlu. Aku percaya rekomendasi Tuan Morgan tidak akan salah." Ucap Marvel lalu melangkah menuju ruangannya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.