
"Tidak begitu." Jawab Marvel kembali tidak sepenuhnya berbohong. Ia memang tidak marah pada Windi namun hanya kecewa.
"Ayo kita ke kamar." Ajak Marvel.
Windi memperhatikan Arthur yang tengah terlelap sejenak lalu mengangguk sebagai jawaban. Dengan langkah pelan mereka pun keluar dari dalam kamar.
"Jika kau masih berat meninggalkan anak itu maka tidurlah bersamanya." Ucap Marvel setelah berada di luar kamar.
"Tidak begitu. Arthur sudah biasa tidur sendiri di sini." Jawab Windi sambil mengeratkan pelukan tangannya di lengan Marvel.
Marvel tersenyum mendengarnya. Ternyata istrinya itu peka dengan keinginannya saat ini.
"Oh ya, besok aku ingin mengajakmu pergi ke rumah Daniel." Ucap Marvel setelah masuk ke dalam kamarnya.
"Ke rumah Daniel? Tumben sakali, Mas?" tanya Windi.
"Ya, aku sudah cukup lama tidak bertemu dengan Zeline. Sekarang aku merindukannya dan ingin mengajaknya bermain bersama." Jawab Marvel.
Windi terdiam. Memang ia akui semenjak menikah dengannya Marvel sudah sangat jarang bermain dengan Zeline dan lebih sering bersamanya jika waktu libur tiba.
"Emh, Mas... bolehkah aku membawa Arthur ikut bersama kita?" Tanya Windi ragu-ragu.
"Boleh." Jawab Marvel singkat namun dapat membuat Windi tersenyum lebar mendengarnya.
*
Keesokan harinya. Marvel telah selesai bersiap-siap untuk pergi ke rumah Daniel sesuai apa yang ia katakan tadi malam. Sementara Windi masih tengah bersiap di dalam kamarnya.
Marvel memilih turun ke lantai bawah menunggu Windi selesai bersiap. Setibanya di lantai bawah, dilihatnya ke arah ruang tamu dimana Arthur nampak duduk sambil menggoyangkan kedua kakinya.
"Om Marvel..." sapanya saat melihat Marvel berada di dekatnya.
"Hem." Jawab Marvel singkat.
Arthur tetap tersenyum walau Marvel tidak memasang wajah ramah padanya. "Ayo duduk di sini, Om." Ajak Arthur.
Engah dorongan dari mana Marvel tiba/tiba menurutinya dan duduk di sebelah Arthur.
Marvel tak langsung menjawabnya. Ia menatap intens wajah polos Arthur yang nampak tulus menatap padanya. "Sama-sama." Jawabnya tanpa sadar mengusap rambut tebal Arthur.
Tak berselang lama Windi telah bergabung bersama mereka di ruang tamu. Ia tersenyum senang melihat Marvel yang nampak ramah berbicara dengan Arthur.
"Ayo kita pergi, Mas." Ajaknya.
Marvel menganggul lalu bangkit dari duduknya. Windi pun turut mengajak Arthur untuk pergi lalu mereka pun keluar dari dalam rumah.
"Kita ingin kemana ini Tante?" Tanya Arthur saat mobil sedang melaju di jalan raya.
"Kita akan ke rumah teman Om Marvel." Jawab Windi sambil menatap Arthur yang tengah duduk di kursi belakang.
Arthur mengangguk saja seakan mengerti apa yang Windi katakan.
Mobil milik Marvel pun terus melaju membelah jalanan yang cukup padat pagi itu. Setelah menempuk tiga puluh menit perjalanan, mobil milik Marvel pun telah sampai di kediaman keluarga Daniel.
"Ayo turun." Ajak Windi pada Arthur.
Arthur mengangguk lalu turun dari pintu yang dibukankan oleh Windi.
"Om ganteng!" Suara cempreng Zeline yang terdengar cukup keras membuat perhatian Arthur teralihkan ke sumber suara.
Zeline segera melompat ke arah Marvel dan dengan cepat disambut oleh Marvel.
"Kau ini..." Marvel tersenyum gemas lalu mengusap rambut Zeline.
"Om ganteng... siapa itu? Kenapa dia terlihat ganteng sekali?" Bisik Zeline di telinga Marvel sambil menatap malu-malu pada Arthur yang tengah menatapnya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.