Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Cerita masa kecil


"Marvel..." Windi dibuat gugup melihat wajah Marvel yang terlihat sangat dekat dengan wajahnya saat ini.


Marvel tersenyum melihat kegugupan di wajah Windi lalu menjauhkan jarak di antara mereka. "Apa kau sudah mengagumi ketampanan yang aku miliki Windi?" Tanya Marvel dengan wajah coolnya.


"Emh, tidak. Aku tidak merasa dan berbicara seperti." Sangkal Windi.


"Benarkah..." Marvel kembali mendekatkan wajah mereka untuk menggoda istrinya. Dan berhasil. Windi dibuat kembali gugup dengan tingkahnya bahkan wanita itu kini memejamkan kedua kelopak matanya.


"Kau terlihat manis jika seperti ini." Bisik Marvel di telinga Windi.


Wajah Windi mulai terasa panas mendengar bisikan yang terdengar lembut di telinganya. Marvel pun segera menarik tangan istrinya dan kembali membawanya melangkah mengelilingi villa tanpa perduli jika Windi semakin gugup karenanya.


Windi terlihat tak melunturkan senyuman di wajah cantiknya selama berjalan-jalan di sekitar villa bersama Marvel. Bagaimana tidak, pemandangan yang sangat indah di depannya dan didampingi oleh pria yang sangat narsis seperti Marvel yang acap kali menggodanya membuat Windi salah tingkah sekaligus merasa senang.


"Ayo kita duduk di sana." Ajak Marvel menunjuk kursi kayu berbentuk persegi panjang yang berada di antara pepohonan.


Windi mengiyakannya dan melangkah ke arah kursi yang Marvel tunjuk. Setelah sampai, Marvel terlihat duduk lebih dulu lalu diikuti Windi setelahnya.


"Aku sudah lama tidak merasakan liburan seperti ini." Ucap Marvel membuka percakapan di antara mereka.


"Maksudmu? Bukankah kau sering menikmati harimu dengan berjalan-jalan ke luar kota dan luar negeri?" Tanya Windi dengan kening mengkerut bingung.


"Hahah..." Marvel tertawa kecil lalu mengusap rambut istrinya. "Kau salah, Windi. Kepergianku ke luar kota dan luar negeri bukanlah untuk jalan-jalan melainkan mencari jalan untuk mendapatkan sesuap nasi." Ucap Marvel dramatis.


Puk


"Hahaha..." Marvel kembali tertawa. "Apa yang aku katakan ini benar adanya. Aku pergi kesana kemari hanya untuk bekerja. Ya... walau sesekali aku menikmati perjalanan bisnisku dengan mengunjungi tempat hiburan, namun itu tidak terlalu berarti apa-apa untukku. Aku lebih senang menghabiskan waktu liburku seperti ini. Bersama orang yang aku sayangi." Ucap Marvel tanpa beban.


Deg


Windi dibuat tertegun mendengar kata sayang yang kembali terucap dari mulut Marvel.


"Windi... apa kau tahu jika aku sering merasa kesepian sejak kecil karena aku adalah anak tunggal dan tidak memiliki tempat untuk bercerita selain pada Mama dan Papa? Huh, rasanya saat itu aku ingin meminta seorang adik agar aku bisa mengganggunya setiap hari namun niat itu aku urungkan saat aku tahu ada masalah di rahim Mama sehingga membuat Mama tidak bisa memiliki anak lagi selain diriku." Curhat Marvel sambil membayangkan masa kecilnya yang terasa sepi tanpa kehadiran seorang adik.


"Walau pun begitu, kau harus tetap bersyukur karena kau masih memiliki orang tua yang lengkap sampai saat ini yang selalu menyayangimu." Ucap Windi pelan.


Marvel tersadar dengan maksud ucapan Windi lalu menatap pada wajah cantik istrinya. "Agh, sepertinya aku sudah salah berbicara." Sesal Marvel karena ia melupakan jika nasib Windi lebih menyedihkan dari dirinya karena Windi hanya memiliki seorang ayah sejak kecil.


"Tak apa... lagi pula aku sudah merasa bersyukur memiliki seorang ayah yang berperan sekaligus menjadi ibu yang selalu menyayangiku." Ucap Windi lalu tersenyum membayangkan sosok ayahnya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.