
Marvel turut mengikuti arah pandangan Windi dan tertegun melihat Jasmin dan seorang anak laki-laki yang ia ketahui adalah anak dari mantan kekasihnya tengah berjalan tanpa menyadari kehadiran dirinya dan Windi di sana.
Tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Marvel, Windi berjalan begitu saja mendekati Jasmin. Marvel memilih tak mengikuti langkah istrinya dan tetap berdiam diri di posisinya.
"Jasmin." Ucap Windi sedikit berteriak pada Jasmin.
Mendengar suara yang sangat dikenalinya tengah memanggil namanya membuat Jasmin mengangkat kepalanya yang tertunduk menatap pada Arthur. "Windi?" Jasmin sedikit terkejut melihat keberadaan Windi di tempat yang sama dengannya.
Windi mempercepat langkahnya hingga kini ia sudah berdiri tepat di depan Jasmin. "Aku mencarimu sejak tadi." Ucap Windi setelah berada di depan Jasmin.
"Mencariku?" Ulang Jasmin.
Windi mengangguk. "Aku mencarimu karena biasanya kau juga berada di sini di saat libur seperti ini." Jawab Windi.
Jasmin mengangguk lalu tersenyum menatap Windi. "Kau sendiri lagi?" Tanya Jasmin.
Windi menggeleng lalu mengarahkan pandangannya ke belakang dimana Marvel tengah berdiri sambil menatap padanya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Marvel?" Ucap Jasmin pelan dengan wajah terkejut.
"Aku bersama suamiku." Jawab Windi setelah menatap pada Jasmin kembali.
"Kau datang bersama Tuan Marvel." Jasmin berusah berbicara dengan tenang.
"Emh, ya." Balas Windi sedikit kaku karena tahu Jasmin adalah karyawan Marvel di perusahaan Atmajaya.
"Mas, kemarinlah." Windi mengayunkan tangan pada Marvel meminta Marvel untuk mendekat pada mereka. Namun bukannya mengikuti perkataan Windi, Marvel justru tetap diam berdiri di posisinya.
"Mas..." Windi dibuat heran melihat ekspresi suaminya saat ini. "Tunggu sebentar." Ucap Windi pada Jasmin lalu melangkah ke arah Marvel.
"Ada apa?" Tanya Marvel setelah Windi berada di hadapannya.
"Ayo ikut aku. Kita bisa berbicara sebentar dengan Jasmin bukan?" Tanya Windi.
"Tidak." Jawab Marvel tegas. "Kau tidak lupa bukan dengan tujuan kita datang ke sini. Kita datang untuk berjalan-jalan bukan untuk berbicara dengan teman barumu." Suara Marvel terdengar tidak suka di telinga Windi.
Melihat wajah istrinya yang berubah layu membuat Marvel menghembuskan nafas bebas di udara. "Baiklah." Ucapnya mengiyakan ajakan Windi karena tidak ingin membuat pujaan hatinya itu bersedih karena sikapnya.
Windi tersenyum senang mendengarnya. Ia pun menarik tangan Marvel dan membawanya ke tempat Jasmin berada.
"Tuan Marvel." Jasmin membungkuk sejenak sambil menyapa Marvel.
"Hem." Marvel hanya berdehem sebagai jawaban.
Sosok kecil yang berada di sebelah Jasmin pun kini memperhatikan wajah Marvel yang terlihat tidak asing di matanya.
"Mommy, bukankah ini Uncle yang ada di ponsel Mommy?" Tanya Arthur dengan wajah polosnya pada Jasmin.
Deg
Jasmin tertegun mendengarkan pertanyaan putrany. Pun dengan Windi yang turut terkejut mendengarnya.
"Bu-bukan, Arthur... Uncle yang ada di ponsel Mommy bukan Uncle ini." Jawab Jasmin sedikit terbata.
"Benarkah begitu?" Wajah Arthur terlihat tak percaya menatap pada Jasmin.
Jasmin pun dengan cepat mengangguk seraya mengusap kepala putranya.
"Tapi Ucle ini sangat mirip dengan foto Uncle yang ada di ponsel Mommy walau namanya berbeda." Ucap Arthur lagi.
"Arthur..." Jasmin menggeleng memberi kode pada putranya agar tak melanjutkan kembali perkataannya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.