Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Sungguh menyedihkan


Setelah cukup lama berada di dalam ruangan Jasmin menemani Arthur berbicara dengan Jasmin, akhirnya Windi pun mengajak Arthur untuk keluar dari dalam ruangan karena perawat dan dokter sudah datang untuk memeriksa keadaan Jasmin sebelum dilakukan operasi.


"Mommy, Tante..." Arthur langsung memeluk kaki Windi setelah berada di luar ruangan.


"Mommy pasti baik-baik saja. Sekarang ayo kita doakan Mommy agar cepat sembuh dari penyakitnya." Windi mengajak Arthur berdoa untuk kesembuhan Jasmin.


Arthur menurutinya dan meminta pada yang kuasa agar mengangkat segala penyakit yang ada di dalam tubuh Mommynya saat ini. Setelah selesai, Windi pun mengajak Arthur untuk duduk di kursi tunggu.


Jasmin... aku mohon bertahanlah untuk Arthur. Dia masih membutuhkan sosok ibu di dalam hidupnya. Ucap Windi dalam hati dengan mata berkaca-kaca.


"Nona Windi?" Kedatangan Jhoni membuat perhatian Windi teralihkan padanya.


"Jhoni, kau di sini?" Tanya Windi merasa terkejut karena seharusnya saat ini Jhoni berada di perusahaan untuk bekerja.


"Ya. Saya di sini mengurus persiapan untuk operasi Nona Jasmin nanti, Nona." Ucap Jhoni menjawab kebingungan Windi saat ini.


Windi mengangguk paham. "Jhoni, bisakah kita berbicara sebentar?" Tanya Windi.


"Tentu saja, Nona." Jawab Jhoni.


Windi mengalihkan pandangannya pada Arthur lalu berpamitan sebentar pada Arthur untuk berbicara dengan Jhoni. Setelahnya Windi mengajak Jhoni berbicara di ujung ruangan agar pembicaraan mereka tak terdengar oleh Arthur.


"Jhoni, apa sampai saat ini kau belum berhasil membawa orang tua Jasmin melihat keadaan Jasmin di sini?" Tanya Windi.


Jhoni menggeleng. "Kedua orang tua Nona Jasmin berkata tidak perduli lagi dengan keadaan Nona Jasmin." Jawabnya.


"Apa?" Windi menggeleng tak percaya. "Bagaimana bisa? Apa mereka tidak memiliki rasa kasih sayang pada anaknya yang sedang sakit saat ini?" Tanya Windi.


"Sayangnya tidak, Nona. Maaf, Nona. Mungkin Nona akan terkejut mendengarnya." Jhoni nampak ragu untuk mengatakannya.


"Ada apa Jhoni?" Desak Windi.


"Apa?" Windi terbelalak. "Maksudmu kedua orang tua kandung Jasmin sudah meninggal?" Tanya Windi.


Jhoni pun mengangguk membenarkan lalu menjelaskan bagaimana awal mula Jasmin diangkat menjadi anak mereka. Windi hanya bisa terdiam dengan wajah tak percaya mengetahui jalan hidup Jasmin selama ini sangatlah menyedihkan.


"Jika Jasmin mengetahui jika mereka bukanlah orang tua kandungnya lalu mengapa Jasmin mau menerima begitu saja saat dirinya dijodohkan?" Tanya Windi.


"Saya tidak tahu, Nona. Mungkin saja Nona Jasmin ingin membalas budi kebaikan mereka selama ini." Jawab Jhoni.


Windi mengangguk paham. "Lalu bagaimana dengan ayah kandung Arthur? Apa sampai saat ini dia sama sekali tidak mencari keberadaan Arthur?" Tanya Windi.


Jhoni menggeleng. "Tidak, Nona."


"Apa dia tidak punya hati hingga tidak mengakui darah dagingnya sendiri bahkan tidak ingin mencaritahu keberadaannya setelah Arthur berumur hampir lima tahun saat ini?" Windi dibuat tak habis pikir.


"Saya tidak bisa memberikan alasan yang pasti untuk itu, Nona." Jhoni tak ingin terlalu jauh mencampuri urusan Jasmin di masa lalu.


"Baiklah. Sekarang ayo kita kembali ke Arthur." Ajak Windi.


"Baik, Nona.


Windi pun melangkah lebih dulu diikuti Jhoni di belakangnya. Saat ini aku sudah semakin yakin untuk menerima Arthur di dalam hidupku. Ucap Windi dalam hati.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.