Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Pertemuan terakhir tadi malam


"Dia?" Ucap Dio.


Marvel menganggukkan kepalanya lalu menatap ke arah lain.


"Ayo kita ke apartemenmu dan kita bahas di sana." Ajak Daniel karena merasa membahas hal sensitif tidak baik di tempat mereka berada saat ini.


"Aku setuju. Ayo kita pergi." Ajak Kevin.


"Apa kalian tidak ingin pulang menghampiri istri dan anak kalian?" Tanya Marvel.


"Kami akan pulang setelah kita membahasnya." Tekan Daniel. Lagi pula sebagai seorang sahabat yang baik, mereka tidak ingin Marvel memendam masalahnya seorang diri.


Marvel mengangguk paham. "Ayo." Ucapnya kemudian dan diangguki Dio, Daniel dan Kevin sebagai jawaban. Keempat pria itu pun akhirnya melangkah meninggalkan bandara.


"Kemarikan kopermu dan cepat hubungi istrimu!" Titah Kevin saat tak kunjung melihat Marvel mengeluarkan ponselnya untuk mengabari istrinya.


"Aku sudah mengirimkan pesan padanya setelah keluar dari pesawat tadi. Setelah sampai di apartemen aku akan menghubunginya kembali." Jawab Marvel.


Kevin mengangguk paham lalu kembali melanjutkan langkahnya.


"Hei, kau tidak jadi membawakan koperku?" Tanya Marvel sedikit berteriak karena Kevin sudah semakin jauh melangkah darinya.


Kevin mengangkat sebelah tangannya di udara sambil terus berjalan.


"Dia itu benar-benar sekedar basa-basi." Gerutu Marvel lalu menggelengkan kepalanya.


*


Saat ini Marvel beserta ketiga sahabatnya telah sampai di apartemen milik Marvel. Marvel masuk lebih dulu ke dalam kamar untuk meletakkan kopernya lalu menghampiri ketiga sahabatnya yang telah menunggunya di ruang tamu.


"Ck." Lidah Marvel dibuat berdecak saat melihat Dio dengan santainya mengeluarkan makanan yang baru saja dibelinya satu minggu yang lalu sebelum berangkat ke luar negeri.


"Apa kau tahu makanan itu aku beli untuk Windi?" Tanya Marvel sambil menjatuhkan bokongnya di atas sofa yang berhadapan dengan Dio.


Marvel menggeleng melihat Dio yang terlihat tanpa bersalah menatap padanya. "Sudahlah, keluarkan saja. Aku akan membelinya lagi nanti." Ucap Marvel.


"Baiklah, itu memang jawaban yang aku inginkan." Celetuk Marvel lalu kembali mengeluarkan semua makanan dari dalam plastik.


Suasana di dalam ruang tamu pun berubah hening setelah Dio meletakkan semua cemilan di atas meja.


"Sekarang kau sudah bisa menceritakan apa saja yang kau lihat selama berada di sana." Ucap Kevin membuka suara.


Marvel menyandarkan punggunggnya di sandaran sofa lalu memejamkan kedua kelopak matanya. Ia mulai bercerita tentang awal mula pertemuannya dengan wanita itu hingga akhirnya ia meyakini jika wanita yang menginap di lantai yang sama dengannya adalah wanita yang berasal dari masa lalunya.


Daniel, Dio dan Kevin mendengarkan seluruh cerita Marvel tanpa berniat menyangkalnya. Marvel pun terus bercerita hingga akhirnya ceritanya berhenti saat ia sudah menceritakan pertemuan terakhir mereka kemarin malam.


"Apa kau benar-benar yakin wanita itu adalah dia?" Tanya Daniel.


"Aku yakin. Walau dia selalu menggunakan masker dan selalu menunduk saat bertemu denganku, aku yakin dia adalah wanita itu." Jawab Marvel.


"Lalu bagaimana perasaanmu saat bertemu dengannya setelah sekian lama tidak bertemu?" Selidik Daniel.


"Biasa saja." Jawab Marvel seadanya.


"Apa kau yakin? Jika kau merasa biasa saja kau tidak mungkin terus terbayang dengan pertemuanmu dengannya." Tekan Daniel.


Marvel tak langsung menjawab ucapan Daniel dan memilih memikirkan apa yang ia rasakan saat ini.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.