
Windi terlihat melangkah dengan tergesa-gesa menuju apartemen Jasmin. Setelah sampai di depan pintu apartemen, Windi langsung memasukkan kode kunci apartemen yang ia dapat dari Jasmin beberapa saat yang lalu.
Ceklek
Di saat pintu terbuka, pandangan dua orang pria berbeda usia terlihat menatap pada Windi.
"Jhoni?" Windi cukup terkejut melihat keberadaan Jhoni masih di tempat yang sama dengannya. Ia pikir Jhoni telah pergi dari apartemen Jasmin.
"Nona Windi?" Jhoni pun turut terkejut melihat keberadaan Windi.
"Kau di sini juga?" Tanya Windi sambil terus melangkah mendekati Jhoni dan Arthur yang terlihat tengah menangis.
"Emh, ya." Jhoni menjawab seadanya.
"Arthur..." Windi mendekat pada Arthur lalu membelai kepalanya. "Kenapa kau menangis, hem?" Tanya Windi.
"Aku ingin Mommy. Dimana Mommy?" Tanya Arthur.
Windi terdiam beberapa saat. Sungguh hatinya saat ini sangat sakit melihat seorang anak kecil yang sedang mencari keberadaan ibunya. "Mommy sedang ada pekerjaan di perusahaan dan tidak bisa ditinggalkan." Tutur Windi lembut.
"Pekerjaan? Pekerjaan apa, Tante? Kenapa lama sekali?" Tanya Arthur. Biasanya Mommynya sudah pulang di saat seperti ini. Namun kini justru sebaliknya.
"Pekerjaan yang sangat berat." Windi pun mengganbarkan pada Arthur bagaimana pekerjaan Mommynya saat ini dengan dibantu oleh Jhoni.
Namun bukannya percaya, Arthur justru semakin menangis karenanya. "Aku ingin Mommy. Ayo minta Mommy pulang." Pinta Arthur sambil terisak.
"Sayang..." Arthur menarik tubuh Arthur ke dalam dekapannya. "Mommymu akan pulang kalau pekerjaannya sudah selesai. Sekarang Arthur jangan menangis lagi. Ayo kita doakan Mommy agar cepat menyelesaikan tugasnya dan cepat pulang ke apartemen." Ajak Windi.
"Apa Nona yakin? Apa Tuan Marvel akan setuju?" Tanya Jhoni meragu.
"Aku harap Marvel akan setuju. Lagi pula hal ini aku lakukan karena aku kasihan pada Arthur. Aku tidak akan tega meninggalkan anak sekecil Arthur berada di apartemen ini sendirian." Ucap Windi sambil menatap pada Arthur.
Jhoni pun turut menatap pada Arthur. Ia dapat mengerti maksud Windi saat ini. Jika bisa ia juga ingin menawarkan agar Arthur tinggal bersama dengannya saja. Namun itu semua tidak mungkin mengingat jadwal kerjanya yang padat dan tidak ada satu orang pun yang bisa menjaga Arthur di rumahnya nanti.
Setelah berbicara dengan Jhoni, Windi pun berbicara dengan Arthur untuk mengajaknya ikut dengannya ke rumahnya dan Marvel. Awalnya Arthur nampak menolak. Namun setelah mendapatkan pengertian dari Windi dan Jhoni akhirnya ia menurut.
"Arthur... percayalah jika Mommymu akan baik-baik saja." Ucap Windi mengusap lembut rambut Arthur.
Arthur yang tengah terlelap karena terlalu lelah menangis tak bergeming di dalam pangkuan Windi. Windi menatap Arthur dengan iba. Bagaimana bisa anak sekecil Arthur harus menerima kenyataan jika ibu yang telah melahirkan mengalami sakit yang cukup parah bahkan Windi tidak sanggup membayangkan berapa lagi umur Jasmin di dunia ini.
"Nona, saya harap anda telah mengambil keputusan yang tepat." Ucap Jhoni setelah mobilnya sampai di depan rumah Marvel dan Windi.
Windi mengangguk lalu meminta Jhoni membantunya untuk menurunkan Arthur dari dalam mobil. Jhoni menurutinya dan segera menggendong Arthur keluar dari dalam mobil dan membawanya masuk ke dalam rumah.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.