Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Merasa sempurna setelah bersamamu


Marvel segera melajukan mobilnya meninggalkan perusahaannya. Sementara Jasmin, wanita itu nampak menatap kepergian mobil Marvel dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Anda belum pulang Nona?" Suara Jhoni yang terdengar dari belakang tubuhnya mengalihkan perhatian Jasmin ke sumber suara.


"Tuan Jhoni?" Jasmin sedikit membungkukkan tubuhnya pada Jhoni.


"Anda belum pulang?" Tanya Jhoni lagi.


"Emh, ya, saya akan pulang sebentar lagi. Saya masih menunggu jemputan." Jawab Jasmin.


Jhoni mengangguk paham. "Kalau begitu saya pamit dulu." Ucap Jhoni yang diangguki Jasmin sebagai jawaban. Jhoni pun melangkah meninggalkan Jasmin sambil memikirkan ekspresi wajah Jasmin yang selalu sulit ia artikan. "Jika dilihat dia bukanlah wanita jahat." Gumam Jhoni sambil terus melangkah.


*


Suara deru mesin mobil yang terdengar di depan rumah membuat Windi segera bangkit dari duduknya di sofa ruang tamu. "Sepertinya Marvel sudah pulang." Ucap Windi lalu melangkah dengan cepat keluar dari dalam rumah.


"Sayang..." senyuman manis terkembang di wajah Marvel saat melihat istrinya datang menyambut kedatangannya.


"Mar— eh, Mas." Ucap Windi seraya tersenyum kaku.


Marvel tersenyum melihat sikap istrinya. Ia segera melangkah mendekati Windi lalu memeluknya. "Kau terlihat sudah mandi dan cantik." Ucap Marvel sambil mengusap kepala Windi.


"Emh, ya. Aku baru saja selesai mandi." Jawab Windi.


"Kenapa tidak menungguku untuk mandi bersama, hem?" Goda Marvel.


"Mas..." Lirih Windi merasa malu mendengar ucapan suaminya.


Marvel tertawa-tawa melihat sikap menggemaskan istrinya. Mereka pun terus melangkah masuk ke dalam rumah dan menaiki tangga menuju kamar mereka berada.


"Ayah masih tidur?" Tanya Marvel karena tidak melihat keberadaan mertuanya di lantai bawah.


"Emh, ya. Ayah masih tertidur setelah meminum obat." Jawab Windi.


"Oh..." Marvel mengangguk paham lalu meraih handle pintu untuk membuka pintu kamarnya.


Marvel tertegun melihat sikap manis istrinya itu. Ia membiarkan Windi melakukan apa yang diinginkannya seraya tersenyum tipis menatap istrinya.


"Tunggulah sebentar. Aku akan menyiapkan air mandi untukmu." Ucap Windi setelah selesai membantu membuka dasi Marvel.


"Baiklah. Aku akan menunggumu di sini." Jawab Marvel seraya tersenyum.


Windi ikut tersenyum lalu melangkah ke arah kamar mandi meninggalkan Marvel yang terpaku di tempatnya. "Kesempurnaan apa lagi yang ingin aku cari? Mendapatkan istri seperti dirimu saja sudah membuat aku merasa menjadi suami yang paling sempurna di dunia ini." Gumam Marvel merasa sangat beruntung memiliki istri seperti Windi.


Tak berselang lama Windi telah keluar dari dalam kamar mandi. "Airnya sudah siap." Ucap Windi sambil melangkah mendekat pada Marvel.


"Kalau begitu ayo temani aku mandi." Ajak Marvel.


"Apa? Menemenimu mandi?" Tanya Windi dan diangguki Marvel dengan cepat.


"Agh, tidak, tidak. Aku sudah selesai mandi. Bagaimana kalau kau mandi sendiri saja dan aku akan mempersiapkan baju ganti untukmu." Ucap Windi.


"Apa kau tahu jika menolak keinginan suami adalah hal yang dilarang? Dan sekarang aku memintamu untuk menemaniku mandi." Ucap Marvel.


"Tapi..." Windi nampak meragu.


"Tidak ada penolakan, Sayang." Ucap Marvel lalu tanpa aba-aba mengangkat tubuh Windi ke arah kamar mandi.


"Berjanjilah jika aku hanya sekedar menemanimu mandi." Pinta Windi di gendongan Marvel.


"Aku tidak janji untuk itu." Balas Marvel tersenyum menyeringai dan mempercepat langkahnya masuk ke dalam kamar mandi.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.