Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Liburan yang mengesankan


Deg


Windi segera melangkah meninggalkan Marvel karena merasa sangat malu mendengarkan jawaban yang Marvel berikan. Ia terus melangkah menjauhi Marvel tanpa perduli jika Marvel sedang tertawa-tawa saat ini.


"Windi... Windi..." Marvel menggelengkan kepalanya menatap kepergian istrinya lalu segera melangkah mengejar langkah Windi.


Hap


Setelah berada dekat dengan Windi, Marvel langsung merangkul leher Windi. "Kau berani meninggalkanku? Apa kau tidak takut jika suami tampanmu ini akan pergi diambil orang lain?" Goda Marvel.


"Takut." Jawab Windi spontan.


Marvel mengu-lum senyum. "Kalau begitu jangan pernah meninggalkanku dan berjalanlah beriringan denganku." Ucap Marvel lembut.


Windi mendongak menatap Marvel yang kini tengah tersenyum menatapnya. Kepalanya pun mengangguk mengiyakan ucapan Marvel.


Marvel mengusap kepala istrinya sambil terus melangkah menyusuri kebun teh.


"Apa kau tidak ingin foto sendiri?" Tawar Windi saat mengingat jika Marvel belum berfoto sendirian.


"Tidak. Aku sudah bosan berfoto sendiri. Sekarang aku sudah memiliki istri dan aku tidak ingin berfoto sendiri lagi jika sedang bersama istriku." Jawab Marvel.


"Kau ini..." Windi tersenyum malu-malu mendengarkan ucapan suaminya.


*


Tiga hari sudah Marvel dan Windi lewati bersama untuk berbulan madu. Dan selama itu pula Marvel dan Windi lewati dengan terus melakukan pendekatan di antara mereka setiap harinya seperti tak melewatkan malam dengan bercerita dan ber-cinta.


Dan hari ini, Marvel dan Windi sudah bersiap untuk kembali ke kota. Sebenarnya Marvel masih sangat ingin melewati hari berdua dengan istrinya di kota Bogor. Namun mengingat jika ia memiliki tanggung jawab yang besar di perusahaannya membuat Marvel mengurungkan niatnya.


"Bibi, Paman, kalau begitu kami pamit kembali ke kota dulu. Terima kasih atas jamuan Bibi dan Paman selama kami ada di sini." Ucap Windi pada Bi Marni dan suaminya.


"Sama-sama, Nona, Tuan." Jawab Bi Marni dan suaminya bersamaan.


Windi mengangguk mengiyakan ucapan Marvel dan tak lupa mengucapkan kata terima kasih. Perjalanan kembali ke ibu kota pagi itu mereka lewati dengan rasa bahagia satu sama lain karena merasa hasil liburan mereka sangatlah mengesankan.


*


Tiga jam kurang berlalu, mobil milik Marvel telah tiba di depan kediaman mereka. Marvel dan Windi yang baru saja turun dari dalam mobil sudah disambut oleh Ayah Amri yang ternyata sudah menunggu kedatangan mereka di ambang pintu.


"Ayah..." Windi berjalan cepat ke arah ayahnya lalu memeluk erat Ayah Amri karena sudah sangat merindukan ayahnya itu.


Marvel justru memilih mengeluarkan barang-barang mereka lebih dulu lalu melangkah mendekati mertuanya untuk menyalaminya.


"Bagaimana keadaan Ayah saat ini, apa sudah semaki membaik?" Tanya Marvel.


"Ya. Tubuh Ayah terasa semakin membarik dari hari ke hari." Jawab Amri.


"Syukurlah kalau begitu." Marvel tersenyum lega mendengarnya.


Setelah cukup berbincang dengan anak dan menantunya di depan pintu, Amri pun mengajak mereka untuk masuk ke dalam rumah.


Ting


Suara notifikasi yang terdengar cukup nyaring menghentikan langkah Marvel yang hendak masuk ke dalam rumah.


"Direktur keuangan yang baru sudah terpilih dan akan masuk bekerja esok hari?" Gumam Marvel membaca pesan yang dikirimkan asistennya padanya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.