Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Mulai gugup


Perjalanan dari Ibu kota menuju kota Bogor pagi itu Marvel dan Windi lewati dengan saling bercerita satu sama lain. Tak jarang Marvel memberikan kata pujian untuk istrinya itu yang membuat Windi tersipu malu karenanya. Sebagai pria yang sangat senang tebar pesona dengan para wanita, pastilah Marvel memiliki ilmu yang sangat tinggi dalam hal menggoda seorang wanita.


Karena keberangkatan mereka yang terbilang cukup pagi hari itu membuat mobil yang dikendarai Marvel tidak terjebak macet seperti yang biasanya ia rasakan jika melakukan perjalanan pada siang hari atau sore hari.


Setelah melewati kurang lebih tiga jam perjalanan, mobil yang dikendarai Marvel pun telah tiba di sebuah Villa milik keluarga Alexander.


"Ayo keluar." Ajak Marvel pada Windi yang masih terlihat terkagum-kagum dengan pemandangan di sekitar villa.


Windi tersadar dari kekagumannya lalu mengangguk mengiyakan ajakan Marvel.


"Biar aku saja yang mengeluarkannya." Ucap Marvel menahan pergerakan Windi yang hendak mengeluarkan barang-barang bawaan mereka dari dalam mobil.


"Baiklah." Windi menurut dan menjauhkan jarak dari hadapan Marvel.


Marvel segera mengeluarkan barang-barang mereka lalu menyerahkan barang berukuran kecil pada Windi.


"Kau bawa yang ini saja. Biar aku yang membawa dua koper besar ini." Ucap Marvel.


"Tapi—" Windi hendak protes dengan perkataan Marvel karena kini Marvel menarik dua koper berukuran cukup besar milik mereka berdua.


"Ayo. Selain tampan aku juga kuat jadi kau tidak perlu mengkhawatirkanku." Ucap Marvel dengan pedenya.


Windi tersenyum mendengar Marvel yang begitu percaya diri.


Marvel terus melangkah menuntun Windi menuju villa Alexander berada sambil menarik dua koper di tangannya. Tidak terlihat rasa keberatan di wajah tampan Marvel. Pria itu justru terlihat sangat senang dengan apa yang dilakukannya saat ini.


"Selamat datang Tuan, Nyonya." Sepasang suami istri paruh baya terlihat menyambut kedatangan Marvel dan Windi di depan pintu.


"Ayo silahkan masuk, Tuan, Nyonya." Ajak wanita paruh baya yang bernama Marni.


"Baik, Bibi." Jawab Marvel dan Windi bersamaan.


Bi Marni dan suamianya yang bernama Tarjo mengantarkan Marvel dan Windi menuju kamar utama yang ada di dalam villa Alexander. "Silahkan masuk, Tuan, Nyonya." Ucap Bi Marni.


"Tunggu sebentar, Bibi. Apa Daniel yang memerintahkan Bibi menyiapkan kamar ini untuk kami tempati?" tanya Marvel memastikan. Karena dari yang ia tahu Daniel tidak akan mau jika kamar utama yang sering ia pakai digunakan oleh orang lain.


"Benar, Tuan. Tuan Daniel meminta agar saya mempersiapkan kamar ini untuk Tuan dan Nyonya tempati selama berada di villa ini." Jawab Bi Marni.


Marvel mengangguk. "Baiklah, kalau begitu saya masuk dulu untuk meletakkan barang-barang ini." Ucap Marvel.


"Baik, Tuan. Kalau begitu saya pamit dulu membuatkan air minum dan makanan untuk Tuan dan Nyonya." Pamit Bi Marni yang diangguki Marvel dan Windi sebagai jawaban.


"Ayo masuk, tunggu apa lagi." Ajak Marvel lembut pada Windi yang terlihat masih mematung menatap isi dalam kamar dari ambang pintu.


"Emh, ya." Windi melangkah dengan perasaan gugup setelah melihat suasana kamar yang dipersiapkan Bi Marni bagaikan kamar untuk pengantin baru yang ingin melakukan ritual malam pertama.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.