
Windi pun menghargai keputusan Jhoni untuk tidak memberitahukan alasan Tuan Morgan tidak mempertahankan Jasmin untuk tetap bekerja di salah satu cabang perusahaannya.
"Aku sungguh tidak percaya dengan penyakit yang tengah menyerang tubuhnya saat ini Jasmin masih keras untuk bekerja." Ucap Windi setelah cukup lama terdiam.
"Itu karena Nona Jasmin ingin memberikan hidup yang layak untuk Arthur, Nona. Jika ia tidak bekerja maka siapa lagi yang akan menghidupi mereka."
"Lalu bagaimana dengan kadua orang tuanya?" Tanya Windi.
"Kedua orang tua Jasmin tidak mau menerima mereka lagi setelah Nona Jasmin memutuskan untuk bercerai dari suaminya."
Windi tertegun. Pantas saja selama ini Jasmin selalu berat jika ingin menceritakan tentang kedua orang tuanya. Pembicaraan mereka pun terus berlanjut hingga akhirnya Windi mulai menceritakan kegelisahannya saat ini.
"Jhoni, apa kau tahu alasan Jasmin menduakan Marvel saat itu?" Tanya Windi hati-hati.
Jhoni menatap pada Windi sekilas lalu menatap lurus ke depan. "Saya baru mengetahuinya, Nona." Jawab Jhoni.
"Lalu apa Marvel sudah mengetahuinya?" Windi terlihat penasaran.
Jhoni menggeleng. "Tuan Marvel benar-benar sudah tidak ingin tahu dengan masa lalunya." Jawab Jhoni.
Windi terdiam dengan kepala tertunduk. "Jhoni... bagaimana nanti jika akhirnya Marvel tau alasan Jasmin menduakannya saat itu karena dia dijodohkan oleh kedua orang tua. Dan bagaimana jika Marvel tahu jika saat itu Jasmin bukan hamil anak selingkuhannya melainkan anak dari suaminya sendiri."
"Saya tidak bisa menebak-nebak bagaimana perasaan Tuan Marvel nanti, Nona. Yang saat ini saya tahu jika Tuan Marvel benar-benar sudah mencintai Nona dan sudah melupakan masa lalunya bersama Nona Jasmin." Jawab Jhoni.
Perasaan Windi masih saja tidak tenang walau sudah mendengarkan jawaban dari Jhoni. Entah mengapa saat ini ia sangat ingin memberitahukan pada Marvel apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu mereka agar Jasmin tidak lagi dibayangi rasa bersalah pada Marvel.
"Jangan pernah berpikiran untuk memperbaiki hubungan yang sudah rusak, Nona. Karena jika hubungan itu sudah mulai membaik akan ada hati yang terluka." Ucap Jhoni penuh maksud.
Windi mengangguk paham. Ia tahu pesan Jhoni tertuju untuknya. Ia juga tidak ingin bersikap bodoh dengan memperbaiki hubungan suami dan mantan suaminya. Cukup saat ini ia bersikap baik pada Jasmin karena alasan kemanusiaan dan pertemanan mereka.
Setelah berbicara cukup lama bersama Windi di taman samping, Jhoni pun berpamitan untuk pulang ke rumahnya. Windi mengantarkan Jhoni ke depan rumahnya lalu menghampiri Marvel yang berada di dalam kamar mereka.
Suara pintu kamar yang terbuka tak berhasil membuat Marvel menoleh menatap istrinya yang tengah berjalan masuk ke dalam kamar.
"Mas..." ucap Windi pada Marvel yang tengah duduk membelakanginya.
Marvel hanya diam sambil mengetikkan sesuatu di layar ponselnya.
"Mas..." panggil Windi lagi setelah berada dekat dengan Marvel.
"Dari mana saja?" Tanya Marvel dengan nada berbeda.
"A-aku dari taman samping." Jawab Windi seadanya.
"Untuk apa kau di sana?" Tanya Marvel tanpa menatap Windi.
"Hanya berbicara tentang keadaan Jasmin saat ini." Jawab Windi sedikit berbohong.
"Benarkah?" Marvel mengangkat kepalanya dan menatap istrinya dengan intens.
Windi mengangguk dengan wajah sedikit gugup karena melihat tatapan berbeda dari suaminya saat ini.
Marvel pun memilih bangkit dari duduknya dan keluar dari dalam kamar tanpa memperdulikan Windi yang mempertanyakan kemana ia akan pergi.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.