
Deg
"Jasmin?" Tanya Marvel sedikit terbata karena menyebutkan nama mantan kekasihnya.
"Emh, ya. Nama wanita itu adalah Jasmin."
Marvel terdiam dengan pemikiran yang sudah melayang kemana-mana.
"Mas?" Windi menegur Marvel yang terlihat hanya diam saja.
"Agh, ya?"
"Kenapa kau diam?" Tanya Windi.
"Tak apa. Emh sepertinya badanku sudah sangat lengket dan aku ingin segera mandi. Apa masih ada hal yang ingin kau ceritakan padaku lagi?" Tanya Marvel.
Windi menggeleng. "Tidak ada. Aku hanya ingin menceritakan itu saja kepadamu. Aku pikir kau memiliki seorang kembaran karena mantan kekasih temanku itu sangat mirip denganmu."
"Oh..." Marvel mengangguk-angguk saja mengiyakan ucapan istrinya.
"Baiklah, kalau begitu tunggulah sebentar. Aku akan menyiapkan air untukmu mandi." Ucap Windi lalu bangkit dari duduknya.
"Tunggu dulu." Marvel menahan tangan Windi hingga membuat pergerakan Windi terhenti.
"Ada apa Mas?" Tanya Windi bingung.
"Bagaimana kalau mulai besok kau mengantarkan makan siang untukku. Rasanya aku juga ingin ditemani makan siang oleh istriku seperti Daniel dan Kevin." Ajak Marvel.
"Mengantarkan makan siang ke perusahaanmu?" Ulang Windi yang diangguki Marvel sebagai jawaban. "Tapi..." Windi meragu karena ia merasa tidak percaya diri jika harus datang ke perusahaan suaminya itu.
"Jangan berpikiran yang macam-macam. Kau sangat diterima dengan baik di perusahaanku karena kau adalah istri dari pemimpin perusahaan. Mulai besok aku akan memperkenalkanmu pada beberapa orang petinggi perusahaan agar mereka tahu siapa dirimu." Ucap Marvel yang mengerti kekhawatiran Windi saat ini.
Marvel langsung merebahkan tubuhnya ke atas ranjang setelah melihat sosok istrinya lenyap dari balik pintu. Bukan tanpa alasan ia meminta Windi untuk datang ke perusahaannya besok. Selain ingin memperkenalkan istrinya pada karyawannya, Marvel juga ingin berjaga-jaga bila apa yang ada di dalam pemikirannya saat ini adalah benar. Ia ingin menunjukkan pada semua orang jika Windi adalah wanita yang sangat dicintainya saat ini dan pendamping hidupnya.
*
Seperti apa yang diminta Marvel kemarin sore, akhirnya siang ini Windi datang ke perusahaan Daniel dengan membawa kotak makanan untuk makan siang Marvel. Windi terlihat masuk ke dalam perusahaan dengan wajah menunduk karena ia merasa tidak percaya diri melihat banyaknya karyawan Marvel yang terlihat berlalu lalang di dalam lobby saat ini.
"Nona Windi?" Suara Jhoni yang terdengar memanggil namanya membuat Windi mengangkat kepalanya.
"Jhoni?" Windi tersenyum lega melihat sosok Jhoni di hadapannya.
"Anda ingin bertemu Tuan Marvel bukan?" Tanyanya yang diangguki Windi sebagai jawaban. "Kalau begitu ayo ikut saya, Nona." Ajak Jhoni pada Windi.
"Emh, ya." Balas Windi lalu berjalan mengikuti Jhoni ke arah pintu lift khusus petinggi perusahaan.
Sontak saja melijat Jhoni membawa wanita berjalan ke arah pintu lift petinggi perusahaan membuat para karyawan bertanya-tanya tentang siapakah wanita yang dibawa Jhoni saat ini.
"Tunggu dulu!" Windi menghentikan langkahnya saat melihat wanita yang sangat dikenalinya baru saja keluar dari dalam pintu lift. "Jasmin?" Panggil Windi hingga membuat sosok yang dipanggilnya menatap ke arahnya.
"Windi?" Jasmin dibuat begitu terkejut melihat keberadaan Windi di perusahan Atmajaya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.