Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Ada apa dengan Jasmin?


Dan seperti apa yang Daniel katakan, beberapa hari kemudian Daniel nampak berkunjung bersama Kevin ke perusahaan Marvel. Bukan ruangan Presdir yang mereka tuju saat ini melainkan ruangan direktur keuangan.


"Apa Jasmin ada di dalam ruangan kerjanya?" Tanya Daniel pada wanita yang bekerja di bagian devisi keuangan.


"Sepertinya ada, Tuan." Jawabnya ramah.


Daniel mengangguk lalu mengucapkan terima kasih. Setelahnya ia melangkah ke arah ruangan Jasmin dan mengetuk pintu.


Tok


Tok


Tok


Pada ketukan ketiga terdengar panggilan dari dalam meminta mereka untuk masuk.


"Ayo." Ajak Daniel.


Kevin mengiyakannya lalu masuk ke dalam ruangan Jasmin.


Deg


Jasmin yang sedang menatap ke arah pintu menantikan seseorang masuk ke dalam ruangannya dibuat begitu terkejut melihat dua sosok yang sangat dikenalinya tengah masuk ke dalam ruangan kerjanya.


"Da-daniel... Kevin." Lirih Jasmin.


Daniel dan Kevin terus melangkah mendekati Jasmin dengan wajah datar mereka. Jasmin pun sontak bangkit dari duduknya saat Daniel dan Kevin sudah berada tepat di depan meja kerjanya.


"Selamat bertemu lagi, Jasmin." Ucap Daniel sambil mengulurkan tangan pada Jasmin.


Jasmin menerima uluran tangan Daniel dengan memasang wajah setenang mungkin. Walau sudah bersikap demikian namun Daniel dapat merasakan jika tangan Jasmin terasa dingin saat ini. Setelah selesai berjabat tangan dengan Jasmin, Kevin pun turut melakukan hal yang sama pada Jasmin.


"Mari silahkan duduk." Ucap Daniel pada Daniel dan Kevin.


Daniel dan Kevin menurutinya lalu duduk di kursi yang berada di depan Jasmin. Suasana di dalam ruangan direktur keuangan saat itu terasa dingin dan mencekam saat Daniel dan Kevin saling memasang wajah dingin namun terlihat mematikan di mata Jasmin.


"Telah lama tidak bertemu kau terlihat sudah banyak berubah, Jasmin." Ucap Daniel membuka percakapan di antara mereka.


"Menurutku beda. Kau terlihat lebih dingin dari terakhir yang aku lihat." Balas Daniel.


Jasmin hanya diam dengan kepala menggeleng.


"Daniel benar. Kau terlihat banyak berubah. Dari penampilan, hingga..." Kevin tak melanjutkan ucapannya dan lebih memilih menatap wajah Jasmin dengan intens.


"Aku rasa kalian sudah salah menilai. Aku masih tetap sama. Jika ada yang berubah mungkin dari wajahku yang terlihat semakin tua." Balas Jasmin.


"Hahaha." Daniel tertawa memecahkan ketegangan di antara mereka. "Jasmin... kau jangan bersikap kaku seperti itu. Walau saat ini kau bukan lagi kekasih Marvel, namun kau tetap teman kami." Ucap Daniel.


Jasmin menghembuskan nafas pelan di udara. Entah mengapa ia merasa kesulitan bernafas dengan kedatangan Daniel dan Kevin saat ini.


"Kau terlihat tegang sekali. Lebih baik kau minum dulu." Ucap Kevin.


Jasmin menurut saja lalu meneguk air minum yang tersedia di atas meja kerjanya.


"Jadi... setelah sekian lama menghilang kini kau kembali dengan bekerja di perusahaan Atmajaya yang pasti kau ketahui adalah perusahaan milik Marvel mantan kekasihmu." Ucap Daniel santai namun terdengar penuh penekanan di telinga Windi.


"Maaf. Tapi aku tidak memiliki pilihan lain." Jawab Jasmin tanp menjelaskan maksud ucapannya.


Daniel sedikit menangkap apa yang Jasmin katakan saat ini. Daniel pun memilih diam beberapa saat dan membiarkan Jasmin sedikit tenang barang beberapa saat.


"Jasmin, apa kau ingat dengan pertemuan terakhir kita waktu itu?" Tanya Daniel memancing ekspresi di wajah Jasmin.


"Ya. Kita terakhir bertemu saat malam acara ulang tahunmu di club." Jawab Jasmin.


"Bukan. Mungkin kau lupa atau tidak sadar jika pertemuan terakhir kita adalah di waktu pagi saat kau baru saja membayar seorang petugas club untuk—" Daniel memangkas ucapannya dan tersenyum miring saat melihat ketegangan di wajah Jasmin.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.