Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Kapan Mommy pulang?


Keesokan harinya, Windi terlihat membawa Arthur ke rumah sakit sesuai janjinya pada Arthur yang ingin mempertemukan Arthur dengan Jasmin.


"Arthur, jangan terburu-buru." Windi mencoba mengejar langkah Arthur yang sudah semakin jauh darinya. Dapat Windi lihat jika Arthur sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Mommynya.


Arthur tidak mendengarkan apa yang Windi katakan justru semakin cepat berjalan menuju ruangan perawatan Jasmin. Walau baru beberapa kali dibawa ke rumah sakit menemui Jasmin, namun Arthur sudah mengingat dengan jelas dimana letak ruangan Jasmin berada.


Setelah berada di depan ruangan perawatan Jasmin, Arthur ditahan oleh wanita yang Windi ketahui adalah pengawal yang diperintahkan Jhoni untuk menjaga Jasmin selama ia tidak ada di rumah sakit.


"Aku ingin melihat Mommy!" Arthur mencoba masuk dan menghadang sosok besar di depannya.


"Arthur..." suara lembut Windi membuat Arthur menoleh ke arahnya.


"Tante..." Arthur tertunduk dengan wajah sedih.


"Ayo kita masuk ke dalam." Ajak Windi setelah memberikan anggukan kepala pada pengawal.


Wajah Arthur langsung bersemangat. Ia pun melangkah masuk ke dalam ruangan perawatan Jasmin dengan wajah bahagia.


"Mommy..." pekik Arthur lalu berlari ke arah ranjang Jasmin.


"Arthur." Jasmin cukup terkejut melihat keberadaan putranya di sana. Ia tidak menyangka jika Windi akan mengajak Arthur ke sini mengingat Windi tidak mengatakan apa pun padanya tadi malam saat mereka bertemu.


"Mommy..." Arthur mulai menangis setelah berada di samping Jasmin. "Arthur sangat merindukan Mommy. Hua..." Arthur menangis dengan kencang memperlihatkan betapa rindunya dirinya pada Jasmin.


"Sayang..." Jasmin berucap parau sambil menahan air matanya agar tidak jatuh.


"Mommy kapan sembuh? Kapan Mommy pulang? Arthur sudah sangat rindu bermain dengan Mommy." Ucap Arthur dengan suara khas anak kecil.


"Arthur... tenanglah..." Windi mencoba menenangkan Arthur yang sedang menangis sambil memegang tangan Jasmin. Ia tidak ingin karena tangisan Arthur membuat Jasmin bersedih dan tidak fokus untuk menjalankan operasinya nanti.


"Mommy..." suara tangisan Arthur mulai mereda namun tidak dengan isak tangisannya.


"Apa masih lama?" Arthur menatap Jasmin dengan air mata yang nampak membasahi kedua pipinya.


Jasmin tak langsung menjawabnya karena kini air mata mulai mengalir di sudut matanya.


"Arthur... Mom tidak tahu sampai kapan Mom akan dirawat di sini. Arthur... Mom tahu Arthur adalah anak yang hebat. Saat ini bolehkah Mom meminta sesuatu pada Arthur?" Tanya Jasmin.


Arthur mengangkat kepalanya lalu mengangguk.


"Arthur... selama Mom tidak ada di samping Arthur Mom minta Arthur bersikap sebagai anak yang baik pada Tante Windi. Jangan pernah menyusahkannya dan bantulah Tante Windi jika membutuhkan bantuan Arthur." Pinta Jasmin.


"Iya, Mommy. Apa setelah Arthur menjadi anak yang baik Mommy akan segera sembuh?" Tanya Arthur.


Jasmin merasa sulit untuk menjawabnya. Namun karena tak ingin melihat putranya bersedih, Jasmin pun akhirnya mengangguk mengiyakannya.


"Arthur... berjanjilah pada Mommy untuk bisa menerima Tante Windi di dalam hidup Arthur." Pinta Jasmin lagi.


"Iya, Mommy." Jawab Arthur sambil menganggukkan kepalanya.


Windi hanya bisa berdiri diam di posisinya sambil menahan sedak di dadanya menatap interaksi ibu dan anak di depannya saat ini. Rasanya Windi merasa tak sanggup jika nantinya harus melihat Arthur merasakan sakit kehilangan Jasmin di hidupnya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.