
"Jangan terlalu banyak drama. Sekarang ayo katakan apa maksud ucapanmu?" Desak Marvel.
Daniel menggeleng pertanda tidak ingin memberitahukannya pada Marvel. Melihat respon dari Daniel membuat Marvel menatap pada Kevin seolah meminta jawaban yang sama. Namun sayang usahanya sia-sia karena Kevin turut menggeleng sebagai jawaban.
Jadilah saat itu mereka memilih membahas hal lain yang tidak terkait pada Jasmin. Marvel pun tak mempermasalahkannya karena kedua sahabatnya telah berjanji akan memberitahukannya di saat mereka sudah mendapatkan waktu dan jawaban yang tepat.
*
Sore itu saat jam pulang bekerja telah tiba, Marvel nampak telah bersiap menenteng tas kerjanya keluar dari dalam ruangan kerjanya. Dilihatnya Jhoni juga turut keluar dari dalam ruangan kerjanya menenteng tas kerjanya.
"Kau juga mau pulang?" Tanya Marvel pada Jhoni.
"Iya, Tuan." Jawab Jhoni.
Marvel mengangguk paham lalu mengajak Jhoni melangkah bersamanya. "Bagaimana penyelidikanmu sampai saat ini, apa semuanya masih aman?" Tanya Marvel.
Jhoni mengangguk membenarkan. "Semua aman terkendali dan Nona Jasmin masih bersikap sewajarnya, Tuan." Balas Jhoni.
Marvel mengangguk paham. "Baguslah jika begitu. Pastikan jika dia tidak berbuat hal yang di luar batas." Tekan Marvel.
"Baik, Tuan."
Ting
Pintu lift khusus petinggi perusahaan terbuka. Marvel dan Jhoni langsung melangkah masuk ke dalam lift yang akan mengantarkan mereka ke besement perusahaan.
"Tumben sekali kau tidak keluar dari loby?" Tanya Marvel merasa aneh.
"Itu karena tidak ada hal yang harus saya selidiki hari ini, Tuan." Balas Jhoni.
"Ohh..." balas Marvel singkat dan tak lagi melanjutkan percakapan di antara mereka karena kini pandangannya terpusat pada layar ponselnya yang memperlihatkan pesan masuk dari Windi.
*
"Nona Jasmin?" Laju mobil Jhoni mulai melambat saat melihat Jasmin berdiri di antara orang-orang yang sedang menunggu kedatangan bus di halte bus. Setelah berada tepat di depan halte bus, Jhoni menurunkan kaca mobilnya dan menghidupkan klakson mobilnya. Sontak saja aksi Jhoni membuat Jasmin dan yang lainnya menatap ke arah mobil Jhoni.
"Tuan Jhoni?" Ucap Jasmin.
Jhoni memberikan kode lewat tatapan matanya agar Jasmin masuk ke dalam mobilnya. Awalnya Jasmin nampak ragu, namun saat melihat mobil bus sudah mulai melaju ke arah halte membuat Jasmin segera masuk ke dalam mobil Jhoni.
"Tenanglah, aku tidak akan menculikmu." Ucap Jhoni lalu melajukan mobilnye meninggalkan halte.
"Maaf, Tuan. Saya tidak ingin merepotkan Tuan." Ucap Jasmin.
"Tidak masalah. Untuk kali ini kau dilarang menolak ajakanku." Tekan Jhoni karena beberapa kali ia menawarkan Jasmin untuk pulang bersama namun wanita itu menolak.
Jasmin mengangguk saja mengiyakan ucapan Jhoni. Mobil milik Jhoni terus melaju membelah jalanan yang cukup padat sore itu menuju apartemen tempat tinggal Jasmin. Selama berada di dalam perjalanan menuju apartemen baik Jhoni maupun Jasmin memilih diam satu sama lain.
Tanpa terasa kini mobil Jhoni telah sampai di area gedung apartemen Jasmin. "Terima kasih telah mengantarkan saya, Tuan." Ucap Jasmin.
Jhoni mengangguk sebagai jawaban. Jhoni tak melepaskan pandangannya pada Jasmin yang baru saja keluar dari dalam mobilnya dan kini tengah melangkah masuk ke dalam apartemen.
"Mommy!" Suara anak kecil yang terdengar memanggil namanya menghentikan langkah Jasmin dan memusatkan perhatian Jhoni pada anak laki-laki tersebut.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.