
"Kenapa kau terlihat bingung begitu? Kau sedang tidak amnesia bukan sehingga melupakan permintaan Tuan Morgan dua tahun lalu?" Sindiri Kevin.
Marvel pun tertegun saat menyadari apa yang dimaksud oleh Daniel. "Syarat agar aku menikah?" Tanya Marvel dan diangguki Daniel sebagai jawaban. "Kenapa kau mengingatkan hal itu kepadaku? Itu semua sudah berlalu dan aku sudah menikah dengan Windi sekarang. Pernikahan kami juga berjalan baik-baik saja dan bahagia." Marvel mencoba menenangkan hati dan pemikirannya karena tahu kemana arah pembicaraan ketiga sahabatnya.
"Ck. Jangan berpura-pura bodoh, Marvel. Kau tahu jelas kalau sampai saat ini kau belum juga memberitahukan hal itu kepada Windi." Tekan Daniel.
Marvel menghela nafas panjang. "Apakah aku harus memberitahukannya? Aku rasa itu tidak perlu karena hanya akan membuatnya sakit hati." Jawab Marvel.
"Windi akan lebih sakit hati jika mengetahui hal ini dari orang lain. Kau pikir semua orang dapat kau percaya untuk menutupi semua aib-aibmu?" Tanya Daniel.
Marvel tertegun.
"Apa kau tidak takut jika Windi mengetahui hal ini dari orang lain dan akan berakibat buruk pada pernikahan kalian? Saat ini Windi sudah mengandung keturunanmu. Dan menurutku sudah saatnya kau untuk jujur memberitahukan pada Windi kenapa saat itu kau memintanya untuk menjadi istrimu secara tiba-tiba." Ucap Daniel.
"Daniel benar. Kau harus tahu jika selama ini Windi masih mempertanyakan dalam hatinya kenapa saat itu kau begitu cepat memintanya menjadi istrimu." Timpat Kevin.
"Dari mana kau tahu?" Marvel menatap Kevin dengan wajah bingung.
"Queen yang memberitahukannya padaku. Dia berkata jika Windi mempertanyakan alasan kenapa kau memintanya untuk menikah saat itu." Jawab Kevin.
Marvel terdiam dan meresapi setiap perkataan sahabatnya. Ia memang masih bisa mengundur waktu untuk memberitahu Windi sampai Windi sudah melahirkan. Tapi ia tidak bisa menjamin jika istrinya itu tidak akan tahu rahasianya sampai saat ini.
"Bagaimana? Apa kau sudah berniat memberitahukannya pada Windi?" Tanya Dio dengan mata terpicing.
"Bagus. Aku yakin Windi akan menerimanya dengan lapang dada." Ucap Daniel.
"Ya, aku harap juga begitu." Balas Marvel.
*
Sesuai perkataannya pada ketiga sahabatnya tadi siang, akhirnya malam harinya Marvel pun langsung mengajak Windi untuk berbicara di balkon kamarnya dan memberitahukan pada Windi alasan yang sebenarnya mengajak Windi menikah saat itu. Tentu saja perkataan Marvel membuat Windi terkejut sekaligus tidak percaya jika dirinya dijadikan bahan agar Marvel dapat memenangkan tender dari Tuan Morgan.
"Sayang, maafkan aku. Kau tahu jelas bukan selain karena syarat dari Tuan Morgan aku menikahimu karena keinginan dari dalam diriku sendiri." Ucap Marvel dengan wajah memelas.
Windi menatap suaminya itu dengan tatapan tak terbaca. Melihat tatapan istrinya itu tentu saja membuat Marvel merasa awas karena takut Windi akan marah besar kepadanya.
"Sayang..." Marvel meraih sebelah tangan Windi dan menggenggamnya.
"Semua telah terjadi dan aku tidak ingin melihat ke masa lalu lagi. Lagi pula saat itu aku juga menginginkan pernikahan kita untuk memenuhi permintaan ayah." Jawab Windi.
"Jadi kau tidak marah padaku?" Tanya Marvel dengan wajah senang.
"Aku tetap kesal kepadamu. Sebagai hukuman malam ini sampai satu minggu kemudian aku akan tidur bersama Arthur." Ucap Windi lalu melangkah meninggalkan Marvel begitu saja.
***