Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Apa maksud ucapannya?


"Baik, Nona. Saya akan merahasiakannya." Jawabnya. Lagi pula ia dan Marvel hanya sekedar atasan dan bawahan dan tak mungkin ia mau menceritakan apa yang dilihatnya tadi pada Marvel.


Windi merasa lega mendengarnya. Setelahnya ia melanjutkan niatnya untuk masuk ke dalam ruangan Marvel.


"Sayang?" Marvel menatap Windi dengan wajah terkejut karena Windi datang lebih cepat dari biasanya. "Kau sudah datang?" Tanyanya kemudian lalu bangkit dari duduknya.


"Emh, ya." Jawab Windi berusaha memasang wajah tetap tenang.


Marvel meraih rantang yang berada di tangan istrinya lalu meletakkannya di atas meja sofa. Setelahnya ia meminta Windi mendekat padanya lalu menarik tubuh Windi ke dalam dekapannya.


"Kenapa kau datang lebih awal dari biasanya, hem?" Tanya Marvel.


"Emh, aku hanya ingin memberikan kejutan untukmu." Jawabnya apa adanya. Dan ternyata aku lah yang mendapatkan kejutan. Lanjut Windi namun dalam hati.


Marvel pun seketika teringat dengan Jasmin yang baru saja keluar dari dalam ruangan kerjanya. "Apa kau tadi melihat seseorang keluar dari dalam ruanganku?" Tanya Marvel merasa awas.


Windi sejenak diam lalu menggeleng sebagai jawaban. "Aku tidak melihat siapa-siapa selain sekretarismu. Memangnya ada apa?" Windi mencoba mamancing suaminya.


"Tidak ada apa-apa. Ayo duduk dulu." Ajak Marvel. Ia merasa cukup lega karena Windi tak melihat Jasmin keluar dari dalam ruangan kerjanya. Dengan begitu ia tidak perlu memutar otak memberikan jawaban ada hal apa yang membuat Jasmin berada di dalam ruangannya tadi.


Kenapa kau tidak bilang jika Jasmin baru saja keluar dari dalam ruangan kerjamu? Dan kenapa kau tidak menceritakan apa yang kalian bahas di dalam tadi. Tanya Windi namun hanya dalam hati.


Windi yang merasa cukup berkecil hati karena Marvel tidak jujur padanya pun segera membuka rantang yang ia bawa dan menatanya di atas meja. Walau merasa kecewa dengan sikap Marvel saat ini, namun Windi berusaha menampilkan wajah tersenyum.


Marvel pun tak merasa curiga sama sekali dengan wajah pura-pura istrinya saat ini. Lagi pula menurutnya tidak mungkin Jasmin bertemu dengan Windi mengingat jadwal Windi masuk ke dalam ruangan kerjanya cukup lama setelah Jasmin keluar dari dalam ruangan kerjanya.


"Apa kau ingin makan sekarang?" Tanya Windi.


Windi mengangguk saja mengiyakan ajakan suaminya itu. Selama makan siang mereka berlangsung, Windi lebih banyak diam memikirkan apa yang dibicarakan Marvel dan Jasmin tadi.


Menghapus? Apa yang diminta Marvel pada Jasmin. Menghapus apa yang dia maksud? Tanya Windi dalam hati mengingat apa yang ia dengar beberapa saat yang lalu.


Lima belas menit berlalu, Marvel pun telah siap menikmati makanan yang dibawakan oleh Windi. Dan seperti biasanya, ia selalu merasa puas dengan masakan yang dibawakan istrinya itu.


"Makananmu selalu enak." Puji Marvel.


Windi tersenyum saja merespon perkataan Marvel.


"Oh ya, sepertinya aku harus segera kembali ke rumah." Ucap Windi setelah selesai membereskan piring bekas makanan mereka.


"Kenapa buru-buru sekali?" Marvel terlihat tidak setuju dengan keinginan istrinya.


"Emh, tak apa. Aku hanya ingin menemani Ayah di rumah. Akhir-akhir ini aku sudah sangat jarang menemani Ayah di rumah." Jawab Windi tanpa menyebutkan alasan sebenarnya ia ingin kembali ke rumah.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.