Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Selamat pagi, istri


"Kau tenang saja. Aku tidak akan melakukannya lagi untuk malam ini." Ucap Marvel meyakinkan.


Windi nampak berpikir sesaat sebelum akhirnya mengangguk sebagai jawaban. Marvel segera mengangkat tubuh Windi setelah mendapatkan anggukan kepala dari Windi. Walau mencoba memberontak meminta untuk diturunkan namun Marvel tak memperdulikan permintaan Windi dan tetap memilih mengangkat tubuh Windi ke kamar mandi.


Bukan tanpa alasan Marvel melakukannya. Selain karena ingin bersikap romantis pada Windi, Marvel juga mengerti jika kini kaki Winid tidak bisa digunakan dengan baik akibat rasa sakit yang kini Windi rasakan di pangkal pahanya.


Acara mandi berdua yang Marvel katakan akan berjalan dengan sewajarnya akhirnya berjalan sesuai rencana walau harus menahan has-ratnya yang kembali naik karna melihat tubuh polos Windi. Sedangkan Windi, wanita itu terlihat menahan rasa malu karena untuk pertama kalinya dibantu untuk mandi oleh seorang pria walau pria itu adalah suaminya.


"Ayo sekarang kita pakai baju." Marvel dengan telaten memakaikan baju pada tubuh Windi. Windi pun hanya bisa membiarkan suaminya melakukan apa yang diinginkannya karena tidak ingin memperlama waktu tidur mereka.


Setelah selesai memakaikan baju pada tubuh Windi dan memakai baju untuk dirinya sendiri, Marvel pun mengajak Windi untuk tidur dengan saling berpelukan.


*


Sang mentari pagi nampak telah naik ke tempat peraduannya. Sinarnya yang begitu terang mulai menelusup masuk ke dalam celah jendela yang hanya tertutupi tirai tipis hingga menerpa wajah Marvel dan Windi yang masih tertidur pulas dengan posisi saling berpelukan.


Marvel merasa terganggu saat merasakan sinar mentari yang menerpa wajahnya mulai terasa hangat. Kedua kelopak matanya pun mulai terbuka dengan sedikit memicingkan mata.


"Euh... sudah pagi..." ucapnya parau. Pandangannya pun beralih pada sosok yang kini masih tertidur dengan nyaman di sebelahnya seakan tidak terganggu dengan sinar mentari yang menerpa wajah cantiknya.


"Dia sangat lelap sekali." Gumam Marvel seraya tersenyum menatap istrinya.


Marvel menyibakkan beberapa helai rambut yang menutupi sebagian wajah istrinya. Pergerakannya pun berhasil membuat Windi merasa terganggu hingga akhirnya membuka kedua kelopak matanya.


"Marvel..." lirih Windi sambil menahan matanya yang terasa masih berat.


"Hari sudah terang. Apa kau tidak berniat untuk bangun, hem?" Tanya Windi.


Windi terbelalak. Pandangannya langsung tertuju pada arah jendela. Dan benar saja jika suasana di luar sudah sangat terang pertanda waktu sudah pagi.


"Semalam aku..." Windi tak dapat berkata-kata. Ditatapnya wajah Marvel yang tengah menatapnya dengan senyuman jenaka.


"Selamat pagi istri." Ucap Marvel lalu mengecup sayang kening Windi.


Deg


Windi tertegun mendengar suara lembut yang keluar dari mulut Marvel. "Se-selamat pagi." Jawab Windi sedikit terbata.


Marvel tersenyum melihat wajah istrinya yang terlihat malu-malu saat ini. "Apa kau masih merasa sakit?" Tanya Marvel tanpa menyurutkan senyuman di wajahnya.


"Sakit?" Windi mencoba mencerna ucapan Marvel. Setelah paham kemana arah pertanyaan Marvel ia pun menggeleng sebagai jawaban.


"Tidak sakit?" Tanya Marvel.


"Tidak tahu." Balas Windi karena ia belum membawa kakinya untuk melangkah.


Marvel mengangguk paham. "Ayo turun. Jika kau sudah membaik aku akan membawamu berjalan-jalan pagi ini." Ajak Marvel.


"Jalan-jalan?" Kedua mata Windi berbinar mendengar ajakan yang terdengar menyenangkan dari Marvel.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.