
"Daddy? Aku tidak tahu Daddy." Jawab Arthur dengan wajah polosnya.
"Tidak tahu Daddy?" Ulang Zeline dan Arthur mengangguk mengiyakannya.
"Kenapa kau tidak tahu?" tanya Zeline dengan wajah bingung.
"Karena aku tidak pernah bertemu dengan Daddy." Jawab Arthur.
Zeline terdiam seakan bingung harus menjawab apa pada Arthur. Pembicaraan kedua bocak kecil itu terhenti karena sudah saatnya Arthur yang menaiki seluncuran.
"Arthur tidak punya Daddy?" Tanya Zeline pada dirinya sendiri sambil menatap Arthur yang tengah menaiki seluncuran. "Kasihan sekali Arthur seperti Zel dulu." Ucap Zeline saat mengingat jika dirinya bernasib sama seperti Arthur yang tidak pernah bertemu Daddynya hingga empat tahun lamanya.
Karena merasa penasaran apa yang terjadi pada Arthur dan Mommynya, Zeline pun mengajak Arthur dan Ziko menyudahi permainan mereka dan kembali duduk bersama Marvel dan Windi di kursi yang berada tidak jauh dari area bermain.
"Om Marvel, katanya Arthur tidak punya Daddy, ya?" Tanya Zeline saat Arthur tengah pergi bersama Windi untuk membeli minuman.
"Kenapa kau bertanya seperti itu, Princess?" Tanya Marvel bingung.
"Tadi Zel bertanya pada Arthur tentang Daddynya dan dia tidak tahu." Jawab Zeline.
Marvel terdiam. Mendengar pertanyaan Zeline saja sudah membuat dadanya terasa tersentil. Bagaimana dengan Arthur yang mendapatkan pertanyaan seperti itu. Jelas saja Arthur tidak mengetahui siapa Daddynya mengingat sejak kecil dia tidak pernah bertemu dengan Daddynya.
"Zeline, lain kali Zel jangan bertanya seperti itu lagi, ya." Pesan Marvel.
"Kenapa, Om? Apa Arthur memang tidak punya Daddy seperti Zel dulu?" Tanya Zeline lagaknya orang dewasa.
Marvel terasa sulit untuk menjelaskannya. Ia lebih memilih diam sambil mengusap rambut Zeline. Untung saja tak berselang lama Windi telah kembali membawa minuman di tangannya.
"Mas, lihat ini." Windi menyerahkan ponselnya pada Marvel setelah memberikan minuman pada anak-anak.
Marvel menerimanya dan membaca nama pengirim pesan yang tertulis di layar ponsel Windi.
"Dari Jasmin?" Gumam Marvel lalu membaca isi pesan. Beberapa saat kemudian Marvel terdiam setelah selesai membaca pesan yang Jasmin kirimkan pada Windi.
"Apa kau ingin menemuinya nanti malam?" Tanya Marvel.
"Aku mengizinkannya asal aku yang mengantarkan kau pergi ke rumah sakit." Jawab Marvel.
"Baiklah, aku setuju. Terima kasih." Ucap Windi yang dibalas anggukan kepala oleh Marvel.
Di saat Zeline dan Ziko asik menikmati minuman di tangan mereka masing-masing, Arthur justru terdiam dengan pandangan kosong ke depan.
"Arthur... ada apa denganmu, Nak?" Tanya Windi sambil mengusap rambut tebal Arthur.
"Mommy... aku merindukan Mommy." Jawab Arthur lirih.
Windi terdiam. Besok adalah hari dimana Jasmin akan melakukan operasi dan mungkin hanya hari ini dan besoklah kesempatan Arthur dapat bertemu dengan Mommynya sebelum melakukan operasi.
"Apa aku bisa bertemu dengan Mommy, Tante?" Tanya Arthur kemudian penuh harap.
"Bisa... Tante akan mengusahakannya." Jawab Windi dengan tersenyum.
"Kapan?" Lirih Arthur karena merasa tak sabar.
"Besok pagi Tante akan membawamu ke rumah sakit menemui Mommy." Jawab Windi yang berhasil membuat wajah Arthur tersenyum mendengarnya.
"Asik... bertemu Mommy!" Ucap Arthur sedikit keras dengan senyuman lebar menghiasi wajah tampannya.
Windi tersenyum.
Kenapa hatiku merasa mulai tidak tenang karena mengingat besok adalah waktu Jasmin akan dioperasi? Tuhan... berikanlah kemudahan agar operasi Jasmin berjalan dengan lancar dan Jasmin bisa sembuh. Pinta Windi dalam hati.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.