Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Tidak seperti yang diinginkan


"Kenapa kau bisa mencintaiku?" Tanya Windi dengan wajah polosnya.


Marvel hampir tertawa mendengar pertanyaan konyol yang keluar dari mulut Windi. "Tentu saja bisa. Sebagai pasangan suami istri sudah sewajarnya jika aku menaruh rasa cinta pada istriku. Jika kau masih menanyakan hal apa yang membuatku bisa mencintaimu jawabannya aku juga tidak tahu."


"Kenapa kau tidak tahu?" Tanya Windi dengan sendu.


"Entahlah. Rasa cintaku hadir begitu saja dengan seiring berjalannya waktu. Mungkin saja dengan segala kebaikan dan perhatianmu padaku menjadi salah satu pendorong rasa cinta itu perlahan hadir." Jawab Marvel.


Windi tertegun mendengarkan jawaban dari Marvel. Ia tidak menyangka jika secepat itu Marvel bisa mencintainya mengingat usia pernikahan mereka yang baru memasuki bulan ke dua.


"Lalu bagaimana denganmu, apa kau juga mencintaiku?" Tanya Marvel dengan nada menggoda.


"A-aku..." Windi tak dapat melanjutkan ucapannya karena merasa malu ingin mengungkapkan perasaannya saat ini.


"Kau pasti juga mencintaiku. Aku tahu itu dan kau tidak payah untuk menjawabnya. Lagi pula tidak mungkin kau tidak mencintai pria tampan seperti diriku. Selain tampan aku juga baik dan sangat menyayangimu." Ucap Marvel dengan pedenya.


Windi pun hanya diam saja mendengarkan pujian dari suaminya untuk dirinya sendiri. Lagi pula ia tidak ingin menyangkal perkataan Marvel karena apa yang Marvel katakan benar adanya.


Setelah cukup berbincang tentang perasaan mereka masing-masing, Marvel pun mengajak Windi membersihkan tubuh mereka sebelum tidur.


*


Keesokan harinya.


Windi dan Marvel terlihat sedang fokus menikmati sarapan pagi mereka masing-masing di meja makan. Kegiatan mereka tiba-tiba terhenti saat mendengar suara Mama Belinda dan Papa Bagas dari arah ruang tamu rumah.


"Mama, Papa." Ucap Marvel dan Windi secara bersamaan.


Mama Belinda dan Papa Bagas melangkah bersamaan mendekat ke arah meja makan. "Kalian sudah mulai sarapan? Agh sayang sekali ternyata Mama dan Papa datang terlambat." Ucap Mama Belinda.


Mama Belinda dengan cepat menggeleng.


"Kalau begitu ayo ikut sarapan bersama kami. Kebetulan kami baru saja mulai sarapan." Ajak Marvel.


"Baiklah." Balas Mama Belinda lalu menarik kursi untuk ia duduki yang berhadapan dengan Marvel dan Windi. Papa Bagas pun turut melakukan hal yang sama seperti Mama Belinda lakukan.


Lima belas menit berlalu, Marvel, Windi, Mama Belinda dan Papa Bagas pun telah siap menghabiskan sarapan mereka masing-masing. Karena masih memiliki waktu cukup banyak sebelum berangkat bekerja, Marvel pun mengajak kedua orang tuanya untuk duduk di ruang tamu lebih dulu karena ia tahu jika kedua orang tuanya memiliki maksud dan tujuan datang ke rumahnya.


"Mama dan Papa datang ke sini karena kami merasa rindu makan bersama dengan kalian." Jawab Mama Belinda saat Marvel mempertanyakan tujuan Mama Belinda untuk datang.


"Oh begitu..." jawab Marvel seadanya. Sedangkan Windi hanya tersenyum pada kedua mertuanya.


"Oh ya, Windi. Kalian kan sudah dua bulan menikah, apa saat ini sudah ada tanda-tanda jika kau sedang hamil?" Tanya Mama Belinda dengan wajah tersenyum.


Deg


Windi dibuat tertegun mendengarkan pertanyaan Mama Belinda. Windi pun segera menormalkan ekspresi wajahnya dan menjawab pertanyaan Mama Belinda. "Sepertinya belum, Mama." Jawabanya ikut tersenyum.


Mama Belinda tetap tersenyum. "Maaf jika pertanyaan Mama terdengar tidak mengenakkan." Ucap Mama Belinda merasa tidak enak pada menantunya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.